Jumat, 06 Desember 2013

Lama Tak Berjumpa. Dan Banyak Kisah Yang Terlewatkan

Aaah, my bloggy. I miss you so much. I miss when I told you my unimportant story. Sejak kita lost contact, ada banyaaaak sekali cerita ku yang tidak berbobot sama sekali. Ah, bodo amat. Yang penting udah lega bisa cerita.

Ehm, ini sudah minggu ke-15 di perkuliahan ku. Itu artinya minggu depan udah minggu terakhir untuk semester 5 ini. Haduuuh, cepet banget waktu berjalan. Rasanya kayak masih maba aja. Masih imut-imut sih *eh :D Untuk sementara kuliah ku di jurusan 'baru' ku ini, lumayan... lumayan ongol aku nya. Gak tau kenapa itu pelajaran susah masuknya. Mungkin karena separuh hati ku ada di jurusan lain. Aku juga, ngapain masuk situ. Tadinya menggebu-gebu banget masuk situ. Eh, pas masuk, malah kayak ngegantung. Iya, posisi ku nggak enak. Aku... ehm, agak kesepian sebenarnya. Ah, aku rindu kehangatan dalam pertemanan. Aku rindu gila-gilaan. Aku nggak nyaman. Aku merasa mereka nggak ngehargai aku. Aku kayak nggak ada di antara mereka. Ya udah, aku jadi hantu aja. Wooo.. wooo.. Aku udah berusaha berbaur ama mereka. Tapi kayaknya aku nggak bisa masuk  gitu lho. Aliran candaan kami berbeda. Kalo disuruh ngomong, ya ngomong, mereka nggak dengar. Aku sedih banget. Pengen pindah! Serius! Walaupun mata kuliah nya aku nggak suka, nggak apa-apa deh, yang penting banyak teman yang ngehargai aku. Ini, aku suka mata kuliahnya. tapi karena lingkungan yang nggak kondusif, serba kotak-kotak, akhirnya jadi malas kuliah. Nggak semangat. Nggak ada moodbooster sih *ops! Pengeeen banget pindah, kalo perlu pindah fakultas, atau universitas sekalian. Ke bandung deh kalo perlu *ops lagi hahahhahha becanda -___-v

ngomong-ngomong moodbooster, aku membuat moodbooster sendiri. kita panggil aja dia dimples yang notabene artinya lesung pipi. ehm, dia punya lesung pipi. manis banget. nyesel banget nggak jadiin dia moodbooster dari dulu, padahal udah kenal dari pas maba. aduh, kenapa baru sekarang sih. semester lalu juga aku punya mata kuliah sama dia yang sama kelas. tapi waktu itu kami cuma saling becanda aja. eh eh, aku emang kenal pas maba. tapi baru semester kemarin akrab nya. iya, soalnya kita beda kelas mku, jarang sama kelas di mata kuliah lain. pas semester kemarin aja aku punya kelas yang sama, seingat ku sih. nah, kemaren tuh sukaaa banget becanda bareng. dia suka sapa. ramah banget deh pokoknya. tapi sekarang, aku rasa dia berubah. dia udah nggak suka sapa aku, aku juga udah jarang ngobrol bareng. sedih rasanya, kenapa ketika aku suka eh dia nya malah menjauh. nasiib.. nasiiib.. kesian -__- cih!

aaaaah, aku mulai bosan di kampus. pengen cepat selesai, tapi rasanya aku masih tidak tau apa-apa,  belum ada bekal untuk ke depannya. serius. pengen lama-lama, aaah, malas banget. di kampus aja kalo udah kuliah rasanya pengen cepat pulang, kangen kasur dan masakan mama. moodbooster ku yang sebenarnya emang cuma ada di rumah. serius! aku nggak tahu gimana hasil ku di semester ini. aku takut banget sebenarnya. gimana mi pae, na itu mi maksimal yang dilakukan. sudah teman2 ta begitu, bikin bad mood terus. kadang ji iya z cari2 ki i dimples, moodbooster toh.

kenapa malah logat -____- lanjut aja deh...

