Aku sering merasa ada di masa lalu, pada sebuah tempat, pada sebuah
waktu, pada sebuah keadaan. Tapi Cuma sebentar. Rasanya, aku benar-benar
kembali ke waktu itu. Bukan sengaja, tapi ketika aku mencium bau parfum
tertentu, aku akan merasa sedang ‘kembali’ mengalami kejadian itu. bukan de
javu. Ini seperti telah terjadi, tapi
aku merasakannya lagi. Bisa dikatakan kebalikan dari de javu. Mungkin, hmm…
Jadi aku simpulkan, bau parfum bisa menjadi mesin waktu kita ke masa
lalu. Bukan Cuma parfum. Lagu juga bisa. Lagu itu punya makna tersendiri dalam
irama-irama nya. Lagu yang sering aku dengar di masa lampau, akhirnya aku
dengar lagi saat ini membuat suasananya seperti aku berada di masa yang dulu
ketika aku mendengar lagu itu. aku tidak tau, apakah hanya karena waktu itu
sangat berkesan, tapi aku sangat merasakan suasana itu kembali.
Angin juga bisa jadi mesin waktu. Maksud ku angin sepoi-sepoi. Kadang
kalo pulang kuliah, aku menghirup udara dalam-dalam, dan aku langsung bergumam,
aku pernah merasakan angin ini, tepat nya pada saat SNMPTN mungkin, atau
saat-saat SMA. Entahlah. Angin itu punya semacam feel atau chemistry untuk
mengembalikan kita ke masa lalu.
Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa membuat kita mengingat
kembali hal-hal yang telah terjadi,
misalnya tempat yang punya kenangan, atau benda. Tapi itu semua hanya mampu
mengingatkan kita, bukan merasakan kembali. Tempat itu mungkin saja sudah
berubah, jadi kita hanya mengingat kenangan yang ada, benda juga bisa saja
rusak, kan?! Tapi, bau, angin, dan lagu, itu bukan barang yang bisa dilihat, tapi
hanya dirasakan, yang langsung menyeruak ke benak kita. Coba saja! Misalnya,
waktu SMP aku sering dengar lagu ADA band, album heaven of love. Dan sekarang,
aku mendengarkan nya lagi. Sambil menutup mata, sepertinya semua indera perasa
ku berubah. Mataku seperti melihat apa yang ku lihat saat mendengar lagu itu di
saat yang lalu, telinga dan hidung ku pun begitu..
Heum, mungkin aku hanya terobsesi dengan kenangan-kenangan indah ku yang
tidak ku dapatkan lagi sekarang, atau keinginan ku yang ingin merasakan
kenangan itu lagi begitu kuat, sehingga aku kadang merasakan hawa masa lalu
yang seperti nya indah sekali, membuat ku dapat merasakan nya lagi walaupun aku
telah berada di masa sekarang.
Bagaimanapun juga, kenangan itu hanya tinggal cerita. Sekarang, yang ku
lihat adalah masa depan. Masa yang akan menjadi kenangan juga. Pokoknya, think
before do it aja lah. Ntar nyesal, nggak dapat kenangan indah.
Tapi aku benci kenangan yang Cuma bisa bikin
mewek T_______________________T