Rabu, 11 Januari 2012

Yang Tak Terulang dan Tak Terlupakan


Coba ulang!
Yang tak terulang dan tak terlupakan. Terulang. Terlupakan. Coba kalian tebak, apa yang akan aku bahas dalam postingan ini?! Aku sudah memberikan 2 keywords. Terulang. Terlupakan. Hmm... apa ya???
Yang menjawab masa sekolahan angkat tangan!!!!! Oke, mungkin kalian tidak angkat tangan. Sekali lagi, yang menjawab masa SMA angkat tangan!!!!! Hmm, mungkin kalian tidak angkat tangan lagi, tapi aku yakin dan percaya dalam hati kalian ingin sekali teriak: SAYA!!! *tersenyum licik penuh kemenangan* Hahaha...
Ya, aku ingin bilang kalau saat ini aku rindu bertubi-tubi dengan masa-masa itu (baru saja aku menonton video kenangan ku bersama teman-teman dan melihat-lihat foto nya ToT hiks hiks). Suasana kelas yang riuh oleh macam-macam karakter suara yang membuat gaduh, tapi siapa sangka aku akan merindukannya suatu  hari. Suasana sekolah yang ramai ketika istirahat dan pulang tapi sepi ketika pelajaran berlangsung, siapa sangka suasana yang saat itu aku anggap biasa-biasa saja akan aku  rindukan suatu hari. Teman-teman yang sering aku jumpai, kelas yang selalu ku datangi hanya itu-itu saja, tapi siapa sangka suatu hari aku rindu ingin memasuki ruang kelas itu dan bertemu teman-teman yang selalu aku  jumpai. Dan suatu hari itu, aku tidak menyangka suatu hari itu akan bermakna hari ini. Saat kami dihadang jarak.
Memakai jilbab putih, baju putih, dan rok abu-abu pada hari Senin dan Selasa. Memakai jilbab putih, baju putih, dan rok kuning kotak-kotak pada hari Rabu dan Kamis. Memakai jilbab dan rok coklat tua, serta baju coklat muda. Pemandangan yang setiap hari aku  lihat setiap harinya di masa itu. Ramah  sapa Bapak dan Ibu guru, nasihat dan omelan yang terus terucap di bibirnya. Ah, aku rindu!
Banyak hal yang dapat kita bagi di masa itu. Berbagi cerita, berbagi derita. Tertawa bersama, menangis bersama. Menikmati suka, meratapi duka.  Tukaran LKS, tukaran catatan. Menyontek maksudnya. Hehehe... tapi semua itu akan menjadi memori tersendiri di benak masing-masing. Bumbu-bumbu yang mewarnai masa itu : tawa, tangis, canda, air mata. Curhat, sahabat, setia, percaya. Suka, naksir, cinta, sayang. Tugas, ulangan, PR, catatan. Apel pagi, upacara, olahraga, porseni. Shalat berjamaah, tadarrus, pengajian, kultum. Bakso, ayam-ayam, siomay, pop ice. Semua itu lah yang selalu terkenang, semua itulah yang menjadi bumbu-bumbu  untuk  meramu beribu kisah klasik yang tak kan terulang dan tak kan terlupakan, di gedung putih abu-abu itu, di gerbang tua nan berkenang itu, di lapangan basket itu. SMA Negeri 1 Maros.

Keluarga  SMAN 1 Maros, teman-teman The Technos, teman-teman YAKUZA, teman-teman The Kansas, teman-teman seperjuangan. . .
Sampai jumpa kawan ku. . .
Semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan. . 

Kamis, 05 Januari 2012

Dan Kini Tidur ku Tersenyum ^-^


Baru saja aku melewati masa-masa kritis sebagai seorang galauers. Kau tahu kan masa-masa kritis seperti apa? Tentu saja, habis hujan terbitlah pelangi. Setelah jatuhnya titik-titik air, pelangi berbentuk setengah lingkaran pun tersungging di bibir indah itu.