sebenarnya aku punya sih teman yang sering sama-sama. tapi.... ya gitu deh. mereka juga punya teman lain. teman lain dalam tanda kutip. sering sih dipanggil, cuma rada-rada nggak nyaman juga soalnya kayak ada yang nge'risih'in. kan nggak enak. jadinya aku kadang nggak ikut ajakannya. nggak enak banget ama temen ku itu, tapi apa daya lah, daripada disinisin trus ikut campur sma mereka. lagian kalo sama mereka juga aku kadang dicuekin. ada sih 2-3 orang yang  baeeeeeek banget ama aku. tapi sisanya ya... gitu deh. sinis dan agak risih ama aku. daripada jadi pitnah kaaan, mending kabur aja. malas banget. masih banyak kok teman ynag mau temenan ama aku, hmm, mungkin. hahahahha soalnya aku nggak populer, aku dikenalnya, cupu, cu'mala', dan nggak gaul. biarin. emang aku pikir gituuu. nggak lah. ngapain dipikirin, jadi sampah aja di otak. hahahha ngga independen sih. independen dong.... aaaah, ngerti aku dong, ngertiin posisi aku dooong!

nah ada satu lagi temen ku yang aku kecewaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget ama dia. soalnya dia juga cuek banget sama aku. diaaaa aja yang mau didengar. berhubung dari dulu aku suka jadi pendengar ya aku dengar dia kok. tapi ya itu, dia cuek ama aku. nggak mau denger aku gitu lho. jahat banget. aku juga pengen didengar tauuuu. aku juga pengen cerita. dia juga nggak mau tahu tentang aku. padahal sekarang dia udah punya banyak teman kok. tapi bingung nya kok masih cerita ama aku, aku kan jahat, nda gaul, upay, dan lebay. ngapain kamu cerita ama aku. harusnya kan kamu iyyyyyuhhh. pas mau cerita, dia malah mengalihkan pembicaraan. aku paling nggak suka kalo aku mulai cerita, atau pas cerita aku dialihkan. malah bahas yang lain. egois banget! emang kamu yang terindah! ooooh no! hellooooow???

aku suka aja ama teman ku yang satu lagi. aku liat dia juga cuek sama aku. aku melihat dia perhatian sih, baaaiiik banget. tapi dalam hati ku, aku merasa dia terpaksa melakukan itu. nggak tau kenapa sih, mungkin karena kasihan ama aku atau apaaa. dia emang baaaaiiik banget. setiaa juga. tapiii, dia memperlakukan aku bedaa dari yang lain. maksudnya seperti yang aku bilang tadi. aku rasa dia cuma terpaksa. dia ke orang lain perhatian nya seperti emang dari hati. kalo sama aku tidak. auranya bilang kalo dia itu sebenarnya cuek sama aku, tapi karena udah kelanjur dekat ya terpaksa dia kayak gitu. sedih banget didiskriminasiin. mending nggak sama sekali kalo gitu mah.

miris banget sih kehidupan di bangku kuliah ku. masalah kuliah ongol, teman nggak punya, asmara nya juga memilukan aja. hahahaha mati aja lo mel -_______________-

Sabtu, 24 Agustus 2013

Corat-coret dan Voldemort



Hai blog, hai coklat!

Merindukan ku? tentu saja J. Aku tau, kaulah, blog, yang akan selalu merindukan ku, merindukan kepingan cerita untuk kubagi bersamamu di saat ‘mereka’ berada di dunia nya masing-masing. Kau, blog, yang selalu merindukan rintih-rintih kisah ku yang memuakkan itu. Ya, itu kau, blog, yang selalu menanti tanda titik dua tutup kurung di akhir syair-syair hidup yang ku ceritakan padamu.

Akhir-akhir ini, aku akui kalau aku sangat malas menulis. Tidak ada inspirasi. Rasanya bosan sekali. Mungkin inilah yang biasa disebut titik jenuh seorang penulis. Tsaaaah penulis mananya -_- ehm, maksud ku hanya penulis battu-battuan kata orang sini hehehe.

