Jumat, 19 Oktober 2012

Manusia Masa Depan!



Manusia Luar Biasa
Lirik/music: ADA band

Apa kabar kawan? Kok diam saja
Apa yang kau pikirkan untuk negeri ini?
Jangan kau menjadi pahlawan kesiangan
Jangan Cuma NATO, No Action Talk Only

Bangkitlah engkau sahabat
Kejarlah semua impian
Untuk negeri Indonesia
Yakin pada Tuhan
Sama-sama kita menjadi MANUSIA LUAR BIASA

Siapkan dirimu untuk jadi lebih baik
Jangan malu-malu yang penting PD aja
Jadilah pemenang yang pantang menyerah
Jangan lupa minta doa restu orang tua mu


armADA Masa Depan
lirik/musik: ADA band

indah persahabatan tak pernah hilang di memori ini
tertawa bersama meski selalu diiringi oleh kesedihan
penuh warna

bila telah dewasa terkadang kita kekanak-kanakan
selalu berkhayal namun melangkah dengan cita-cita yang mulia
anugerah Sang Kuasa

kitalah armADA masa depan yang akan mengukir dunia
 raih semua bintang dan tebarkan sinarnya terangi semesta

tak kan dipungkiri nanti kita akan menjadi tua
jangan dibiarkan bergulirnya waktu hanyalah memakan usia
tak jelas tujuannya

hempaskan ragu dan kegalauan
gapailah semua angan mimpi mu
cerianya hari bila tercipta mahakarya anak manusia

Gimana? Keren keren? So pasti!

Jadi, lagu-lagu kakak-kakak ADA itu tidak semuanya tentang cintaaaa mulu. Sebagai masyarakat yang cinta Tanah Air, mereka menyerukan dan memperlihatkan betapa mereka tidak hanya bermain musik, entertainer, tapi juga pelopor nasionalis. Hebat emang nih kakak-kakak kece ku *eeh -___-

Tongkat Estafet Tanah Air!



Saya membuat postingan ini atas permintaan seseorang di social network yang statusnya saya like dan dia menawarkan kepada para liker untuk meminta feedback. Dan here my words. 

Sebelumnya dia menulis status tentang seseorang yang menjadi penerus bangsa, bagaimana karakter generasi muda yang seharusnya dan tentu saja diharapkan oleh bangsa ini. Dan tentu saya mempunyai pandangan lain tentang itu.

“Menurut saya, pemuda(i) yang menjadi penerus bangsa, yang menjadi harapan rakyat, yang menjadi tongkat estafet bagi pembangunan Negara ini, adalah mereka yang cinta tanah air. Jika mereka cinta, maka apapun akan dilakukan untuk menjaga agar yang dicintainya menjadi lebih baik. Dengan belajar mencari tau, belajar dari pengalaman, belajar dari sejarah maka kita bisa menjadi bangsa yang rate pembangunannya meningkat. Cinta Tanah Air, yakni dengan menanamkan sifat nasionalis, religious, dan yang menjadi ciri khas Indonesia yakni sikap kegotong-royongan, maka Indonesia tentu dapat mewujudkan sila tiga dalam Pancasila, Persatuan Indonesia. Oleh karena itu, semboyan Negara kita menuntut adanya rasa persaudaraan, kebersamaan, solidaritas, dan toleransi terhadap keberagaman budaya, bahasa, dan suku yang ada di Indonesia.

Harapan bangsa, tentu saja sejahtera, aman, dan ‘merdeka’. Pemuda harapan bangsa ya seharusnya yang bisa mewujudkan itu. Tidak gampang? Memang. Segalanya butuh proses. Dan proses yang lebih baik dimulai dari kanak-kanak, sebagai calon pemuda(i). Bangsa ini butuh generasi yang cerdas, sehat, bijak, dan tentu bertaqwa. Akhir-akhir ini, bangsa kita seolah memperlihatkan banyaknya keterpurukan moral yang menyebabkan kerusakan sehingga merugikan masyarakat. Apalagi kasus yang kunamakan, ‘invisible crime’, kriminal tidak terlihat. Tau kan ya, yang sering di TV itu lho. Maka dari itu, mungkin yang mesti kita lakukan adalah membangun pribadi yang lebih baik, mengajak orang-orang untuk lebih baik, dan menyerukan kebaikan. Otomatis benih-benih cinta kita kepada Bumi Pertiwi ini akan tertanam dengan sendirinya, bukan Cuma dalam diri kita tapi seluruh masyarakat di Indonesia. Selain itu, belajar, belajar, dan teruslah belajar.”

Kata-katanya pa’… mantaf tingkat internasional nggak nih?! eh, baru pertama kali lho aku bikin postingan kayak gini. Biasanya kan kebanyakan menjurus ke curcoool ngalor ngidul, ato puisiii gallaaaaaauw, syair-syair cinteeeee, jadi aneh juga sih baca nya. Ckckck… lho, ini kan opini ku. Apa opini kalian? *yaaah dia ngiklan.

Untuk lebih jelas nya sih, aku mau promosiin lirik-lirik keren buatan kakak-kakak ADA. Udah dua lagu lho yang mungkin bisa menginspirasi generasi muda kita untuk menjadikan Indonesia jadi lebih baik. Check the next posted, ok! =>

Kamis, 18 Oktober 2012

Oktober ku, nggak asik!



Minggu-minggu pertama Oktober ku. Amat sangat membosankan! Harusnya bulan ini milikku, bulan ku yang berharga, bulan ku yang ceria. Tapi yang ku dapati hanya dedaunan yang mulai berguguran dari daunnya. Jatuh, mengering. Terinjak dan hancur. Lalu diterbangkan angin entah kemana. Memangnya ini musim gugur?
Di awal bulan sudah sangat jelas pilu yang mengawali bulan ku ini. Tidak ada yang istimewa. Sedikitpun. Sama saja. Biasa saja. Amat sangat biasa malah. Bukan! Teramat sangat sangat biasa. Intinya, nothing special, nothing different!

Minggu-minggu yang ku isi dengan baca buku dan nonton. Berharap bisa menaikkan rate good mood ku. Tapi, nihil. Sama saja. Kau tau, seminggu baca buku itu sama saja menambah luas areal bad mood di diagram ku. Baca buku, awalnya menarik. Cek per cek bikin ngakak, bikin emosi, dan akhirnya BAD MOOD. Endingnya SAD, menyesakkan, menggantung. Aaah, aku benci akhir yang menggantung. Kepalan tangan ku mendarat ke bantal seketika *puk!* Oke, kita menonton. Film? Sekali-sekali lah. Berhasil menyaingi rate bad mood? T-I-D-A-K. nonton film, awalnya menarik. Cek per cek bikin ngakak, bikin emosi, dan akhirnya BAD MOOD. Endingnya SAD, menyesakkan, tidak menggantung tapi bikin emosi. Kepalan tangan ku mendarat ke tembok *aww, sakkit! T^T*

Ini aku yang agak sensitive atau bagaimana ya?

Ya udah… *berjalan ke kamar. Kerja tugas. Nyalain radio. Dengar lagu mellow. Galauw deh*
*matiin radio. Tidur. Mimpi indah. Ketemu DoCi. Donniek-Cimon. Dan Duki. Duo Nicky-kiki. Seneng \(^o^)/*

{ll(--_--)ll} Zzz..

Selasa, 16 Oktober 2012

Lalala… Aku menunggu…!



Kenapa dia senang sekali membuat ku menunggu?

Menunggu dia lewat di depan kelas ku. Menunggu dia datang pagi-pagi dengan motornya. Menunggu dia pulang sekolah dengan jaket hitamnya. Menunggu dia datang ke kelas ku saat istirahat. Menunggu suaranya mengumandangkan adzan di mushalla ketika dhuhur tiba. Menunggu dia angkat bicara waktu rapat organisasi. Menunggu dia memberi kabar tentang kelulusannya. Menunggu dia memberi  kabar ketika sampai di negeri rantau untuk pertama kali. Menunggu kepulangannya saat liburan tiba. menunggu saat-saat bertemu dengan dia. Menunggu dia berbicara dan bercanda saat bertemu dengan ku. Menunggu kabar darinya setelah kembali ke negeri orang. Menunggu kabar darinya yang tak kunjung datang selama berbulan-bulan disana. Menunggu  dia…. Menunggu dia…. Menunggu dia mengatakan sesuatu. Sesuatu yang apa ya?! Hhe… hanya aku dan mereka yang ngerti.

Apa dia pernah menunggu ku? Pertanyaan yang aneh  -_-a

Ya, terlalu bodoh aku untuk menunggu. Tapi, kenapa aku masih ingin menunggu?

Aku tau, kalian telah berpikiran aku bodoh lah, oon lah, sejak pertama membaca tulisan ini. Terkesan bodoh memang. Pekerjaan yang membuat orang sebel ya menunggu. Tapi, kenapa aku mauuu saja menunggu nya?! Menunggu sesuatu yang tidak pasti tepatnya.

Senin, 15 Oktober 2012

Dialog dengan Bulan Oktober!



Aku, selanjutnya disingkat ‘A’ : (ngambek)

Oktober, selanjutnya disingkat ‘O’ : hey kamu

A: apaan? (sambil mengais-ngais tanah)

O: ngapain ngais-ngais tanah disitu?

A: udah nggak papa, tangan ku baek2 aja kok, nggak bakal lecet

O: bukaan.. bukaan.. maksud ku nanti tanahnya jelek kelihatan. Lubang-lubang gitu. Halamannya kan nanti 
nggak enak diliad.

A: #jleb! *nelen ludah *pasang tampang cemberut (kirain)

O: kok cemberut aja, aku baru datang nih..

A: nah trusss.. guweh mustii.. bilang weew getoh?

O: galak amat, biasanya kalo aku datang seneng minta ampun, gila malah

A: masa sih? Biasa aja deh.. emang lo special gituh??

O: ya iyalah, secara gitu loh.. kamu kenapa sih?

A: tau deh, mikir aja sendiri

O: hmm, gitu yah sekarang. Padahal aku udah datang special buat kamu lho

A: oh ya, tapi…

O: tapi???

A: yaa ituu, tadinya kamu special, bulan ku yang special. Tapi kok ada yang beda yah

O: beda maksudnya?

A: yaa, nggak kayak dulu. Suasananya kali ya. Kayak ada yang aneh, terlupakan, dan sepi gitu.

O: lu sibuk kali.. jadi gak nikmatin. Teman2 mu juga mungkin sibuk. Tugas kuliah kan numpuk beud coy.

A: ho’oh sih. Tapi, tetep aja ga ada feelnya.

O: jadi sejak aku datang, ngapain aja?

A: baca buku dan nonton

O: Hey, tugas kuliah mu?

A: Aah, sudah jangan dicemaskan. Soal itu, BERES!

O: (garuk2 kepala, rada2 ga yakin) Tidak berkutat dengan hape?

A: Jarang.  Hanya sekali dua kali ngecek, ada  sms teman-teman ku, tanya tugas, balas, ditinggal di kamar, ke ruang TV atau ke atap rumah baca buku.

O: gokil ya, segitunya. Ckckck. Nggak OL kayak orang-orang?

A: Jarang juga. Paling ngecek beranda, ada pemberitahuan, cek per cek, log out.

O: Widiih, sok sibuk amat sih lu. Jadi Cuma baca buku dan nonton.

A: Yaa, nggak juga sih. Soalnya bosan sih.. aah, nyebelin lah pokoknya.

O: Ya udah, semoga aku tetap menjadi Oktober mu yang istimewa di hati mu.

A: jiaaah, dia nyanyii. Iyye iyye deuh. Oktober ku claloe di hatie.

O: Alay banget kamu :P

A: kamu juga, yeee -______________-
 
Intinya, oktober ku kali ini, amat sangat menyedihkan. Bagai bertemu dementor, kebahagiaan ku seakan dihisapnya dengan mudah seperti lebah menghisap madu. Aku hanya bisa merasakan sedikit kesenangan dari puing-puing yang tersisa itu.

Moral value nya setidaknya kau masih sehat, sedikit bahagia, dan dapat beraktivitas dengan baik. Maka, bersyukurlah! Soal masalah mu itu, bisa kesampingkan dulu dan mulai dipikirkan bagaimana baiknya dengan kepala dingin. Step by step lah!