Menjadi seorang galau-ers itu banyak sekali pelajaran yang didapatkan. Belajar sabar, belajar ikhlas, belajar konsisten, belajar mencintai diri sendiri. Dan arti galau itu sendiri, menurut KBBI, galau, bergalau, sibuk beramai-ramai; sangat ramai; kacau tidak (keruan). “heh? Apa hubungannya?”
Tapi friends, disini aku tidak bicara tentang galau. Tapi tentang sesuatu yang kadang menjadi penyakit sebagian ABG, remaja, atau sejenisnya. Sedikit opini nih, baca ya:

“I think, loyalty with someone is not important. Also love. It’s not a luxury thing.  It doesn’t have meaning at all. Someone will never care with your loyalty, your love. If you decide to be loyal with someone, please, be careful. Your heart will be dangerous and full of threat. Most of them will not care with your loyalty. Aaah, confidence. It also not important at all. If you are believing someone, please, be careful. It doesn’t mean that they will keep your confidence too. Please girls, don’t ever trust ‘them’ 100%. I’m afraid with your health. Something bad will happen, for examples, there are tears will fall, your chest is like narrow. But, on the other hand, we still have chance to repair all thing bad. But sometime, most of us can survive with this condition (like me) after be hurt. It because. . . . we are really love them. Really. . . really love him."

Setelah melewati semua galau, tears, bahkan marah-marah nda jelas, malam ini pun aku bisa tertidur dengan tersenyum. Aku tahu dan aku percaya, Allah itu tidak mendatangkan dia di setiap hari ku, tapi Allah mendatangkan dia di puncak kehampaan ku, puncak keputus-asaan ku yang selalu diiringi do’a kepada-Nya. Disinilah saat kritis ku, Allah mendatangkan dia, seakan-akan aku telah diinjeksikan suntikan semangat. Dan kau tahu, aku berhasil menyelesaikan proyek yang seharusnya besok baru jadi, tapi karena aku semangat dan tersenyum, aku menyelesaikannya secepat ini. Makanya, kita harus semangat dan selalu husnuzan, positive thinking for what you face at that time. Semangad semangad \(^_^)/ (senyum2 nda jelas) -_-a

Senin, 26 Desember 2011

Mengadu Tangan dan Pena di Pucak, Maros


“Tok! Tok! Tok! Assalamu alaikum..”
                Tidak ada jawaban. Yang ku dapati malah sarang laba-laba yang menghiasi sudut-sudut ruangan di blog ini. Lama tidak dibuka sih. Ku langkahkan kaki menuju ke percikan cahaya di depan sana. Tiba-tiba “Brakk!” pintu blog ini tertutup sendiri. Aku terkejut tak karuan. Sepoi-sepoi ku rasakan angin berhembus. Ternyata dari jendela yang terbuka di depan ku. Sejuk.

*Jiaah.. mentang-mentang baru pulang TOWR FLP :D
- Emang kenapa? Ini kan namanya langsung mengamalkan ilmu yang kita dapat
* Tapi nggak gitu-gitu juga kalle..
- Lhaa.. trus gimana dong. Masa dibiarin begitu aja?
* Nggak juga, sih. Tapi kan... Eh eh tunggu dulu apa-apaan ini, bukannya tadi mau bagi pengalaman TOWR. Ya udah, nanti dilanjut deh debat nya ^^