Sekarang aku sudah ‘pulih’ dari kejenuhan itu. aku sudah punya mood buat nulis lagi. inspirasi?? Yaa.. kadang ada kadang tidak. Seperti saat ini, sebenarnya aku tidak punya inspirasi sama sekali. Tapi aku hanya melatih otak ku untuk mengalirkan inspirasi. Kadang sementara menulis abal-abal begini, ide nulis langsung muncul satu-satu. Cling! Cling! Cling! Haha :D kadang Cuma lewat aja. Lupa dicatat dan aku akan lupa apa yang ingin aku tulis tadi. Aku akan mulai menulis lagi. tapi aku ingin berganti genre. Kalau di flash back, tulisan ku ini hanya berisi kisah klasik yang ingin ku lupakan saja :’) super duper syahdu dan mellow banget kan! Pft -,- nggak lagi deh. Tapi nggak janji :D

Hmm, aku ingin bercerita tentang… hehehe… tentang ‘you know who’. Tentang Lord Voldemort. Someone who we can’t say his name. Kita sebut saja dia Voldemort. Aku bertemu dengan voldemort beberapa hari yang lalu. Itu pertemuan pertama kami di tahun ini. Jangan tanyakan sejak tahun berapa kami bertemu karena itu rahasia. Bertemu voldemort bagi Harry Potter adalah hal yang yang membuat nya jeger-jeger! Sama dengan ku. tiap membaca voldemort, berhentilah memikirkan lord voldemort yang asli dalam film Harry Potter itu, karena ‘voldemort’ ku lebih lebih lebih baik dari nya. Lebih manis juga.

The words I can say to imagine our meeting is. . . AMAZING! And really lovely :3 eventhough voldemort was so different, calm, and cool like an ice or polar bear haha just kidding. There’s something different from him. What about me? Do I feel different too? Will my feeling change? I think not. But, I’ll never know the present, right?

Rabu, 14 Agustus 2013

Katanya...



Katanya air mata itu mengandung 1% air dan 99% perasaan…

Iya kaah?

Masa sih?

Yang bener?

Bisanya itu -,-

Selasa, 13 Agustus 2013

Sehari untuk Setahun Kemarin



Ini pertama kalinya aku melihat dia setelah setahun :)
Diaa… hehehe kenapa dia? Biasa aja tuh -,- nda ada yang berubah. Cuek. Jutek. Sok cool. Kalem nda jelas. Bikin sebel -,- walaupun begitu, aku sangat senang bisa melihatnya lagi :) sangat sangat senang :)

Tiap apa yang dia lakukan pasti serius. Jika melihatnya, lucu aja :3 dia kayak acting.
Apa kau salah tingkah? Hhihihi

Ketika dia duduk tepat di hadapan ku, dia tidak pernah sama sekali melihat ku. dia hanya menunduk, menggeledah tas nya, seperti mencari-cari sesuatu (atau pura-pura mencari sesuatu), atau melihat-lihat hape. Senyum pun dia tidak. Kondisi saat itu seakan-akan menggambarkan hanya ada dia sendiri disana, seakan-akan aku tidak berada di hadapannya. Sebuah Tanya? Dia tidak pernah melontarkannya. Justru aku lah yang kepo sama dia. Ah, kenapa aku se-kepo itu? tapi, itu wajar kan. Kami dua orang teman akrab yang telah lama tak bersua, wajar kan ?

Aku selalu menunggu cerita-ceritanya pada saat-saat seperti ini. Saat dimana kami baru saja bertemu setelah sekian lama. Tapi dia hanya bisa diam dan bungkam. Dia tidak pernah mau cerita dan bicara. Aku sudah berusaha mencairkan suasana, pun itu dengan pertanyaan konyol. Pun dengan pertanyaan yang akhirnya aku sesali, “kenapa aku bertanya itu?” untunglah dia tidak terlalu menanggapi. Pertanyaan konyol pun tidak dia tanggapi, apalagi pertanyaan yang tidak konyol -_-

Kami hanya sering terdiam membisu. Ketika aku kehabisan kata-kata. Aku kehabisan bahan obrolan. Aku kehabisan pertanyaan yang musti diajukan. Aku jadinya diam. Terlebih lagi dia. Tidak ada kata yang terucap, kecuali memang sangat diperlukan. Itulah dia yang sekarang.

Setelah pertemuan “langka” itu, kami kembali “lost contact”. Sepertinya “lost contact” itu akan berlangsung setahunan lagi T_T itu dia yang sekarang. Cueeeeek se cuek-cueknya. Capedeh X_X aku tidak mengerti kenapa perbedaan sebelum dan sesudah kami bertemu sangat jelas terasa. Bahkan ketika dia pergi (lagi) ke sana, dia tidak pamit sedikitpun. Aku tau hari H nya pas aku yang nanya. Aku suruh kabari, dia tidak datang. Aku BINGUNG! BINGUNG PEMIRSA! Dia itu sulit sekali ditebak! Dia sulit dimengerti jalan pikirannya!

Dan sekarang… aku lah yang jadi pihak yang serba salah.

Chapheeekkk *Fyuhhhhhhh

Ingin sekali aku bertanya, “ sebenarnya kau anggap apa aku? Jika kau anggap aku teman biasa, maka perlakukan lah aku seperti teman biasa. Yang bisa kau ajak bercanda, yang bisa kau temani bercerita. Perlakukanlah aku seperti teman-teman mu yang lain. Jika kau anggap aku sahabat, maka curahkanlah isi hatimu kepada ku, aku akan siap mendengarnya. Apa kau anggap aku musuh? Jika demikian, kenapa kita bertemu saat itu, hah? Tidak, tidak, aku tidak ingin punya musuh. Setidaknya jika kau anggap aku orang yang kau benci, saat itu kau menjelaskan apa yang mengganjal di hati mu terhadap ku, kan?!

Tapi apa?

Sepertinya kau anggap aku patung, boneka, benda mati. Tidak kau ajak bercanda, tidak kau ajak cerita. Kenapa kalau sama teman-teman mu, kau beda? Kau diskriminasi! Aku kan juga teman mu :’( kalau kau anggap aku teman. Pasti kau anggap aku teman, jika tidak, saat itu kita pasti tidak bertemu.

Kau membingungkan! Aku heran… aku pusing…

Aku jadinya tidak yakin dengan perasaan ku -___-“

Minggu, 11 Agustus 2013

Sekian Detik yang Lalu



“Hei Conan. Benarkah manusia bisa berubah? Perasaan manusia yg terpisah jauh. Pedih sekali ya kalau cuma menunggu?” -Ran Mouri

Benar kata Ran. Pedih sekali ya kalau Cuma menunggu. Menunggu seseorang yang entah datang entah tidak. Tapi dalam hal ini, seperti yang kita tau, kalau Conan sebenarnya adalah Sinichi yang dari dulu dinantikan Ran. Tapi Ran tidak tau sebenarnya orang yang dia tunggu selalu ada di dekatnya :’) bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi Ran yang selalu menunggu Sinichi? Apakah dalam perkataan itu Ran sedang membicarakan perasaannya kepada Sinichi yang akan berubah? Bukan, ran sedang menanyakan kepada Conan tentang perasaannya. Katanya perasaan orang yang terpisah jauh akan berubah, benar? Tapi kenapa ran masih selalu menunggunya? Kenapa perasaan Ran tidak sedikitpun berubah, padahal Sinichi sudah tidak pernah Nampak di pandangannya.

Bagaimana dengan ku?

Aku? Memangnya aku kenapa, aku tidak sedang menunggu -_- memang nya aku menunggu siapa kalo aku sedang menunggu. Tidak. Aku tidak menunggu siapa-siapa. Aku tidak  punya perasaan yang sedang terpisah jauh -_- siapa? Perasaan apa? Tidak ada kok. Aku BAIK-BAIK SAJA. Aku yakin.

Kalaupun ada, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Kalaupun aku menunggu seseorang, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Itu dulu. Dulu. Sekian detik yang lalu.