Cahaya
matahari masih tersipu malu menampakkan keindahnnya dari balik awan.
Butir-butir air pun setia menyelimuti dedaunan di sekitar ku. Hujan semalam
terasa menyisakan dingin yang memaksa untuk merapatkan jaket yang ku kenakan.
Aku terduduk di anak tangga sekolah menyaksikan lalu-lalang para pelajar
berseragam. Sesaat, sinar mentari memantulkan bayangan hitam dari sosok yang
sangat aku kenal. Dan sebenarnya aku
tunggu sedari tadi. Aku menelan ludah dan segera memalingkan perhatian ke arah
yang lain.
“selamat
pagi,” suara yang terdengar ramah tiba-tiba mengusik pendengaran ku.
“selamat
pagi,” balasku dengan senyum hangat dan anggukan kecil. Dia tersenyum dan
berlalu. Aku menggigit bibir. Tuhan, kali ini dia pasti tersenyum untuk ku.
Ya, hanya untuk ku. Setelah agak lama, aku pun bergegas masuk kelas. Dengan
hati berbunga-bunga tentunya.
^^v
“Vian!”
seseorang memanggilnya dari arah bawah. Yang dipanggil segera menyahut dan
menghilang. Pandangan ku pun berpaling dari sosok yang bernama Vian, begitulah
teman-teman memanggilnya. Dia seorang peramah. Dan menurut ku, seorang pengacau
dan berkepribadian ‘ganda’, maksud ku, bagaimana mungkin dia bersikap layaknya
seorang pengacau tapi di sisi yang berbeda dia menjadi seseorang yang bijaksana.
Aneh!
Aku
jadi teringat peristiwa mengejutkan beberapa bulan yang lalu. Ketika tiba-tiba
dia memberikan aku sebungkus coklat karamel. Tidak ada yang aneh dengan itu,
hanya dia memberikan aku sementara aku tidak mengenalnya sama sekali. Mungkin
karena aku terlalu kuper dan jarang keluar kelas.
“hey,
ini buat kamu!” kata nya saat itu, sambil menyodorkan sebuah kotak terbungkus
rapi. Aku bingung dan kaget. Siapa dia? Tanya ku dalam hati. Bergantian,
ku tatap bungkusan itu dan wajahnya.
“ini
ambil!” katanya memaksa. Aku semakin bingung dan mengernyitkan kening.
“maaf,
tapi ini apa dan kenapa kamu memberinya kepadaku?”, tanyaku hati-hati, “atau
mungkin kau salah orang kalii,”
Dia
tersenyum dan meraih tangan ku, “sudah, ambil saja! Anggap ini kado
perkenalan.” Lalu dia berlalu meninggalkan ku dengan sejuta tanya yang tidak
sempat terucap. Sejak saat itu, aku jadi sedikit mengenalnya. Vian, si pemberi
coklat karamel.
^^v
*Bersambung
sampai ada inspirasi buat menyambung nya
-____-