Aku tidak mengerti mengapa kami dipertemukan hingga pertemuan kami
terbilang begitu singkat. Kami belum sempat saling mengenal satu sama lain.
Menyapa nya pun aku tidak sempat, begitu juga dia. Sering nya, kami hanya
saling melihat. Aku yakin kami sudah saling mengenal muka masing-masing.
“mel, ada dia!” teriak sahabat ku. Sontak aku menoleh ke arah yang
dimaksud. Ternyata DIA. Kami dipertemukan lagi. Sebelumnya kami pernah bertemu,
dan saat itu lah aku pertama kali melihatnya. Sejak saat itu, dia menjadi
trending topic pada obrolan ku bersama sahabat ku. Aku juga tahu, sahabat ku
itu menjadi anak yang sabar jika aku menceritakan tentang dia lagi dia lagi.
Aku senang sekali waktu itu karena kami bertemu lagi. Aku hampir setiap
hari melihatnya. Sekaligus hampir setiap hari cari perhatian sama dia. Hehehe anak-anak
memang gitu kok. Beneran lho, aku masih anak-anak, jadi masih belum centil kok
:p
Di hari-hari yang penuh bunga-bunga bagi ku itu, kami tidak pernah
bertegur sapa. kami tidak saling tahu nama, ceritanya kan. Tapi nyatanya aku
tahu namanya, karena aku mencari tahu. Setiap hari aku selalu menunggu untuk
bertemu dengan nya, hmm, bukan bertemu tapi hanya melihatnya. Dia memiliki
wajah yang teduh seperti angin yang menyejukkan, itu menurut ku. Tapi bagi
sahabat ku, dia biasa-biasa saja. Hehehe jelas banget kelebayan ku :p
Setiap bertemu, kami tampak saling cuek. tapi sebenarnya aku selalu perhatikan
dia dari jauh. Dan aku yakin dia pun begitu. Meski tampak nya tidak, aku yakin
dia penasaran dengan ku. Kami sudah sering tidak sengaja saling menatap, aku
menatapnya, dia menatap ku. Lama kelamaan, dia menunjukkan betapa penasarannya
dia dengan anak kecil yang menjadi secret
admirer nya. Aku sering merasa dilihat oleh dia. Tanpa sengaja aku juga
melihat dia berbalik untuk melihat ku. pernah suatu hari, aku sedang berjalan sendirian, dan dia muncul dari
belakang, lalu jalan menyusul ku.
setelah melewatiku, tiba-tiba dia berdehem. Lalu menjauh. Saat itu, aku sangat
senang. Aku yakin ‘ehm’ itu mengartikan ‘hai!’. Iyya, aku yakin, karena saat
itu kami hanya berdua. Dan dia berdehem terdengar sengaja. Huaaah, ternyata dia
benar-benar memperhatikan ku.
Sampai sekarang aku masih tidak mengerti, mengapa aku harus bertemu
dengan nya? Aku masih belum mengerti mengapa kami bertemu hanya dalam waktu
yang singkat dan belum sempat berkenalan, pun saling menyapa?
Aku dan dia akhirnya terpisah oleh jarak yang tidak mungkin aku jangkau
sebelum waktu ku. dia pergi dan aku tidak bisa berharap bisa dipertemukan lagi
saat ini. Kami terpisah dunia. Aku selalu bertanya-tanya, sesingkat ini kah
pertemuan kami? Tidak kah aku diizinkan untuk menyapa nya walau hanya sekali?
Tujuh tahun telah berlalu. Tapi wajah teduh nya masih jelas tergambar di
benakku. Semoga dia baik di alam sana. Aamiin!