Bercermin di kisah ku sebelumnya,
aku jadi ingin menceritakan tentang dua orang yang senang sekali mengganggu ku,
sekaligus menghibur dan mungkin menyayangi ku hehehe GR sedikit tak apa. Mereka
telah mengikuti kisah drama ku sejak masih mengenakan seragam putih-biru. Sebut
saja mereka ibu peri 1 dan ibu peri 2. Wkwkwk..
Ibu peri 1. Ku sebut pertama,
karena dia adalah teman pertama yang aku kenal ketika masuk di kelas VII-1 di
SMP. Aku duduk di belakang nya. Ketika itu kami berkenalan. Dan lama kelamaan
kami sering bersurat-suratan. Kami menjadi sahabat akrab. Kita samarkan saja namanya
dengan JATUH. Aku yakin, kata ‘jatuh’ itu akan mengingatkan sesuatu untuknya.
Hahahaha *tertawa licik!
Ibu peri 2. Ku sebut kedua, bukan
karena dia orang kedua yang ku kenal. Tapi, orang kedua yang menjadi sahabat
pena ku. Kami juga sering surat-suratan. Kami tambah akrab ketika 2 tahun
sebangku berdua. Ditambah 1 tahun lagi waktu SMA. Hahaha. Aku ingin samarkan
namanya dengan... hmm, apa ya? Mungkin CHUBBY saja. Oops, jangan marah kamu!
Aku Cuma berzanda. Hihihi *tertawa ala kunti!
Karena mereka berdua adalah ibu
peri, berarti aku adalah Lala. *ingat sinetron jadul Bidadari. Hahahaha.
Kami bertiga tidak terpisahkan dari
kelas 1 SMP-kelas 3 SMA. Lama sekali kan. Saat itu pula, aku bukannya dibantu
oleh kedua ibu peri itu, tapi malah dijahili. Sering sekali malah. Dibuatkan
lagu aneh bin seriosa. Membuat ku merinding mendengarnya. Ada lagi, lagu kilat
tapi sebenarnya aku suka lagu itu. kalo tidak salah gini nih lagunya...
“KaPan... KaPaaaaa..aaaan..ada di ipa duaa.. Kapan..Kapaaa...aaan ada di ipa duaa...
mungkiiin jugaaa...aaaa...ada di spuluh satuuuu” lagu macam apa itu ┐(˘_˘)┌
hmm...
Setelah setahun tak mendengar
lagu itu, kemarin mereka berdua mendendangkannya lagi. Hooaahhh... awas saja
kalo kalian menciptakan lagu aneh bin ajaib.. lagi dan lagi..