Minggu, 11 Agustus 2013

Sekian Detik yang Lalu



“Hei Conan. Benarkah manusia bisa berubah? Perasaan manusia yg terpisah jauh. Pedih sekali ya kalau cuma menunggu?” -Ran Mouri

Benar kata Ran. Pedih sekali ya kalau Cuma menunggu. Menunggu seseorang yang entah datang entah tidak. Tapi dalam hal ini, seperti yang kita tau, kalau Conan sebenarnya adalah Sinichi yang dari dulu dinantikan Ran. Tapi Ran tidak tau sebenarnya orang yang dia tunggu selalu ada di dekatnya :’) bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi Ran yang selalu menunggu Sinichi? Apakah dalam perkataan itu Ran sedang membicarakan perasaannya kepada Sinichi yang akan berubah? Bukan, ran sedang menanyakan kepada Conan tentang perasaannya. Katanya perasaan orang yang terpisah jauh akan berubah, benar? Tapi kenapa ran masih selalu menunggunya? Kenapa perasaan Ran tidak sedikitpun berubah, padahal Sinichi sudah tidak pernah Nampak di pandangannya.

Bagaimana dengan ku?

Aku? Memangnya aku kenapa, aku tidak sedang menunggu -_- memang nya aku menunggu siapa kalo aku sedang menunggu. Tidak. Aku tidak menunggu siapa-siapa. Aku tidak  punya perasaan yang sedang terpisah jauh -_- siapa? Perasaan apa? Tidak ada kok. Aku BAIK-BAIK SAJA. Aku yakin.

Kalaupun ada, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Kalaupun aku menunggu seseorang, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Itu dulu. Dulu. Sekian detik yang lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar