Senin, 28 Januari 2013

The Chosen One, Muhammad Khaira Khalqillah



Baru-baru ini maulid nya nabi besar kita, Muhammad SAW. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad. Lahirnya beliau seperti lahirnya sesosok cahaya ke muka bumi saat itu. Cahaya yang membawa keindahan Islam ke jiwa-jiwa yang tengah hampa. Jika meresapi kisah-kisah beliau dari lahir sampai wafat, kita akan berpikir bahwa beliau lah manusia yang paling luar biasa yang pernah ada. Dia adalah lelaki yang paling sempurna. Dia adalah pemimpin yang patut diteladani. Dia adalah Allah’s Choosen One.

Dia adalah manusia dengan sejuta sifat indah tanpa cela. Lelaki idaman dan impian seluruh perempuan sejagad raya. Dia adalah manusia yang paling hebat yang pernah ada. Betapa tidak, sampai detik ini dan detik-detik selanjutnya, nama nya akan selalu terucap dalam sholawat. Dia hadir sebagai penuntun jiwa, dunia dan akhirat. Walaupun telah berabad-abad lama nya, seakan-akan beliau masih ada. Ayoo, sholawat lagi. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

Lagu Maher Zein nih, yang pas banget buat mengingat kembali bahwa Rasulullah SAW adalah the chosen one..

In a time of darkness and greed
It is your light that we need
You came to teach us how to live
Muhammad Ya Rasool Allah

You were so caring and kind
Your soul was full of light
You are the best of mankind
Muhammad Khaira Khalqillah
Sallu ‘ala Rasulillah, Habib Al Mustafa
Peace be upon The Messenger
The Chosen One

From luxury you turned away
And all night you would pray
Truthful in every word you say
Muhammad Ya Rasul Allah

Your face was brighter than the sun
Your beauty equaled by none
You are Allah’s Chosen One
Muhammad Khaira Khalqillah
Sallu ‘ala Rasulillah, Habib Al Mustafa
Peace be upon The Messenger
The Chosen One

I will try to follow your way
And do my best to live my life
As you taught me
I pray to be close to you
On that day and see you smile
When you see me

Sallu ‘ala Rasulillah, Habibil Mustafa
Peace be upon The Messenger
The Chosen One

Sallu ‘ala Rasulillah, Habibi Mustafa
Peace be upon The Messenger
The Chosen One

Kamis, 24 Januari 2013

Pulang!



Dia pulang. Belum ketemu. Apakah akan bertemu? :’’’’(

Aku ingin bertemu. Tidak bertemu juga tidak mengapa. Aku hanya ingin melihatnya, sekali saja. Ini adalah waktu yang aku tunggu2 dari waktu aku berpisah sore itu.

Akan kah kami bertemu lagi?

Ya!

Minggu, 20 Januari 2013

Mesin Waktu ke Masa Lalu!



Aku sering merasa ada di masa lalu, pada sebuah tempat, pada sebuah waktu, pada sebuah keadaan. Tapi Cuma sebentar. Rasanya, aku benar-benar kembali ke waktu itu. Bukan sengaja, tapi ketika aku mencium bau parfum tertentu, aku akan merasa sedang ‘kembali’ mengalami kejadian itu. bukan de javu. Ini seperti  telah terjadi, tapi aku merasakannya lagi. Bisa dikatakan kebalikan dari de javu. Mungkin, hmm…

Jadi aku simpulkan, bau parfum bisa menjadi mesin waktu kita ke masa lalu. Bukan Cuma parfum. Lagu juga bisa. Lagu itu punya makna tersendiri dalam irama-irama nya. Lagu yang sering aku dengar di masa lampau, akhirnya aku dengar lagi saat ini membuat suasananya seperti aku berada di masa yang dulu ketika aku mendengar lagu itu. aku tidak tau, apakah hanya karena waktu itu sangat berkesan, tapi aku sangat merasakan suasana itu kembali.

Angin juga bisa jadi mesin waktu. Maksud ku angin sepoi-sepoi. Kadang kalo pulang kuliah, aku menghirup udara dalam-dalam, dan aku langsung bergumam, aku pernah merasakan angin ini, tepat nya pada saat SNMPTN mungkin, atau saat-saat SMA. Entahlah. Angin itu punya semacam feel atau chemistry untuk mengembalikan kita ke masa lalu.

Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa membuat kita mengingat kembali  hal-hal yang telah terjadi, misalnya tempat yang punya kenangan, atau benda. Tapi itu semua hanya mampu mengingatkan kita, bukan merasakan kembali. Tempat itu mungkin saja sudah berubah, jadi kita hanya mengingat kenangan yang ada, benda juga bisa saja rusak, kan?! Tapi, bau, angin, dan lagu, itu bukan barang yang bisa dilihat, tapi hanya dirasakan, yang langsung menyeruak ke benak kita. Coba saja! Misalnya, waktu SMP aku sering dengar lagu ADA band, album heaven of love. Dan sekarang, aku mendengarkan nya lagi. Sambil menutup mata, sepertinya semua indera perasa ku berubah. Mataku seperti melihat apa yang ku lihat saat mendengar lagu itu di saat yang lalu, telinga dan hidung ku pun begitu..

Heum, mungkin aku hanya terobsesi dengan kenangan-kenangan indah ku yang tidak ku dapatkan lagi sekarang, atau keinginan ku yang ingin merasakan kenangan itu lagi begitu kuat, sehingga aku kadang merasakan hawa masa lalu yang seperti nya indah sekali, membuat ku dapat merasakan nya lagi walaupun aku telah berada di masa sekarang.

Bagaimanapun juga, kenangan itu hanya tinggal cerita. Sekarang, yang ku lihat adalah masa depan. Masa yang akan menjadi kenangan juga. Pokoknya, think before do it aja lah. Ntar nyesal, nggak dapat kenangan indah.

Tapi aku benci kenangan yang Cuma bisa bikin mewek T_______________________T

Jumat, 04 Januari 2013

Udah Nonton Habibie dan Ainun!



Akhirnya :D

Ada juga kesempatan nonton film itu bareng teman-teman kuliah. Hehehe

Kesan ku setelah nonton : AMAZING! KEREN! I think, it can be an inspiration of spirit and also… love. Sebenarnya film ini menceritakan kisah asmara Pak Habibie dan Bu Ainun yang bermula dari bangku sekolah. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu lagi, and then… They married. Selama pernikahannya mereka Nampak harmonis banget, saling percaya, saling setia, hey, can we called this story about true love? :’D sampai Bu Ainun wafat pun Pak Habibie masih sangat setia kepada sang istri. Betapa bahagianya Bu Ainun di alam sana :’) Kira-kira bisa nggak yah kita dapat yang kayak beliau, minimal sosok nya aja *eehh, ngomong apaan ini? -,-a

Nah, bagus banget ini buat ‘mereka’ yang sering galau (termasuk yang nulis yah)..
Selain menceritakan kisah romantis, film ini juga menceritakan betapa panjang perjuangan Pak Habibie untuk bisa meraih cita-citanya, mengabdikan diri kepada Bangsa Indonesia. Beliau dengan kecerdasannya mampu membuat pesawat yang merupakan karya anak bangsa. Doesn’t it make us proud?

Semoga film ini bisa bermanfaat bagi kita semua, tidak galau lagi, dan terus berjuang meraih cita-cita. Aamiin!