Senin, 21 Mei 2012

Ibu Peri Kurang Kerjaan, Tapi Aku Sayang Mereka *\(^o^)/*


Bercermin di kisah ku sebelumnya, aku jadi ingin menceritakan tentang dua orang yang senang sekali mengganggu ku, sekaligus menghibur dan mungkin menyayangi ku hehehe GR sedikit tak apa. Mereka telah mengikuti kisah drama ku sejak masih mengenakan seragam putih-biru. Sebut saja mereka ibu peri 1 dan ibu peri 2. Wkwkwk..

Ibu peri 1. Ku sebut pertama, karena dia adalah teman pertama yang aku kenal ketika masuk di kelas VII-1 di SMP. Aku duduk di belakang nya. Ketika itu kami berkenalan. Dan lama kelamaan kami sering bersurat-suratan. Kami menjadi sahabat akrab. Kita samarkan saja namanya dengan JATUH. Aku yakin, kata ‘jatuh’ itu akan mengingatkan sesuatu untuknya. Hahahaha *tertawa licik!

Ibu peri 2. Ku sebut kedua, bukan karena dia orang kedua yang ku kenal. Tapi, orang kedua yang menjadi sahabat pena ku. Kami juga sering surat-suratan. Kami tambah akrab ketika 2 tahun sebangku berdua. Ditambah 1 tahun lagi waktu SMA. Hahaha. Aku ingin samarkan namanya dengan... hmm, apa ya? Mungkin CHUBBY saja. Oops, jangan marah kamu! Aku Cuma berzanda. Hihihi *tertawa ala kunti!

Karena mereka berdua adalah ibu peri, berarti aku adalah Lala. *ingat sinetron jadul Bidadari. Hahahaha. Kami  bertiga tidak terpisahkan dari kelas 1 SMP-kelas 3 SMA. Lama sekali kan. Saat itu pula, aku bukannya dibantu oleh kedua ibu peri itu, tapi malah dijahili. Sering sekali malah. Dibuatkan lagu aneh bin seriosa. Membuat ku merinding mendengarnya. Ada lagi, lagu kilat tapi sebenarnya aku suka lagu itu. kalo tidak salah gini nih lagunya... “KaPan... KaPaaaaa..aaaan..ada di ipa duaa.. Kapan..Kapaaa...aaan ada di ipa duaa... mungkiiin jugaaa...aaaa...ada di spuluh satuuuu” lagu macam apa itu ┐(˘_˘)┌ hmm...

Setelah setahun tak mendengar lagu itu, kemarin mereka berdua mendendangkannya lagi. Hooaahhh... awas saja kalo kalian menciptakan lagu aneh bin ajaib.. lagi dan lagi..

Nostalgi(l)a = Cermin perubahan


Hai!
Kau tahu, saat ini perasaan ku tidak enak. Tadinya aku serasa mual dan sakit kepala. Sesak tiba-tiba saja menyerang, sepertinya nafas ku tengah berdesak-desakan di kerongkongan ku. Lama-kelamaan aku lunglai, aku ingin terkulai. Ada apa dengan ku? Ada apa dengan ku? Itu saja yang ku pikirkan saat itu. Aku tidak bisa lagi berkata-kata. Lalu, aku merenung, apa yang telah ku lakukan sehingga membuat ku seperti ini? Aku galau dan gelisah tak karuan.

Semenit.. semenit setengah menit.. Hah! Ternyata aku belum  makan dari pagi. Aku terkena sindrom lapar akut stadium 4. Ya, aku belum makan jadi aku lapar ~_~a

Sudahlah, bukan itu yang ingin aku bahas saat ini. Anggap saja sebuah intermezzo belaka. Mari kita kembali ke topik yang sebenarnya.

Kemarin, aku kembali menginjakkan kaki di tanah tempat ku menciptakan kenangan bersama mereka, teman seperjuangan ku selama tiga tahun. Aku kembali menampakkan wajah di hadapan mereka yang menjadi pembimbing ku, menjadi orang tua di rumah kedua ku. Aku kembali berteduh di bawah atap panjang yang mampu menaungi kami sekeluarga besar. Tempat yang selalu ku beri nama Sekolah, SMA Negeri 1 Maros. Kata-kata yang agak berlebihan, tapi begini lah adanya.

Menapaki gerbang nya, entah kenapa hawa-hawa setahun, 2 tahun, 3 tahun yang lalu kembali menyeruak di benak ku. Aku seperti masuk ke portal masa lalu. Aku memakai seragam putih-kuning kotak-kotak. Sekeliling ku pun menggunakan seragam demikian. Namun, bayangan itu hilang seiring tepukan seseorang di pundak ku. Ya, di hadapan ku ada mereka, ada kalian sobat. Aku rindu kalian :’)

Aku senang menghadiri acara-acara reunian seperti ini, walaupun menjadi tamu tak diundang. Hehehe. Kenapa aku senang? Karena aku bisa tahu perkembangan apa saja yang dihadapi oleh teman-teman ku pasca meninggalkan bangku SMA ini. Banyak hal yang bisa membuat ku sadar melalui acara ini. seiring waktu, banyak perubahan yang akan terjadi. Sikap, pribadi, atau pun fisik. Mereka semua tambah dewasa, tambah cantik dan gagah. Hehehe. Aku serius. Satu hal yang mengesan kan bagi ku adalah perkembangan drastis dari seorang teman ku yang aku tahu bagaimana dia dari awal. Sebut saja noname. Dulunya dia tidak terlalu bagaimana, sering bolos dan suka sekali mengganggu teman-teman lain. Kau tahu yang ku lihat kini. Dia menjadi ‘seseorang’, seseorang yang patut dibanggakan dengan seragam nya. Awalnya aku terkejut. Tapi, aku mulai sadar. Aku yakin dia mempunyai kemauan untuk mewujudkan cita-cita yang besar, sehingga dia menjadi seperti sekarang ini. ah, aku tidak tahu kelanjutannya, yang jelas aku tidak menyangka dia akan seperti itu. bukan hanya aku, tapi juga teman-teman ku yang lain  berpikiran sama seperti ku.

Nah, tidak hanya itu. Banyak hal yang berubah dari mereka. Teman-teman ku lebih fashionable, itu sangat menyenangkan. Mereka juga lebih bersikap sebagaimana mestinya. Mereka yang dulunya cuek, sekarang sudah mulai mencoba terjun di dunia berbeda. Peningkatan yang besar bukan?

Aku iri dengan mereka. Melihat pernyataan ku tadi, aku hanya seperti seorang peneliti. Ya, aku memang hanya pemerhati, bukan pelaku. Karena aku tidak fashionable, belum dewasa, dan masih belum PD. Aku ingin belajar banyak dari mereka, melalui cerita-cerita yang selalu mereka utarakan kepada ku. Aku rasa itu bisa menjadi motivasi untuk diriku pribadi. Mari berubah demi kebaikan, kawan!

Dia tak sadarkan diri juga!


Gawat! Apa yang harus aku lakukan? Dia tak sadarkan diri sejak 3 tahun yang lalu. Telah berbagai cara aku lakukan, tapi dia tetap mengatup mata. Hei kau, sadarlah! Sudah lama sekali kau tidur! Tak bosankah kau berdiam disana?!

Apa yang harus aku lakukan agar kau sadar? Aku tidak tahu..

Banyak hal telah ku lakukan. Semua demi menyadarkan mu. Aku duduk di samping mu sambil membacakan kisah drama romantis kesukaan mu, tapi kau masih terdiam. Aku menyanyikan lagu kenangan kita, kau masih tenggelam dalam hening. Sadarlah, ku mohon!

Apa yang membuat mu tak juga sadarkan diri sedangkan banyak hal gila telah ku lakukan untuk menyadarkanmu? Apa yang membuat mu betah membiarkan ku memainkan naskah drama yang tak membuat mu bangun dari tidur panjang mu?

Rabb..
Ku mohon sadarkan dia. Bangunkan dia dari tidurnya. Aku tak kuasa melihatnya terbujur kaku di sudut hati ku. Aku ingin dia sadar. Aku ingin dia  tahu.

Rabb.. 
Aku hanya ingin dia sadar, pun ketika dia menjadi amnesia dan tak mengenal ku, itu tidak menjadi masalah. Mungkin hanya secuil sakit yang akan aku rasakan, yang lama-kelamaan (mungkin) akan berlalu jua.

Selasa, 01 Mei 2012

Catatan di Atas Motor : Ada yang Aneh dengan ku?

Pukul 15.00. Sayup-sayup angin sore bertiup di sepanjang perjalanan ku. Matahari sangat mendukung ku untuk pulang cepat hari itu. Tumben -_- tidak mungkin lah aku tidak pulang dengan riang gembira #pikiran mahasiswa yang mempunyai banyak tugas lho, bukan buat happy-happy -_-

Setengah perjalanan telah ku lewati. Ku lirik meteran bensin, hmm... dia sudah teriak untuk diisi. Oke!

Ku lajukan motor menuju pom bensin terdekat. Tiba disana, ternyata banyak yang antri. Sepertinya cuma aku yang memakai jilbab, alias cewek. Huft.. Aku mematikan mesin dan mendorong motor menuju kakak-kakak yang sedang sibuk dengan selang bensinnya. Step.. Step.. Selesai! Aku mendorong lagi motor ku menjauhi antrian di belakang ku. 'Bruk.!' aku tidak sengaja menabrak orang yang berjalan di depan ku. 'Eits!' katanya. Sontak saja aku meminta maaf kepadanya. Dia membalas dengan senyum. Alhamdulillah dia tidak marah. Syukurlah!

Ketika bersiap-siap menyalakan mesin motor, seorang Ibu bercadar menggendong seorang anak yang berjilbab, lucu sekali, melihat ke arah ku. Ku lihat dari matanya yang menyipit, dia tersenyum kepada ku. Segera saja aku membalasnya senyumnya. Motor ku lajukan dengan santai. Dari kaca spion, aku melihat Ibu tadi masih saja melihat ku sampai hilang dari pandangan.

Selama perjalanan aku berpikir, kenapa ibu itu tersenyum melihat ku ya? Sampai-sampai dia melihat ku hilang dari pandangan. Adakah yang aneh dengan ku? Hiks... Hiks... Apakah dia berpikir aku terlihat seperti anak kecil yang mengendari motor? Hiks... Hiks... Tapi lucu kan ^_^v hahaha #narsis yang teramat dalam.