Mereka bertemu lagi.
Tentunya di dunia maya. Mereka tidak mungkin bertemu saat ini, karna jarak yang
terlampau jauh. Jauuh sekali. Dan malam ini, mereka dipertemukan dalam suatu
percakapan singkat, namun ‘bermakna’. Selanjutnya, bisakah kita menyebut mereka
‘Galih’ dan ‘Ratna’ ? mengerti kan :) ?
Disinilah Ratna, yang
memulai dengan sapaan. Salam yang dirangkaikan deng kata-kata yang casual
seperti orang yang lama tak berjumpa, “apa kabar?”. Galih, seseorang yang
ditanya pun menjawab salam diiringi kata “baik”. hanya itu. “baik”. Ratna masih
menunggu kalimat yang akan menyusul berikutnya. Kau tau apa yang
ditunggu-tunggunya?
Ratna merasa sedikit
kecewa. Dia berharap, “kamu apa kabar?”, akan menjadi kalimat setelah kata
“baik” itu. namun, nihil. Ratna tidak ingin obrolan yang begitu ‘langka’
terhenti begitu saja. Dia pun melanjutkan, “mengapa kau tidak pernah membalas
pesan ku?”. tidak lama Galih menjawab, “maaf, aku tidak sempat melihatnya”. Aku tau, kau sangat sibuk! Gumam Ratna,
lalu dia menjawab, “tidak apa-apa”. Ratna mengakhiri obrolan.
Kau tau perasaan Ratna
saat itu?
Kau pikir dia akan
marah? Kau pikir dia akan kecewa? Kau pikir dia akan sedih?
Tidak! Sama sekali
tidak!
Dia senang. Sangat
sangat senang. Ratna berpikir, akhirnya dia membalas pesannya. Tidak disangka,
Galih melanjutkan obrolan yang disangka Ratna telah selesai. “sudah libur?”,
katanya. Ratna tersenyum, dia senang sekali. “ya, kamu?”. Tidak lama kemudian,
Galih menjawab, “ya”. Ratna pun kembali bertanya, “jadi kamu sudah balik?”. Dia
harap-harap cemas menanti jawabnya. “belum”, kata Galih. Ratna merasa sangat
sedih. Ternyata dia belum kembali. Obrolan pun benar-benar berakhir saat itu
juga.
Sesaat Ratna tertegun.
Dia sedikit kecewa karena Galih tidak menanyakan kabarnya. Aaah, apa dia lupa? Apa dia tidak ingat? Tentu Ratna tidak
berharap jika jawabannya adalah dia
sudah tidak peduli lagi kepadanya. Apakah
tidak secuil saja dia ingin tau kabar tentang ku? tidakkah dia ingin tau apa
yang telah terjadi padaku? Walaupun aku akan berkata baik-baik saja sedangkan
aku tidak sedang baik-baik saja. Ya, dia tidak. Kalau begitu, apalah arti
Ratna bagi Galih?
Sepertinya tidak ada!
Ratna lalu merenung
dan bertanya dalam hati, haruskah aku
pergi? Tapi, aku tidak mau meninggalkannya. Aku tau, kau sedang memikirkan
seseorang yang lain, tapi bisakah aku sedikit mengambil peran di kehidupan mu?
Sedikit saja. Menjadi orang yang kau butuhkan? Walaupun kau hanya mengingat ku
ketika kau butuh? Bisakah?
Disana, dia merasa
sepi memikirkan jawaban dari pertanyaan yang ia buat sendiri. Sungguh membuat
dia jadi pusing. Setidaknya dia sangat senang, dia kembali berbincang dengan
orang yang disayanginya, walau hanya di dunia maya.
Terkadang, ada kisah
‘Galih dan Ratna’ yang lain, namun sangat miris, seperti ini.. yaa, kisah ini..
Cuma fiksi kok :3 hahaha semoga kisah teman-teman menyenangkan dan
tentunya tidak seperti ‘Galih dan Ratna’ gadungan di atas ;)