Rabu, 25 Januari 2012

Anak Jalanan


Judul lagu lagi nih. Demen banget ya aku posting lagu. Nggak gitu friend. Ehm, ini lagu dipopulerkan oleh Chrisye dalam soundtrack film Catatan Si Boy. Eh, diarasemen ulang ama Shandy Sandoro. Walaupun lagu lama, coba deh perhatikan  kata demi katanya, pasti keren. Menceritakan tentang hara-huru kehidupan bak kota metropolitan. Ada yang sedih, ada yang senang. Ironis banget lah pokoknya. Ayo ayo silakan dilihat. . .

Anak jalanan kumbang metropolitan
Selalu ramai dalam kesepian
Anak jalanan korban kemunafikan
Selalu kesepian di keramaian

Tiada tempat untuk mengadu
Tempat mencurahkan isi kalbu
Cinta kasih dari Ayah dan Ibu
Hanyalah peri yang palsu

Anak perawan kembang metropolitan
Selalu resah dalam penantian
Anak perawan korban keadaan
Selalu menanti dalam keresahan

Tiada restu untuk bertemu
Restu menjalin hidup bersatu
Kasih sayang dari ayah dan bunda
Hanyalah adat semata

Anak gedongan lambang metropolitan
Menuntut hidup dalam kedamaian
Anak gedongan korban kesibukan
Hidup gelisah dalam keramaian

Tiada waktu untuk bertemu
Waktu berkasihan dan mengadu
Karena orang tua metropolitan
Hanyalah budak kesibukan

Anak jalanan metropolitan
Anak jalanan metropolitan

Rabu, 18 Januari 2012

Flash Back TOWR 2011


Lagi buka-buka binder, eh dapat tugas yang belum sempat aku kumpul waktu TOWR. Diary yang ditulis selama training itu. Lihat sendiri deh diary aku kayak gimana. . .

December 25th, 2011
00:41 AM

Suasana wisma sepi. Teman-temanku sudah tidur karena kelelahan. Hanya aku dan seorang teman saja  yang masih sibuk menggores pena disini. Aku sendiri?! Aku tidak bisa tidur.mungkin belum mengantuk. Mungkn juga karena. . . ah, sudahlah!
            Hari kedua yang full-of-matery. Dari pagi sampai malam kami sibuk mendengarkan mater-materi TOWR ini. seru dan menyenangkan. Mulai dari membuat puisi, berfoto dengan Bunda Pipiet Senja, melakukan outdoor. Yang palling mengesankan adalah ketika melihat rusa yang sangat lucu. Mereka makan dan terus makan. Sepertinya mereka kelaparan. Hmm...
            Pada malam harinya, pemateri yang dihadirkan adalah S. Gegge Mappangewa. Penulis favoritku. Aku senang dengan novel beliau yang berjudul Cupiderman 3. Novel lucu pertama yang berhasil membuat ku menitikkan air mata :’(
08:25 AM

Pagi mulai menyapa, namun matahari masih saja bersembunyi. Pagi ini aku memulai hari dengan shalat subuh dan kultum. Habis itu, kami dibagi 11 kelompok. Berjalan dan terus berjalan hingga tibalah kami di tepi kolam renang. Kami disuruh merangkai kata, menyelaraskan irama, menyesuaikan suara, membentuk sebuah yel-yel. Dan tibalah kami untuk tampil. Senang :D. Setelah itu, rupanya sesi pemotretan. Banyak lokasi pengambilan gambar. Tempat si rusa, si buaya, banyak juga yang berlatar belakang danau kecil di depan umum.hal yang paling menyenangkan hanyalah satu. Akhirnya, aku bisa foto bersama idolaku, kak S. Gegge Mappangewa. 

Secarik Doa Ku


Kala itu..
Hujan seakan memberontak di luar sana
Dingin mulai menyapa
Di balik angin yang meniup tirai-tirai jendela

Malam sedang menangis
Menangisi ku..
Kalian..
Kita.. kira ku

Hati yang tiada malu mengeluh kepada-Nya
Dia.. Yang Maha Mendengar..
Mendengar rintihan hati kecil ku..
Ingin terus ku sujudkan kening ini
Agar hati senantiasa damai

Damailah hati ku..
Mengapa risau?
Allah Maha Mengetahui.. Maha Penyayang..

