Rabu, 11 Januari 2012

Catatan di Atas Petol : anak polos


Suatu hari, seperti biasanya, aku pulang kuliah menggunakan jasa angkot atau yang ngetrend disapa Petol di kalangan teman2 ku waktu SMA dulu. Di pintu II UNHAS, aku menunggu mobil  ke Sudiang. Sebuah mobil yang tidak terlalu penuh berhenti di depan ku. Aku mengambil tempat di belakang kursi pak supir. Mobil melaju dengan kecepatan yang biasa-biasa saja.
            Mobil itu lalu berhenti di depan Rumah Sakit Daya untuk mengambil penumpang. Tidak lama kemudian, naiklah seorang ibu yang nampak masih muda dengan anak perempuannya yang masih menggunakan seragam TK. Lucu. Rambutnya dikuncir ke kiri dan kanan menampakkan dengan jelas kulitnya yang putih. Mobil pun mulai melaju lagi.
            Suasana hening. Tiba-tiba anak itu nyeletuk dengan suara seraknya, “Daadaa nenek, semoga cepat sembuh ya!”, mendengar kata-kata itu, aku langsung melirik ke arahnya. Ibunya pun tersenyum-senyum  melihat tingkah anaknya itu. Betapa polos anak itu! :’) aku jadi teringat sama nenek. Aku juga dulu sangat polos. Aku sering bermain dengan nenek ku. Ku ajak nya bermain rumah-rumahan, aku juga sering sekali meminta uang untuk membeli puzzle. Aiiih, kenangan  masa kecil ku yang selalu saja mampu membuat ku senyum-senyum sendiri. Selama perjalanan sampai aku masuk ke kamar dan membuka laptop, aku terus terngiang kepolosan anak kecil yang entah bernama siapa. Cukuplah aku mengingat tingkah nya yang menggemaskan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar