Senin, 16 April 2012

Kaca berlapis embun


Siapapun yang melihat dengan kaca yang berlapis embun pasti melihat apapun dengan tidak jelas. Ya, yang ku rasakan saat ini seperti itu juga. Tidak jelas. Aku sudah melakukan ini berkali-kali, menunggu sesuatu yang jelas-jelas tidak pantas lagi untuk aku tunggu. Menunggu pelangi di malam hari, tidak mungkin ada kan? Kecuali menunggu cahaya matahari di tengah rintik hujan, itu masih bisa dinanti kok.

Sebenarnya aku bingung, heran dengan keadaan yang aku tengah jalani. Tidak jelas! Aku butuh kejelasan! Tapi aku tidak berani menuntut kejelasan itu. Ada apa sebenarnya? Kenapa masih datang juga gerimis itu kalau matahari masih setia menyinari? Kalo hujan ya hujan aja!

Tolong berikan kejelasan yang real! Kejelasan yang bisa aku terima. Kamu itu emang selalu begitu. Datang begitu saja, pergi begitu juga. Pergi dengan ketidakjelasan. Kita memang masih kekanak-kanakan. Hahaha. Aku dan kau.

Mungkin aku yang agak bodoh. Membiarkan dia menari-nari saja di depan mata ku, membiarkannya bertingkah tanpa menegurnya, “ada apa ini?” malah aku terbawa tingkah nya. Hoooooh, apa maksud mu? Tolong lah jelaskan! Menunggu penjelasan dari ketidakjelasan. Menyakitkan! Sekaligus membahagiakan! Membahagiakan hati ini walau untuk sementara waktu.

Kau tahu, aku tidak pernah berhenti berjuang mempertahankan sesuatu yang membuat ku bahagia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar