Sangat..
sangat.. lucu. Dan pengertian. Aah, dia mengerti sekali kalau aku ingin sekali
bertemu. Tapi kenapa seakan-akan hanya aku yang ingin bertemu, dia tidak?
Sedihnya :’( ini sudah setahun kami tidak bertemu. Dua bulanan juga dia tidak
ada, tidak kasi kabar, atau pun hanya MC. Aku kira dia menghilang. Hilang!
Tidak akan pernah datang lagi. Walaupun kadang masih berharap dia datang, tapi
aku mencoba untuk selalu menepis segala macam penyakit hati, nyesek lah, sakit
hati lah, kecewa lah, dan lain sebagainya. Aku mencoba menepis. Dua bulanan
itu, waktu yang tidak cukup ternyata. Tapi aku berpikir, selama dia tidak
pernah muncul, sepertinya akan baik-baik saja.
Yang benar
saja. Dia tiba-tiba muncul dan menanyakan kabar. Ya Allah, ada apa dengan dia?
Kenapa dia muncul lagi? baiklah, aku menganggap itu formalitas pertemanan. Ya,
aku yakin itu. aaaah, kenapa kau datang setelah berbulan-bulan tidak ada kabar?
Ingin sekali aku bertanya, kemana saja kau? Kenapa kau muncul lagi? bisakah kau
menjelaskan apa yang terjadi selama 2 bulan ini kau menghilang? Kau kemana?
Tapi entah kenapa di balik kecewa ku itu, terselip rasa senang dan batin yang
berucap “dia masih mengingat ku ternyata”. Tampak jelas ketidakkonsistenan ku.
aku juga kecewa dia datang begitu saja tanpa berucap kata maaf. Maaf, karena
baru kasi kabar. Maaf, selama ini tidak mengabari. Maaf…… maaf…….. maaaaf……..
Dia tidak
peduli aku peduli padanya. Setelah menghilang kabarnya dua bulanan, kemudian
dia datang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, apakah dia menganggap ini hanya
sebuah lelucon?
Apakah aku
senang dia datang lagi? Ya. Aku amat sangat senang. Ternyata dia masih
mengingat ku. Tapi, apakah aku sedih? Ya. Aku juga amat sangat sedih. Dia
datang begitu saja, pergi begitu saja, sesuka hatinya, tanpa memikirkan akan
bagaimana aku. Entahlah. Aku bingung bersikap.
Lihat, dia
lucu kan? Saking lucunya, aku sampai ingin menangis. LOL sekali. Sampai-sampai
aku tertawa sendiri jika memikirkannya. Menertawakan kebodohan ku yang masih
saja mengharapkan dia datang. Datang untuk apa? Untuk memberikan kesakitan?
Untuk memberikan kebahagiaan?
Yaa.. nda
papa sih, udah biasa :’D jadi udah kebal X’’’(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar