Cinta bagai seberkas cahaya dilangit
Dan sinarnya kadang muncul digelapnya malam
Seakan malu tuk isyaratkan sesuatu
Namun ku setia menunggu demi kaishku padamu
Dan sinarnya kadang muncul digelapnya malam
Seakan malu tuk isyaratkan sesuatu
Namun ku setia menunggu demi kaishku padamu
Raihlah wangi dunia
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Tiada satupun bisa
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Hidup adalah anugrah yang tak terhingga
Dan kita tercipta mungkin tuk selalu bersama
Jangan kau ragu tuk menyambutku menuju gerbang hatimu
Kan kubentangkan sayap-sayapku terbang bersama dirimu
Dan kita tercipta mungkin tuk selalu bersama
Jangan kau ragu tuk menyambutku menuju gerbang hatimu
Kan kubentangkan sayap-sayapku terbang bersama dirimu
Raihlah wangi dunia
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Berdua disisiku selamanya
Jelang hari indah
Kan wujudkan segala yang terpendam
Tiada satupun bisa
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Memisahkan kisah kasih kita
Karena kita berdua
Telah berjanji sehidup semati
Selalu seutuhnya
Selalu seutuhnya
Aku heran. Yang namanya 'kenapa tidak dari awal itu' selalu saja mampir di kehidupan ku. Mungki senang sekali si 'penyesalan' ngajak aku main. Kalimat 'kenapa tidak dari awal itu' akhir-akhir ini yang aku pikirkan. Kenapa tidak dari awal 'begini'...? Kenapa tidak dari awal 'begitu'...? Ujung-ujungnya apa..? Nyesal kan! Aku hanya tidak mengerti dengan makhluk yang satu itu. Kenapa tidak dari awal..? :'(
Kau tidak sadar yah? Atau sadar tapi sengaja?
Kau tidak mengerti! :'(
Ngomong biar jelas!
Ngajak maen petak umpet kamu yah?
Sadar donk! Udah susah dicabutnya >o<
Aku tidak mau berpikir macam-macam. Tapi, kamu maksa!
Ah, sudahlah. . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar