Aaah, my bloggy. I miss you so much. I miss when I told you my unimportant story. Sejak kita lost contact, ada banyaaaak sekali cerita ku yang tidak berbobot sama sekali. Ah, bodo amat. Yang penting udah lega bisa cerita.
Ehm, ini sudah minggu ke-15 di perkuliahan ku. Itu artinya minggu depan udah minggu terakhir untuk semester 5 ini. Haduuuh, cepet banget waktu berjalan. Rasanya kayak masih maba aja. Masih imut-imut sih *eh :D Untuk sementara kuliah ku di jurusan 'baru' ku ini, lumayan... lumayan ongol aku nya. Gak tau kenapa itu pelajaran susah masuknya. Mungkin karena separuh hati ku ada di jurusan lain. Aku juga, ngapain masuk situ. Tadinya menggebu-gebu banget masuk situ. Eh, pas masuk, malah kayak ngegantung. Iya, posisi ku nggak enak. Aku... ehm, agak kesepian sebenarnya. Ah, aku rindu kehangatan dalam pertemanan. Aku rindu gila-gilaan. Aku nggak nyaman. Aku merasa mereka nggak ngehargai aku. Aku kayak nggak ada di antara mereka. Ya udah, aku jadi hantu aja. Wooo.. wooo.. Aku udah berusaha berbaur ama mereka. Tapi kayaknya aku nggak bisa masuk gitu lho. Aliran candaan kami berbeda. Kalo disuruh ngomong, ya ngomong, mereka nggak dengar. Aku sedih banget. Pengen pindah! Serius! Walaupun mata kuliah nya aku nggak suka, nggak apa-apa deh, yang penting banyak teman yang ngehargai aku. Ini, aku suka mata kuliahnya. tapi karena lingkungan yang nggak kondusif, serba kotak-kotak, akhirnya jadi malas kuliah. Nggak semangat. Nggak ada moodbooster sih *ops! Pengeeen banget pindah, kalo perlu pindah fakultas, atau universitas sekalian. Ke bandung deh kalo perlu *ops lagi hahahhahha becanda -___-v
ngomong-ngomong moodbooster, aku membuat moodbooster sendiri. kita panggil aja dia dimples yang notabene artinya lesung pipi. ehm, dia punya lesung pipi. manis banget. nyesel banget nggak jadiin dia moodbooster dari dulu, padahal udah kenal dari pas maba. aduh, kenapa baru sekarang sih. semester lalu juga aku punya mata kuliah sama dia yang sama kelas. tapi waktu itu kami cuma saling becanda aja. eh eh, aku emang kenal pas maba. tapi baru semester kemarin akrab nya. iya, soalnya kita beda kelas mku, jarang sama kelas di mata kuliah lain. pas semester kemarin aja aku punya kelas yang sama, seingat ku sih. nah, kemaren tuh sukaaa banget becanda bareng. dia suka sapa. ramah banget deh pokoknya. tapi sekarang, aku rasa dia berubah. dia udah nggak suka sapa aku, aku juga udah jarang ngobrol bareng. sedih rasanya, kenapa ketika aku suka eh dia nya malah menjauh. nasiib.. nasiiib.. kesian -__- cih!
aaaaah, aku mulai bosan di kampus. pengen cepat selesai, tapi rasanya aku masih tidak tau apa-apa, belum ada bekal untuk ke depannya. serius. pengen lama-lama, aaah, malas banget. di kampus aja kalo udah kuliah rasanya pengen cepat pulang, kangen kasur dan masakan mama. moodbooster ku yang sebenarnya emang cuma ada di rumah. serius! aku nggak tahu gimana hasil ku di semester ini. aku takut banget sebenarnya. gimana mi pae, na itu mi maksimal yang dilakukan. sudah teman2 ta begitu, bikin bad mood terus. kadang ji iya z cari2 ki i dimples, moodbooster toh.
kenapa malah logat -____- lanjut aja deh...
sebenarnya aku punya sih teman yang sering sama-sama. tapi.... ya gitu deh. mereka juga punya teman lain. teman lain dalam tanda kutip. sering sih dipanggil, cuma rada-rada nggak nyaman juga soalnya kayak ada yang nge'risih'in. kan nggak enak. jadinya aku kadang nggak ikut ajakannya. nggak enak banget ama temen ku itu, tapi apa daya lah, daripada disinisin trus ikut campur sma mereka. lagian kalo sama mereka juga aku kadang dicuekin. ada sih 2-3 orang yang baeeeeeek banget ama aku. tapi sisanya ya... gitu deh. sinis dan agak risih ama aku. daripada jadi pitnah kaaan, mending kabur aja. malas banget. masih banyak kok teman ynag mau temenan ama aku, hmm, mungkin. hahahahha soalnya aku nggak populer, aku dikenalnya, cupu, cu'mala', dan nggak gaul. biarin. emang aku pikir gituuu. nggak lah. ngapain dipikirin, jadi sampah aja di otak. hahahha ngga independen sih. independen dong.... aaaah, ngerti aku dong, ngertiin posisi aku dooong!
nah ada satu lagi temen ku yang aku kecewaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget ama dia. soalnya dia juga cuek banget sama aku. diaaaa aja yang mau didengar. berhubung dari dulu aku suka jadi pendengar ya aku dengar dia kok. tapi ya itu, dia cuek ama aku. nggak mau denger aku gitu lho. jahat banget. aku juga pengen didengar tauuuu. aku juga pengen cerita. dia juga nggak mau tahu tentang aku. padahal sekarang dia udah punya banyak teman kok. tapi bingung nya kok masih cerita ama aku, aku kan jahat, nda gaul, upay, dan lebay. ngapain kamu cerita ama aku. harusnya kan kamu iyyyyyuhhh. pas mau cerita, dia malah mengalihkan pembicaraan. aku paling nggak suka kalo aku mulai cerita, atau pas cerita aku dialihkan. malah bahas yang lain. egois banget! emang kamu yang terindah! ooooh no! hellooooow???
aku suka aja ama teman ku yang satu lagi. aku liat dia juga cuek sama aku. aku melihat dia perhatian sih, baaaiiik banget. tapi dalam hati ku, aku merasa dia terpaksa melakukan itu. nggak tau kenapa sih, mungkin karena kasihan ama aku atau apaaa. dia emang baaaaiiik banget. setiaa juga. tapiii, dia memperlakukan aku bedaa dari yang lain. maksudnya seperti yang aku bilang tadi. aku rasa dia cuma terpaksa. dia ke orang lain perhatian nya seperti emang dari hati. kalo sama aku tidak. auranya bilang kalo dia itu sebenarnya cuek sama aku, tapi karena udah kelanjur dekat ya terpaksa dia kayak gitu. sedih banget didiskriminasiin. mending nggak sama sekali kalo gitu mah.
miris banget sih kehidupan di bangku kuliah ku. masalah kuliah ongol, teman nggak punya, asmara nya juga memilukan aja. hahahaha mati aja lo mel -_______________-
Tampilkan postingan dengan label Experiences. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Experiences. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Desember 2013
Selasa, 13 Agustus 2013
Sehari untuk Setahun Kemarin
Ini pertama
kalinya aku melihat dia setelah setahun :)
Diaa… hehehe
kenapa dia? Biasa aja tuh -,- nda ada yang berubah. Cuek. Jutek. Sok cool.
Kalem nda jelas. Bikin sebel -,- walaupun begitu, aku sangat senang bisa
melihatnya lagi :) sangat sangat senang :)
Tiap apa
yang dia lakukan pasti serius. Jika melihatnya, lucu aja :3 dia kayak acting.
Apa kau
salah tingkah? Hhihihi
Ketika dia
duduk tepat di hadapan ku, dia tidak pernah sama sekali melihat ku. dia hanya
menunduk, menggeledah tas nya, seperti mencari-cari sesuatu (atau pura-pura
mencari sesuatu), atau melihat-lihat hape. Senyum pun dia tidak. Kondisi saat
itu seakan-akan menggambarkan hanya ada dia sendiri disana, seakan-akan aku
tidak berada di hadapannya. Sebuah Tanya? Dia tidak pernah melontarkannya.
Justru aku lah yang kepo sama dia. Ah, kenapa aku se-kepo itu? tapi, itu wajar
kan. Kami dua orang teman akrab yang telah lama tak bersua, wajar kan ?
Aku selalu
menunggu cerita-ceritanya pada saat-saat seperti ini. Saat dimana kami baru
saja bertemu setelah sekian lama. Tapi dia hanya bisa diam dan bungkam. Dia
tidak pernah mau cerita dan bicara. Aku sudah berusaha mencairkan suasana, pun
itu dengan pertanyaan konyol. Pun dengan pertanyaan yang akhirnya aku sesali,
“kenapa aku bertanya itu?” untunglah dia tidak terlalu menanggapi. Pertanyaan
konyol pun tidak dia tanggapi, apalagi pertanyaan yang tidak konyol -_-
Kami hanya
sering terdiam membisu. Ketika aku kehabisan kata-kata. Aku kehabisan bahan
obrolan. Aku kehabisan pertanyaan yang musti diajukan. Aku jadinya diam.
Terlebih lagi dia. Tidak ada kata yang terucap, kecuali memang sangat
diperlukan. Itulah dia yang sekarang.
Setelah
pertemuan “langka” itu, kami kembali “lost contact”. Sepertinya “lost contact”
itu akan berlangsung setahunan lagi T_T itu dia yang sekarang. Cueeeeek se
cuek-cueknya. Capedeh X_X aku tidak mengerti kenapa perbedaan sebelum dan
sesudah kami bertemu sangat jelas terasa. Bahkan ketika dia pergi (lagi) ke
sana, dia tidak pamit sedikitpun. Aku tau hari H nya pas aku yang nanya. Aku
suruh kabari, dia tidak datang. Aku BINGUNG! BINGUNG PEMIRSA! Dia itu sulit
sekali ditebak! Dia sulit dimengerti jalan pikirannya!
Dan
sekarang… aku lah yang jadi pihak yang serba salah.
Chapheeekkk
*Fyuhhhhhhh
Ingin sekali
aku bertanya, “ sebenarnya kau anggap apa aku? Jika kau anggap aku teman biasa,
maka perlakukan lah aku seperti teman biasa. Yang bisa kau ajak bercanda, yang
bisa kau temani bercerita. Perlakukanlah aku seperti teman-teman mu yang lain.
Jika kau anggap aku sahabat, maka curahkanlah isi hatimu kepada ku, aku akan
siap mendengarnya. Apa kau anggap aku musuh? Jika demikian, kenapa kita bertemu
saat itu, hah? Tidak, tidak, aku tidak ingin punya musuh. Setidaknya jika kau
anggap aku orang yang kau benci, saat itu kau menjelaskan apa yang mengganjal
di hati mu terhadap ku, kan?!
Tapi apa?
Sepertinya
kau anggap aku patung, boneka, benda mati. Tidak kau ajak bercanda, tidak kau
ajak cerita. Kenapa kalau sama teman-teman mu, kau beda? Kau diskriminasi! Aku
kan juga teman mu :’( kalau kau anggap aku teman. Pasti kau anggap aku teman,
jika tidak, saat itu kita pasti tidak bertemu.
Kau
membingungkan! Aku heran… aku pusing…
Aku jadinya
tidak yakin dengan perasaan ku -___-“
Minggu, 11 Agustus 2013
Sekian Detik yang Lalu
“Hei Conan.
Benarkah manusia bisa berubah? Perasaan manusia yg terpisah jauh. Pedih sekali
ya kalau cuma menunggu?” -Ran Mouri
Benar kata
Ran. Pedih sekali ya kalau Cuma menunggu. Menunggu seseorang yang entah datang
entah tidak. Tapi dalam hal ini, seperti yang kita tau, kalau Conan sebenarnya
adalah Sinichi yang dari dulu dinantikan Ran. Tapi Ran tidak tau sebenarnya
orang yang dia tunggu selalu ada di dekatnya :’) bisa bayangkan bagaimana
rasanya menjadi Ran yang selalu menunggu Sinichi? Apakah dalam perkataan itu
Ran sedang membicarakan perasaannya kepada Sinichi yang akan berubah? Bukan,
ran sedang menanyakan kepada Conan tentang perasaannya. Katanya perasaan orang
yang terpisah jauh akan berubah, benar? Tapi kenapa ran masih selalu
menunggunya? Kenapa perasaan Ran tidak sedikitpun berubah, padahal Sinichi
sudah tidak pernah Nampak di pandangannya.
Bagaimana
dengan ku?
Aku?
Memangnya aku kenapa, aku tidak sedang menunggu -_- memang nya aku menunggu
siapa kalo aku sedang menunggu. Tidak. Aku tidak menunggu siapa-siapa. Aku
tidak punya perasaan yang sedang
terpisah jauh -_- siapa? Perasaan apa? Tidak ada kok. Aku BAIK-BAIK SAJA. Aku
yakin.
Kalaupun
ada, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Kalaupun aku
menunggu seseorang, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Itu dulu.
Dulu. Sekian detik yang lalu.
Sabtu, 10 Agustus 2013
Eid Mubarak, It was Lovely
Ini masih
suasana idul fitri, ku ucapkan selamat idul fitri, taqabbalallahu minna wa
minkum. Maaf lahir batin :3
Di hari idul
fitri ini merupakan moment sedih dan momen senang. Sedih berpisah dengan bulan
Ramadhan, dan senang karena momen ini digunakan untuk berkumpul sekeluarga
besar, sekeluarga kecil, saling bermaafan, saling berbagi. Walaupun kesehatan
agak terganggu, tapi aku bersyukur masih bisa merasakan indahnya idul fitri
itu. aaaah, see you next year ya Ramadhan dan Eid Mubarak :3
Jumat, 02 Agustus 2013
Lagu Sedih
Baru-baru
aku download lagu ost. Secret garden
judulnya Here I am (lagi-lagi lagu korea -_-). Sebenarnya lagu ini bukan
lagu yang ku cari. Tapi, setelah mendengarnya sampai habis, aku rasanya nyesek
sampai berkaca-kaca :’( *lebay -_- iyaa, lagunya sediiiih sekaliiii. Pertama
aku dengar nyesek nya udah terasa. Itu aku nggak tau artinya lho. Tapi kok
nyeseeeeek rasanya. Bahaya ini buat orang galau -_-
Sama waktu
dengar lagunya Cinta Sejati dari kakak BCL. Pertama kan intronya pake sentuhan
piano. Waah, bagus ini! Batin ku pertama kali mendengar lagu ini. Aku langsung
lompat dari tempat tidur ke depan radio. Menghayati. Lama-lama. . . . Deg!
Nyeseeeek nyaaa minta ampuuun >.< aaah, sedih sekali lagu iniiii…
Aaaah,
kenapa playlist ku akhir-akhir ini lagu mellow semuaaaaaa >.<
Oh iya, dia
udah pulang tuh -_-
Yaaa, pengen
bilang dia pulang aja. Nggak berharap apa-apa :’)
Kamis, 01 Agustus 2013
Dia LUCU sekali
Sangat..
sangat.. lucu. Dan pengertian. Aah, dia mengerti sekali kalau aku ingin sekali
bertemu. Tapi kenapa seakan-akan hanya aku yang ingin bertemu, dia tidak?
Sedihnya :’( ini sudah setahun kami tidak bertemu. Dua bulanan juga dia tidak
ada, tidak kasi kabar, atau pun hanya MC. Aku kira dia menghilang. Hilang!
Tidak akan pernah datang lagi. Walaupun kadang masih berharap dia datang, tapi
aku mencoba untuk selalu menepis segala macam penyakit hati, nyesek lah, sakit
hati lah, kecewa lah, dan lain sebagainya. Aku mencoba menepis. Dua bulanan
itu, waktu yang tidak cukup ternyata. Tapi aku berpikir, selama dia tidak
pernah muncul, sepertinya akan baik-baik saja.
Yang benar
saja. Dia tiba-tiba muncul dan menanyakan kabar. Ya Allah, ada apa dengan dia?
Kenapa dia muncul lagi? baiklah, aku menganggap itu formalitas pertemanan. Ya,
aku yakin itu. aaaah, kenapa kau datang setelah berbulan-bulan tidak ada kabar?
Ingin sekali aku bertanya, kemana saja kau? Kenapa kau muncul lagi? bisakah kau
menjelaskan apa yang terjadi selama 2 bulan ini kau menghilang? Kau kemana?
Tapi entah kenapa di balik kecewa ku itu, terselip rasa senang dan batin yang
berucap “dia masih mengingat ku ternyata”. Tampak jelas ketidakkonsistenan ku.
aku juga kecewa dia datang begitu saja tanpa berucap kata maaf. Maaf, karena
baru kasi kabar. Maaf, selama ini tidak mengabari. Maaf…… maaf…….. maaaaf……..
Dia tidak
peduli aku peduli padanya. Setelah menghilang kabarnya dua bulanan, kemudian
dia datang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, apakah dia menganggap ini hanya
sebuah lelucon?
Apakah aku
senang dia datang lagi? Ya. Aku amat sangat senang. Ternyata dia masih
mengingat ku. Tapi, apakah aku sedih? Ya. Aku juga amat sangat sedih. Dia
datang begitu saja, pergi begitu saja, sesuka hatinya, tanpa memikirkan akan
bagaimana aku. Entahlah. Aku bingung bersikap.
Lihat, dia
lucu kan? Saking lucunya, aku sampai ingin menangis. LOL sekali. Sampai-sampai
aku tertawa sendiri jika memikirkannya. Menertawakan kebodohan ku yang masih
saja mengharapkan dia datang. Datang untuk apa? Untuk memberikan kesakitan?
Untuk memberikan kebahagiaan?
Yaa.. nda
papa sih, udah biasa :’D jadi udah kebal X’’’(
Langganan:
Postingan (Atom)