Rabb..
Kami hanya memohon kepadaMu
Kami hanya bergantung kepadaMu
Kami sadar.. Khilaf  yang membutakan kami

Maafkan Ya Rabb.. Ampuni Ya Rabb..

Mohon jadikan kami pribadi yang Istiqamah
Sejatinya hanya mencari ridho dan rahmat-Mu..

Ya Rahman.. Ya Rahim..

Rabu, 11 Januari 2012

Mungkinkah...?


Itu  judul  lagu. Dipopulerkan oleh Stingky pada era-90an (kayaknya).  Yaah, lagi kangen aja sama sahabat-sahabat ku yang nun jauh disana, dimana antara aku dan mereka dipisahkan oleh jarak dan waktu. Tapi, kenangan bersama mereka tidak akan pernah aku lupakan! Ehm, ini lagu dipersembahkan  untuk SEMUA sahabat yang pernah mengisi hari-hari ku yang awalnya polos tanpa warna menjadi seperti pelangi. Terima kasih atas semua memori yang tercipta, you and me never end! Hehehe. . .

Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasih ku
Tak kan ku lupakan dirimu

Begitu beratnya.. kau lepas diriku..
Sebut nama ku jika kau rindukan aku
Aku akan datang..

Mungkinkah kita kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan ku peluk erat bayang mu
Tuk melepaskan semua kerinduan ku


Lambaian tangan mu iringi langkah ku
Terbesit tanya di hati ku
Akan kah dirimu kan tetap milikku
Saat kembali di pelukan ku

Kau ku sayang
Selalu ku jaga
Tak kan ku lepas selamanya

Hilangkan lah keraguan mu
Pada diriku
Di saat ku jauh dari mu


So sweet :’) jadi terharu. (lebay). Semoga di luar sana, kita bisa bertemu lagi suatu saat dan mengukir lembar-lembar baru yang lebih menyenangkan. I wish we have another time, I wish we have another place. Miss you guyz :’*

Catatan di Atas Petol : anak polos


Suatu hari, seperti biasanya, aku pulang kuliah menggunakan jasa angkot atau yang ngetrend disapa Petol di kalangan teman2 ku waktu SMA dulu. Di pintu II UNHAS, aku menunggu mobil  ke Sudiang. Sebuah mobil yang tidak terlalu penuh berhenti di depan ku. Aku mengambil tempat di belakang kursi pak supir. Mobil melaju dengan kecepatan yang biasa-biasa saja.
            Mobil itu lalu berhenti di depan Rumah Sakit Daya untuk mengambil penumpang. Tidak lama kemudian, naiklah seorang ibu yang nampak masih muda dengan anak perempuannya yang masih menggunakan seragam TK. Lucu. Rambutnya dikuncir ke kiri dan kanan menampakkan dengan jelas kulitnya yang putih. Mobil pun mulai melaju lagi.
            Suasana hening. Tiba-tiba anak itu nyeletuk dengan suara seraknya, “Daadaa nenek, semoga cepat sembuh ya!”, mendengar kata-kata itu, aku langsung melirik ke arahnya. Ibunya pun tersenyum-senyum  melihat tingkah anaknya itu. Betapa polos anak itu! :’) aku jadi teringat sama nenek. Aku juga dulu sangat polos. Aku sering bermain dengan nenek ku. Ku ajak nya bermain rumah-rumahan, aku juga sering sekali meminta uang untuk membeli puzzle. Aiiih, kenangan  masa kecil ku yang selalu saja mampu membuat ku senyum-senyum sendiri. Selama perjalanan sampai aku masuk ke kamar dan membuka laptop, aku terus terngiang kepolosan anak kecil yang entah bernama siapa. Cukuplah aku mengingat tingkah nya yang menggemaskan!