Hai blog,
hai coklat!
Merindukan
ku? tentu saja J. Aku tau, kaulah, blog, yang akan
selalu merindukan ku, merindukan kepingan cerita untuk kubagi bersamamu di saat
‘mereka’ berada di dunia nya masing-masing. Kau, blog, yang selalu merindukan
rintih-rintih kisah ku yang memuakkan itu. Ya, itu kau, blog, yang selalu
menanti tanda titik dua tutup kurung di akhir syair-syair hidup yang ku
ceritakan padamu.
Akhir-akhir
ini, aku akui kalau aku sangat malas menulis. Tidak ada inspirasi. Rasanya
bosan sekali. Mungkin inilah yang biasa disebut titik jenuh seorang penulis.
Tsaaaah penulis mananya -_- ehm, maksud ku hanya penulis battu-battuan kata
orang sini hehehe.
Sekarang aku
sudah ‘pulih’ dari kejenuhan itu. aku sudah punya mood buat nulis lagi.
inspirasi?? Yaa.. kadang ada kadang tidak. Seperti saat ini, sebenarnya aku
tidak punya inspirasi sama sekali. Tapi aku hanya melatih otak ku untuk
mengalirkan inspirasi. Kadang sementara menulis abal-abal begini, ide nulis
langsung muncul satu-satu. Cling! Cling! Cling! Haha :D kadang Cuma lewat aja.
Lupa dicatat dan aku akan lupa apa yang ingin aku tulis tadi. Aku akan mulai
menulis lagi. tapi aku ingin berganti genre. Kalau di flash back, tulisan ku
ini hanya berisi kisah klasik yang ingin ku lupakan saja :’) super duper syahdu
dan mellow banget kan! Pft -,- nggak lagi deh. Tapi nggak janji :D
Hmm, aku
ingin bercerita tentang… hehehe… tentang ‘you know who’. Tentang Lord
Voldemort. Someone who we can’t say his name. Kita sebut saja dia Voldemort.
Aku bertemu dengan voldemort beberapa hari yang lalu. Itu pertemuan pertama
kami di tahun ini. Jangan tanyakan sejak tahun berapa kami bertemu karena itu
rahasia. Bertemu voldemort bagi Harry Potter adalah hal yang yang membuat nya jeger-jeger!
Sama dengan ku. tiap membaca voldemort, berhentilah memikirkan lord voldemort
yang asli dalam film Harry Potter itu, karena ‘voldemort’ ku lebih lebih lebih
baik dari nya. Lebih manis juga.
The words I
can say to imagine our meeting is. . . AMAZING! And really lovely :3 eventhough
voldemort was so different, calm, and cool like an ice or polar bear haha just
kidding. There’s something different from him. What about me? Do I feel
different too? Will my feeling change? I think not. But, I’ll never know the
present, right?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar