Hai!
Kau tahu, saat ini perasaan ku
tidak enak. Tadinya aku serasa mual dan sakit kepala. Sesak tiba-tiba saja
menyerang, sepertinya nafas ku tengah berdesak-desakan di kerongkongan ku.
Lama-kelamaan aku lunglai, aku ingin terkulai. Ada apa dengan ku? Ada apa
dengan ku? Itu saja yang ku pikirkan saat itu. Aku tidak bisa lagi
berkata-kata. Lalu, aku merenung, apa yang telah ku lakukan sehingga membuat ku
seperti ini? Aku galau dan gelisah tak karuan.
Semenit.. semenit setengah
menit.. Hah! Ternyata aku belum makan
dari pagi. Aku terkena sindrom lapar akut stadium 4. Ya, aku belum makan jadi
aku lapar ~_~a
Sudahlah, bukan itu yang ingin
aku bahas saat ini. Anggap saja sebuah intermezzo belaka. Mari kita kembali ke
topik yang sebenarnya.
Kemarin, aku kembali menginjakkan
kaki di tanah tempat ku menciptakan kenangan bersama mereka, teman seperjuangan
ku selama tiga tahun. Aku kembali menampakkan wajah di hadapan mereka yang
menjadi pembimbing ku, menjadi orang tua di rumah kedua ku. Aku kembali
berteduh di bawah atap panjang yang mampu menaungi kami sekeluarga besar.
Tempat yang selalu ku beri nama Sekolah, SMA Negeri 1 Maros. Kata-kata yang
agak berlebihan, tapi begini lah adanya.
Menapaki gerbang nya, entah
kenapa hawa-hawa setahun, 2 tahun, 3 tahun yang lalu kembali menyeruak di benak
ku. Aku seperti masuk ke portal masa lalu. Aku memakai seragam putih-kuning
kotak-kotak. Sekeliling ku pun menggunakan seragam demikian. Namun, bayangan
itu hilang seiring tepukan seseorang di pundak ku. Ya, di hadapan ku ada
mereka, ada kalian sobat. Aku rindu kalian :’)
Aku senang menghadiri acara-acara
reunian seperti ini, walaupun menjadi tamu tak diundang. Hehehe. Kenapa aku
senang? Karena aku bisa tahu perkembangan apa saja yang dihadapi oleh
teman-teman ku pasca meninggalkan bangku SMA ini. Banyak hal yang bisa membuat
ku sadar melalui acara ini. seiring waktu, banyak perubahan yang akan terjadi.
Sikap, pribadi, atau pun fisik. Mereka semua tambah dewasa, tambah cantik dan
gagah. Hehehe. Aku serius. Satu hal yang mengesan kan bagi ku adalah
perkembangan drastis dari seorang teman ku yang aku tahu bagaimana dia dari
awal. Sebut saja noname. Dulunya dia tidak terlalu bagaimana, sering bolos dan
suka sekali mengganggu teman-teman lain. Kau tahu yang ku lihat kini. Dia
menjadi ‘seseorang’, seseorang yang patut dibanggakan dengan seragam nya.
Awalnya aku terkejut. Tapi, aku mulai sadar. Aku yakin dia mempunyai kemauan
untuk mewujudkan cita-cita yang besar, sehingga dia menjadi seperti sekarang ini.
ah, aku tidak tahu kelanjutannya, yang jelas aku tidak menyangka dia akan
seperti itu. bukan hanya aku, tapi juga teman-teman ku yang lain berpikiran sama seperti ku.
Nah, tidak hanya itu. Banyak hal
yang berubah dari mereka. Teman-teman ku lebih fashionable, itu sangat
menyenangkan. Mereka juga lebih bersikap sebagaimana mestinya. Mereka yang
dulunya cuek, sekarang sudah mulai mencoba terjun di dunia berbeda. Peningkatan
yang besar bukan?
Aku iri dengan mereka. Melihat pernyataan ku tadi, aku
hanya seperti seorang peneliti. Ya, aku memang hanya pemerhati, bukan pelaku.
Karena aku tidak fashionable, belum dewasa, dan masih belum PD. Aku ingin
belajar banyak dari mereka, melalui cerita-cerita yang selalu mereka utarakan
kepada ku. Aku rasa itu bisa menjadi motivasi untuk diriku pribadi. Mari
berubah demi kebaikan, kawan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar