Jumat, 27 April 2012

Mimpi itu. . .


Malam-malam yang penuh dengan kekecewaan dan pengharapan.  Aku menuliskan sesuatu dalam diary ku sebelum tidur. “Kau! Orang yang tega membuat aku bahagia dengan sandiwaramu. Kau tahu, aku telah kehilangan dia, seseorang yang telah hilang dari pandangan ku selamanya. Ku mohon jangan pergi sepertinya! Jangan hilang juga! Please!”

Lalu, aku tidur tanpa pernah tahu mimpi indah kah aku, atau kah... mimpi buruk. Memasuki alam itu, secercah harapan menikmati mimpi indah telah muncul. Ya, aku bermimpi indah. Dan tidur ku tersenyum, berharap senyum itu tak pernah hilang selamanya.

Namun, aku  terbangun.  Dari mimpi indah. Saat aku masih menatap mu di samping ku. Kau bicara, bercanda, lalu kau tersenyum, menunjukkan ketulusan, keikhlasan, dan kebahagiaan. Tak bisa aku berdusta  ketika aku berpikir ada sesuatu yang lain di dirimu, sayang.
Aku baru saja terbangun. Aku menyesal. Aku terus bertanya, mengapa aku terbangun di tengah mimpi indah itu? Aku sedang bahagia dengan mimpi itu, aku sedang menikmati kebahagiaan ku itu. Sampai tiba-tiba semua nya hilang. *Poof!*

Ternyata aku bermimpi! Aku mendapati diriku tergeletak di antara kesakitan dan kekecewaan itu saat terbangun. Sejenak aku tersadar kalau  aku tertidur. Aku  bermimpi  dan membiarkan kebahagiaan itu mengalir deras. Tidak peduli apa pun yang ikut mengalir bersama kami. Waktu kah, jarak kah, ataupun sesuatu lain yang mengusik. Aku tak sempat mempedulikannya. Aku terlalu sibuk dengan mu yang selalu  membuat ku tak punya alasan untuk pergi dari situ.


Aku kecewa karena aku terbangun. Aku tidak ingin terbangun.
Aku tidak ingin ada disini. Aku ingin di dunia mimpi saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar