Ibadah kurban memiliki sejarah yang begitu panjang. Allah SWT telah
memerintahkan ibadah kurban kepada umat manusia, sejak zaman Nabi Adam
AS. Perintah kurban mulai diperintahkan kepada dua putra Nabi Adam AS,
yakni Habil yang berprofesi sebagai petani dan Qabil seorang peternak.
Keduanya diminta untuk berkurban dengan harta terbaik yang mereka
miliki.
Peristiwa kurban dua anak manusia itu dikisahkan dalam
Alquran surat al-Maaidah ayat 27. Allah SWT berfirman, ''Dan
ceritakanlah (Muhammad) kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan
Qabil) yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka
diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak
diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti
membunuhmu!". Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban)
dari orang-orang yang bertakwa.''
Seiring bergulirnya zaman,
perintah berkurban juga diterima Nabi Ibrahim AS. Setelah melalui
penantian yang begitu lama, Ibrahim akhirnya dikaruniai seorang putra
bernama Ismail, dari istrinya bernama Siti Hajar. Ia pun begitu gembira
dan bahagia. Kebahagiaannya memiliki seorang putra, kemudian diuji oleh
Allah SWT.
Saat berusia 100 tahun, datanglah sebuah perintah
Allah SWT kepadanya melalui sebuah mimpi. ''...Hai anakku, sesungguhnya
aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa
pendapatmu..?'' (QS: as-Saffat:102). Dengan penuh keikhlasan, Ismail pun
menjawab, ''...Wahai Ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah)
kepada mu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang
sabar.'' (QS:as-Saffat:102).
Kemudian, Nabi Ibrahim AS membawa
Ismail ke suatu tempat yang sepi di Mina. Ismail pun mengajukan tiga
syarat kepada sang ayah sebelum menyembelihnya. Pertama, sebelum
menyembelih hendaknya Nabi Ibrahim AS menajamkan pisaunya. Kedua, ketika
disembelih, muka Ismail harus ditutup agar tak timbul rasa ragu dalam
hatinya. Ketiga, jika penyembelihan telah selesai, pakaiannya yang
berlumur darah dibawa kepada ibunya, sebagai saksi kurban telah
dilaksanakan.
''Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan
Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran
keduanya ). Lalu Kami panggil dia, 'Wahai Ibrahim!' sesunggu engkau
telah membenarkan mimpi itu...'' (QS: as-Saffat ayat 103-104). Ketika
pisau telah diarahkan ke arah leher Ismail, lalu Allah SWT
menggantikannya dengan seekor domba yang besar.
''Dan Kami tebus
anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.'' Atas pengorbanan Ibrahim
AS itu, Allah SWT berfirman, ''Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian)
di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Selamat sejahtera bagi
Ibrahim. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.'' (QS:
as-Saffat:108-109).
Ibadah kurban pun
menjadi salah satu unsur syariat Islam, yang dilaksanakan oleh umat
Muslim yang mampu pada setiap Hari Raya Idul Adha dan tiga hari
setelahnya (hari tasyrik), yakni tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzul Hijjah.
Lalu
apa makna dari perintah berkurban? Melaksanakan ibadah kurban tidak
semata-mata ibadah yang berhubungan dengan Sang Pencipta, namun lebih
bermakna sosial. Inti pesan ibadah kurban adalah solidaritas, kepedulian
kepada orang yang membutuhkan. Hanya sedikit dari orang banyak yang
sadar. Hanya sedikit dari orang yang sadar itu yang mau berjuang. Dan
hanya sedikit dari yang berjuang itu yang mau berkurban.
Pengorbanan
sesungguhnya bukan hanya harta benda, melainkan juga jiwa, raga, hati
dan pikiran yang semata-mata karena Allah. Seorang yang beriman, akan
memberikan sesuatu yang paling dicintainya kepada Allah SWT, seperti
yang dilakukan Nabi Ibrahim AS.
Source: http://www.majalahpendidikan.com/2011/11/sejarah-dan-makna-berkurban.html
Betul itu. Kurban merupakan ibadah yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepadaNya. Selain itu, bisa bermakna sosial karena kita diajarkan untuk peduli dengan sesama utamanya bagi mereka yang membutuhkan. Bentuk pemaknaan kurban itu sendiri mungkin dimulai dari pemahaman kita akan arti berkurban. Yaah, belum punya penghasilan sendiri untuk melakukan kurban, setidaknya kita ngerti dan paham sejarah kurban, tujuan dan fungsinya untuk beribadah kepada Allah. Semoga apa pun yang kita lakukan senantiasa hanya berharap untuk mendapat ridha dariNya. Aamiin!