Kamis, 01 Agustus 2013

Dia LUCU sekali



Sangat.. sangat.. lucu. Dan pengertian. Aah, dia mengerti sekali kalau aku ingin sekali bertemu. Tapi kenapa seakan-akan hanya aku yang ingin bertemu, dia tidak? Sedihnya :’( ini sudah setahun kami tidak bertemu. Dua bulanan juga dia tidak ada, tidak kasi kabar, atau pun hanya MC. Aku kira dia menghilang. Hilang! Tidak akan pernah datang lagi. Walaupun kadang masih berharap dia datang, tapi aku mencoba untuk selalu menepis segala macam penyakit hati, nyesek lah, sakit hati lah, kecewa lah, dan lain sebagainya. Aku mencoba menepis. Dua bulanan itu, waktu yang tidak cukup ternyata. Tapi aku berpikir, selama dia tidak pernah muncul, sepertinya akan baik-baik saja.

Yang benar saja. Dia tiba-tiba muncul dan menanyakan kabar. Ya Allah, ada apa dengan dia? Kenapa dia muncul lagi? baiklah, aku menganggap itu formalitas pertemanan. Ya, aku yakin itu. aaaah, kenapa kau datang setelah berbulan-bulan tidak ada kabar? Ingin sekali aku bertanya, kemana saja kau? Kenapa kau muncul lagi? bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi selama 2 bulan ini kau menghilang? Kau kemana? Tapi entah kenapa di balik kecewa ku itu, terselip rasa senang dan batin yang berucap “dia masih mengingat ku ternyata”. Tampak jelas ketidakkonsistenan ku. aku juga kecewa dia datang begitu saja tanpa berucap kata maaf. Maaf, karena baru kasi kabar. Maaf, selama ini tidak mengabari. Maaf…… maaf…….. maaaaf……..

Dia tidak peduli aku peduli padanya. Setelah menghilang kabarnya dua bulanan, kemudian dia datang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, apakah dia menganggap ini hanya sebuah lelucon?

Apakah aku senang dia datang lagi? Ya. Aku amat sangat senang. Ternyata dia masih mengingat ku. Tapi, apakah aku sedih? Ya. Aku juga amat sangat sedih. Dia datang begitu saja, pergi begitu saja, sesuka hatinya, tanpa memikirkan akan bagaimana aku. Entahlah. Aku bingung bersikap.

Lihat, dia lucu kan? Saking lucunya, aku sampai ingin menangis. LOL sekali. Sampai-sampai aku tertawa sendiri jika memikirkannya. Menertawakan kebodohan ku yang masih saja mengharapkan dia datang. Datang untuk apa? Untuk memberikan kesakitan? Untuk memberikan kebahagiaan?

Yaa.. nda papa sih, udah biasa :’D jadi udah kebal X’’’(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar