Senin, 16 April 2012

Rabb, tolong hamba... please!

Bismillah...
Pertama, aku ingin mengucapkan ‘Alhamdulillah’ masih diberi kesempatan untuk bisa memutar otak menyusun kata demi kata dan bisa di tuangkan di blog ini. Aku sangat bersyukur dan tidak pernah berhenti berucap s yukur dan tidak akan lelah menaungkan syukur kepada-Nya. Dia, Ar-Rahman, Ar-Rahim. Maha Mendengar dan selalu menyayangi setiap hamba-Nya yang bertaqwa. Semoga rahmat-Nya selalu diberikan kepada kita semua. Amin Ya Rabb!
Menurut ku, masa-masa sekarang ini adalah masa-masa ‘kritis’ ku sebagai ‘seseorang’ dimana saja. Berkutat dengan masalah-masalah hidup yang kadang membuat ku berpikir untuk lari dari kenyataan. Tapi, itu hanya dilakukan oleh orang yang kurang kerjaan. Ya, kurang kerjaan. Maunya hanya lari, lari, dan lari.
Kau tahu, masa ‘kritis’ ku terbagi dalam berbagai fase. Fase pertama, suatu keadaan yang harus menghadapkan ku dengan segudang tugas kuliah yang tambah hari seperti mencari duri di antara sekian banyak pentul. Tugas yang sebenarnya nampak tapi agak sulit di dapatkan. #angkat tangan dengan hal ini. Di otak ku hanya sebuah pengharapan.
Rabb, hanya Engkau yang bisa menolong ku.
Fase kedua, kondisi yang mengharuskan ku menjadi seorang pembicara, atau tepatnya menjadi orang yang baru belajar to be a speaker. Mengingat diri ku yang not to be able in speaking, aku masih perlu banyak berlatih. Aku juga tidak mengerti dengan diriku, aku ini kenapa sih? Kok begitu susah bicara ya? Hmm, ternyata aku mengidap penyakit demam panggung. Iri sekali rasanya melihat mereka yang dengan fasihnya mengeluarkan pendapat. Sedangkan aku? Aku juga punya pendapat di setiap pertemuan, aku punya keinginan untuk mengemukakannya. Tapi, kenapa? Kenapa mulut ini selalu terkunci?
Rabb, hanya Engkau yang bisa menolong ku.
Fase ketiga, manajemen waktu yang selalu saja menjadi penghalang untuk bisa menjadi pribadi yang disiplin. Praktik prokastinasti merajalela di tiap waktu ku. Waktu istirahat dipakai bermain, waktu mengerjakan tugas dipakai istirahat. Nyambung dimana? Makanya, aku masih perlu memeras otak untuk bisa me-manage waktu yang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Duh, bingung!
Rabb, hanya Engkau yang bisa menolong ku.
Fase keempat, pikiran-pikiran lain mulai bertebaran di setiap waktu, pikiran-pikiran selain kuliah, pikiran-pikiran untuk mewujudkan cita-cita yang tertunda (atau mungkin kurang kerjaan). Dilematis pun tak terhindarkan, dilema antara kemampuan dan UKM, antara UKM dan waktu, antara waktu senggang dan kuliah. Duh, benar-benar pusing memikirkannya. Ada kesempatan, tapi mengingat bermacam-macam dilema tersebut, aku masih harus berpikir untuk meraih kesempatan tersebut, sudah dua kali aku menyia-nyiakan kesempatan untuk mewujudkan impian ku, minat ku. Tapi, sepertinya minat dan kemampuan ku saling bertolak belakang. Sudah  dua kali kesempatan itu melayang-layang di pikiran ku, bahkan menari-nari di depan mata ku seakan-akan berkata, “ayoo ayoo ikuti aku! Kalau tidak, kau akan menyesal!” dan sepertinya benar apa yang dikatakan kesempatan itu. Sayang sekali. . .
Rabb, hanya Engkau yang bisa menolong ku.
Fase terakhir. Tentang lingkungan ku yang kini berubah. Maksud ku, lingkungan yang mungkin ku habiskan lebih banyak disitu dari lingkungan lainnya. Lingkungan yang setiap Senin sampai Jum’at aku lewati. Perkembangan lingkungan ini sangat menyiksaku sebagai seseorang yang tidak fleksibel. Aku (mungkin) masih lugu, masih seperti anak kecil. Aku ingin mengubah semua itu. Lebih dewasa, lebih bijak, lebih mengerti apa yang sebenarnya aku hadapi saat ini. Sekali lagi. . .
Rabb, hanya Engkau yang bisa menolong ku. Please!
Hari-hari ku dipenuhi masalah-masalah kehidupan seperti di atas. Aku takut masalah-masalah itu akan menambah satu masalah lagi. Masalah yang lebih fatal. Masalah yang lebih besar. Masalah ketika aku jauh dari-Nya dan tidak mendapat perhatian-Nya. Masalah ketika aku sering lupa kepada-Nya. Aku takut. Takut sekali. Di balik problem-problem tadi, Dia selalu saja, selalu saja, dan selalu saja menolongku, menghiburku, dan aku seperti mendapat petunjuk dari-Nya lewat hati. Setiap ku hadapi satu masalah, selalu aku mengharap-Nya, “Rabb, please, bantu hamba. Please! Ku mohon dengan sangat!”. Hati yang galau akan tenang, pikiran yang memuncah juga akan calm down.
Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, tiada tempat ku berserah diri kecuali kepada Allah

Senin, 09 April 2012

Raihlah Wangi Dunia

Ini lirik lagu yang kesekian. Banyak cara mengungkapkan uneg, termasuk membaca lirik ini. Lirik nya ADA donk. ADA band, hiyuuph! Baca sendiri deh...

Cinta bagai seberkas cahaya dilangit
Dan sinarnya kadang muncul digelapnya malam
Seakan malu tuk isyaratkan sesuatu
Namun ku setia menunggu demi kaishku padamu
Raihlah wangi dunia
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Tiada satupun bisa
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Hidup adalah anugrah yang tak terhingga
Dan kita tercipta mungkin tuk selalu bersama
Jangan kau ragu tuk menyambutku menuju gerbang hatimu
Kan kubentangkan sayap-sayapku terbang bersama dirimu
Raihlah wangi dunia
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Tiada satupun bisa
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Selalu seutuhnya

Aku heran. Yang namanya 'kenapa tidak dari awal itu' selalu saja mampir di kehidupan ku. Mungki senang sekali si 'penyesalan' ngajak aku main. Kalimat 'kenapa tidak dari awal itu' akhir-akhir ini yang aku pikirkan. Kenapa tidak dari awal 'begini'...? Kenapa tidak dari awal 'begitu'...? Ujung-ujungnya apa..? Nyesal kan! Aku hanya tidak mengerti dengan makhluk yang satu itu. Kenapa tidak dari awal..? :'(

Kau tidak sadar yah? Atau sadar tapi sengaja?

Kau tidak mengerti! :'(

 Ngomong biar jelas!

Ngajak maen petak umpet kamu yah?

Sadar donk! Udah susah dicabutnya >o<

Aku tidak mau berpikir macam-macam. Tapi, kamu maksa!

Ah, sudahlah. . .

Jumat, 23 Maret 2012

Waiting for. . . Uhm, Unidentified Person

Aku masih serius mengetik di depan laptop kesayangan ku. Di atas tempat tidur tepatnya, sehingga gampang saja buat ku ketika hendak membaringkan badan yang sangat lelah. Beberapa kali aku menguap, "Hooahm!" tapi tak berniat sedikitpun menyentuh bantal sebelum menemukan 'apa yang sebenarnya aku tunggu sedari tadi'. Hmm, mungkin sedari 2 minggu yang lalu.

Tab-tab di layar laptop ku tatap secara bergantian. Namun yang ditunggu tetap tak muncul jua. Lama sekali. Ah, tapi aku belum menyerah. Siapa tahu beberapa saat kemudian, salah satu tab ku memunculkan "someone send you a message". Amin!

'Apa yang ku cari sedari dua minggu yang lalu' adalah hal yang tiba-tiba menghilang. Entahlah karena apa. Mungkin karena waktu yang tidak tepat untuk muncul atau karena niat tidak ingin muncul lagi. Tapi, aku selalu berharap hal itu muncul tiap hari, ehm, mustahil setiap hari. Eh, setiap minggu saja.

Oh, please, where R U?

Terus ku tatap salah satu tab di layar laptop. Klik! Desktop menampilkan deretan rintihan hati, curhat, kamut, dan semacamnya yang biasa disebut status. Namun, perhatian ku hanya tertuju pada kotak obrolan bertuliskan nama yang terdiri dari dua kata dengan tambahan satu huruf.


Kapan kau berwarna hijau, hai kotak obrolan nya! Batin ku dalam hati.

Sebenarnya aku sudah bosan mengobrak-abrik akun ku. Menatap kata demi kata status orang-orang. Tapi, tak kunjung hijau juga obrolan mu.

Duh, tumben sekali dirimu!

Aku tidak saja menunggu itu, tapi sedang mengerjakan tugas atau basa-basi chatting dengan teman-teman lain. Tapi sepertinya. . . harapan ku hancur. Nihil!

Awas saja kalau aku OFFLINE obrolan mu menandakan kau sedang ONLINE! Gerutu ku.

G.I.E

Lagi-lagi lirik lagu. Soundtrack film GIE ini. Lirik nya aku suka. Punya makna tersendiri gitu. Perhatikan deh kata demi katanya...

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia

   retaplah malam yang dingin

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan

berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yg sebenarnya
hakikat manusia

keadilan, keadilan
  akan aku telusuri
  jalan yg setapak ini
  semoga kutemukan jawaban

  jawaban, jawaban, jawaban, oh oh oh

Rabu, 21 Maret 2012

LaGi AbaL -,,-

Hai! sekian lama tak berbagi dengan kalian rasanya bagai melayang di udara (senang donk!) Ops, salah! hehehe maksud aku sepertinya hati ku seperti bak mandi yang terus terisi air namun lama-lama airnya itu tumpah dengan percuma karena tak ada yang menghentikan kerannya. Itu lah aku sekarang. Berbagai kisah telah aku lewati, tapi baru ada waktu saja untuk mengungkapkannya di blog ini.

Maklum saja, minggu lalu adalah masa-masa 'kritis' (lagi) buat ku. Seminggu penuh aku merasakan seperti diikat, tugas menumpik tiap harinya. Belum lagi jadwal yang sangat mepet. Jam masuk jadi awal, jam 7 pagi, sedangkan aku baru sampai rumah jam 7 malam. Tidakkah itu menyesakkan? Huft!

Kalau aku menceritakan kepada seseorang, responnya pasti cuma bilang 'begitu memang mahasiswa'. kayak dia bukan mahasiswa aja. huuuh -,-". betul juga sih katanya, mahasiswa emang gitu. Makanya, musti pintar ngatur waktu. ya udah, belajar ngatur waktu aja nih.

eh eh, aku lagi di perpus kampus nih. Lain kali dilanjut cerita gila-gila ku sebagai mahasiswa, tepatnya mahasiswa yang baru belajar jadi mahasiswa. Ops, adzan Ashar. Yuk!

Rabu, 22 Februari 2012

Coklat... Mana Coklaaaat!!!

Sodara-sodara sekalian. Tahukah anda jikalau saat ini, saya sedang mengalami masa peralihan? Ya, peralihan. Dari tingkat klimaks ke  tingkat resolusi. Dari 'bad mood' ke 'good mood'. Dari hati galau ke hati biasa saja. Coba pikirkan baik-baik, kira-kira apa sebabnya?

A: Patah hati?

SALAH!

B: Lagi kere?

SALAAH!

C: Abis digigit nyamuk?

WAAH, APA HUBUNGANNYA!

D: Hmm, kamu udah dikecewain yah?

SAAAA... Eh, kok tau sih! HEY, KOK NGEGOMBAAAL!!!
Tapi benar sih.

Ehm, aku udah dikecewain. Dikecewain amaaa... DIRIKU SENDIRI!!!
                       _  _
HOOAAAH     0     itu mah berita basii.

Iya, aku kecewa sekali dengan sikap yang aku lakukan sendiri. Belum bisa fleksibel dalam menetapkan sesuatu. Tiap melakukan sesuatu salah.

Hey hey, GA-JE-BO banget seeeh!!!

Ok deh, gini nih...
Kemaren kan ada audisi buat calon crew radio kampus tuh. COBA BAYANGKAN SODARA-SODARAKU SEKALIAN! ITU ADALAH IMPIAN KU SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR INI. Awalnya sih udah ngincar-ngincar cara buat ikutan. Suatu hari semangat ku memuncak! Eh, besoknya kendor lagi. Besoknya lagi, semangat 45. Turun lagi jadi semangat 00. Naik lagi, turun lagi. Dasar ababil. Amat banget labil! Nah, tibalah H-1 hari terakhir pengumpulan formulir. Semangat ku menggebu-gebu. Aku camkan dalam hati, pokoknya tidak ada yang bisa menghalangi impian ku kali ini. Aku tahu diri, tapi aku bermodal tekad, kemauan, dan keberanian yang tinggi. Berencanalah aku untuk mengambil formulir itu esko hari yang merupakan hari terakhir pendaftaran. Apapun yang terjadi, aku tidak peduli lagi. Pun harus menghadapi senior-senior yang sedang bergerombol menggerogoti ku dengan miliaran pertanyaan. AKU TAK PEDULI!

Esok hari. Aku ada jeda waktu kuliah 4 jam. Aku bertekad dengan sepenuh jiwa dan raga menjalankan misi ku hari itu. Sebelumnya, aku pergi ke Mall dulu untuk membelikan adik ku hadiah. Hari itu pas ultahnya. Selesai itu, barulah aku berniat (sebenarnya memberanikan diri) ke studio radio kampus itu. (Tak disebut radio kampus apa, mencegah traumatik dan sakit hati yang teramat dalam). Setelah dari Mall, dikisahkan lah aku sedang berjalan menuruni anak tangga. Tak! Tak! Tak! Bunyi itu terdengar perlahan. Bunyi itu suara sepatu ku. Dan sampailah aku di depan studio radio kampus tersebut. Pemandangan yang nampak: beberapa orang (sepertinya crew) di dalam studi sedang ngobrol, seseorang di depan pintu sedang duduk di kursi, sibuk dengan hape di tangannya, dan sekumpulan mahasiswa yang hanya duduk saja sambil ngobrol di anak-anak tangga.

Lama sekali aku berdiri menatap brosur yang tertulis di depan pintu studio 'Mau jadi penyiar? Gabunglah bersma kami *** fm' Dalam hati aku berkata: mau bangeeeet! aku akan jadi bagian dari kalian.

Tapi. . .

Namun. . .

Entah ada angin yang 'super jahat' apa yang menghilangkan kepercayaan diri ku, keberanian ku untuk masuk dan sejenak hanya mengambil formulir di dalam ruangan itu??????

Angin jahat apa yang bertiup sehingga membuat ku hanya bolak-balik saja di depan studio tanpa masuk ke dalam???????

Angin kejam apa yang tega menumbuhkan sifat pemalu ku yang telah ku kubur dalam-dalam??????

Apa?????? Apa??????? APA!!!!!!

Jam menunjukkan waktu kuliah. Aku kembali dengan tangan hampa. Tanpa formuli yang seharusnya telah ada di genggaman ku. Dengan muka lesu, aku kembali ke kelas. Di kelas, aku kuliah tidak konsen. Merenungi kebodohan ku. Memikirkan penyebab kenapa aku begitu.... Ah, sudahlah! Ternyata beginilah rasanya ketika dikhianati diri sendiri, sakit! Hanya gara-gara otak dan hati yang memang selalu pro-kotra, tidak bisa bekerja sama. Dan kita lah yang akhirnya menyesal. Otak dan hati cuma bisa bilang... Itu mah De-eL! Derita Loo

Sejak hari itu, sampai sekarang, aku selalu berteriak dalam hati: coklaat... mana coklaaat!!! Coklat pembentuk semangat! Coklat yang mampu menghilangkan traumatik. Coklat yang selalu menghibur ku. Mungkin 1 minggu ke depan berat badan ku akan naik karena tiap hari makan coklat. Ya, mau bagaimana lagi. Aku harus mengembalikan semangat ku yang dulu hilang.. kini diaa tlah kembali pulang... Yaelah malah nyanyi (--,)a. Pokoknya gitu lah, makan coklaaaat biar mood tambah asoy! (^^)b

Moral value from the story:
Jadi sodara-sodara sekalian! Jika anda semua memiliki impian, dan kesempatan meraih impian itu telah ada di depan mata, maka ambillah kesempatan itu! Jangan pernah kau dikalahkan oleh rasa tidak PD, malu-malu (alasan yang tidak logis bagi seorang mahasiswa), dan faktor-faktor lain yang menurunkan kadar semangat yang telah kau tanamkan sejak jauh hari. Sungguh! Jika kau membiarkan kesempatan itu hanya menari-nari di depan mata mu seakan mengejek mu, yakin dan percaya, kau akan mengidap penyesalan yang semakin lama semakin sakit  jika kau mengingatnya. Traumatik yang sakaw tatkala mendengar kata-kata yang berhubungan dengan impian  mu itu. Please girls! Be yourself! Don't ever give up to achieve your dream! Please do whatever (asalkan halal) to make your dream come true! Second chance is (sometimes) not like the result of first chance! OK ;)

*Pelajaran buat ku. Juga buat kalian yang selalu mempunyai cita-cita! Doa, usaha, dan raihlah mimpi mu wahai sodara!!! Jangan lupa, jika terlanjur menyesal dan timbul gejala bad mood, segeralah rogoh kantong dan pergilah ke warung terdekat untuk membeli coklaat!!!

Sabtu, 18 Februari 2012

'Semangat' injection

Dulu, aku sering sekali menyepelekan kata 'semangat'. Ketika saya sedang 'down', sedang risau karena suatu hal (yang paling sering karena Bad Wednesday. Elis sodara saya paling tahu soal ini hihihi), mereka yang berada di samping ku selalu mengatakan "semangat saja!". Aah, apa itu? Tidak mampu membuat ku kembali 'up'. Sungguh aku ingin menjadi seperti ini saja, super cuek dan masa bodoh.

Setelah berkelana hmm kira-kira 2 tahun di SMA, aku baru menemukan sebuah semangat! Aku baru menyadari ada banyak sumber semangat yang bisa kita temui. Dari orang tua, dari saudara, dari buku, dari sahabat, bahkan dari orang yang baru saja kita temui.

Kata semangat, jika kita ucapkan dengan hati yang ikhlas dan selalu bertawakkal kepada Allah, maka impuls dari kata tersebut akan merambat ke seluruh bagian tubuh. Efek-efek yang ditimbulkan juga ada, seperti berkembangnya senyum tulus dari bibir, hati terasa tentram melakukan sesuatu, dan suara menjadi ringan terdengar. Sungguh itu merupakan injeksi yang luar biasa!