Ehm, betul sekali yang dikatakan * tadi kalo aku baru aja pulang dari TOWR (lebay banget). TOWR yang diadakan FLP SULSEL itu lho. Banyak banget hal, peristiwa, dan even yang tidak akan pernah aku lupakan. Tidak akan pernah. Tidak akan. Tidak!
Awalnya sih aku nggak semangat banget pergi. Maleees banget, tapi aku heran kok dulu nya aku ngotot ikutan. Hmm, ya udah berangkat aja. toh, aku juga belum pernah ke Pucak Maros. Dasar!.  Lagian aku juga bisa kenalan ama teman-teman baru. Dan berangkat lah aku bersama teman-teman lain dari kontingen UNHAS, di antaranya kak Ussy dan kak Kiki.
Perjalanan sekitar 3 jam. Perjalanan bagaikan berdisko di tengah sawah. Jalanan tidak bersahabat. Alhamdulillah sampai dengan selamat dan basah kuyup. Hujan kan?! Setelah itu berkumpul di aula. Aku duduk memangku lutut. Tiba-tiba ada yang manggil, “Amel!”, aku balik dan ternyata... “Hasna, astaga kenapa nda bilang ikut juga?” sumpah pertanyaan ku ini abal sekali. Aku menyesal. Dan disinilah aku dan Hasna, teman SMA ku di SMANSA Maros, memulai hari di TOWR.
Wisma. Tempat yang sangat ku rindukan untuk melepas lelah. Sampai juga di sana. Tapi, setelah shalat magrib dan isya. Kita kembali ke aula untuk materi pertama oleh...... Bunda Pipiet Senja. Alhamdulillah bisa bertemu beliau. Sang motivator. Itu kesan pertama yang ku dapatkan dari beliau. Huaaaah senang.. senang.. senang.. Yang dapat menarik perhatian ku dari beliau dan sampai sekarang tidak bisa ku lupa adalah mujahid pena dan teror menulis. Yeah!
Hal yang berturut-turut kami lakukan, kau tahu? Aula-wisma-aula-wisma dan aula-wisma-aula-wisma. Iyya, soalnya aula dan wisma memiliki jarak yang cukup jauh. Tapi tak apa. Semangat saja. Hmm, di wisma sebelum tidur. Disini lah pertemuan kami dimulai. Ya, kami. Kami : aku, Hasna, K’ Fia, K’ Dewi, Hikmah, Aliah, dan K’ Iis. Mereka teman-teman pertama yang akrab dengan ku sejak TOWR ini. Menyusul satu lagi Kio. Kami langsung akrab. Tertawa, bercanda, tukar novel, banyak lagi. Dengan mereka juga lah aku ‘take some pictures’, foto-foto coy. Senang :D

Oiya, yang paling senang, aaku bertemu dengan penulis favorit aku banget, Kak Gegge Mappangewa. Ya Rabb, makasih telah dipertemukan dengan kakak itu. Novel pertama yang bisa bikin aku menghapus air mata. Judul nya CUPIDERMAN 3. Lucu kan judulnya, tapi ironis sekali kalo novel ini malah membuat aku menangis! Hahaha... karena memang ceritanya sedih banget nanti akhirnya. Padahal, awal membaca novel ini aku sampai tertawa terbahak-bahak. Bagus! Amazing!
Aku tidak pernah menyangka akan seru seperti itu acara nya. Aku senang dan bahagia bisa termasuk di salah satu peserta TOWR FLP Sulsel kali ini. Banyak ilmu, motivasi, pengalaman, dan wawasan yang aku dapat. Teman-teman yang gokil abis, membuat aku juga jadi gokil terluntang-luntang. Apalagi mereka yang telah disebutkan namanya tadi. Hehehe ‘-‘v
Perjalanan pulang itu sebenarnya lebih menyeramkan. Malam, jalan agak licin habis hujan, jalan berlubang-lubang, di tengah hutan, di antara sawah, gerimis, berkelok. Aku sedikit tegang, tapi dengan menundukkan kepala di tangan sambil berdzikir dalam hati bisa mengusir kegalauan dalam hati. Alhamdulillah sampai di rumah tanpa ada yang kurang, kecuali teman-teman dan canda tawa mereka :’)
Berat berpisah, namun ku yakin di luar sana, ketika telah jadi penulis kelak (Amin!), kami akan berkumpul lagi J.

Sabtu, 26 November 2011

Happy Islamic New Year!!!

Kita telah memasuki tahun ke 1433 pada kalender tahun Hijriah. Sekali lagi aku mengucapkan "Happy Islamic New Year". Semoga Allah SWT. senantiasa mencurahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua. Hendaklah kita merayakan tahun baru ini dengan kegiatan yang berguna, MUHASABAH. Melihat cermin diri, apakah kita telah melakukan yang benar? Apakah kita telah menyiapkan segalanya untuk 'kemudian hari'? Adalah suatu kemuliaan bagi diri kita, apabila kita sendiri mau menyadari, mau berusaha untuk melakukan hal yang positif, menjauhi yang negatif, dan yang paling penting dapat membedakan yang positif dan negatif itu sendiri. Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-Nya yang bertaqwa. Amin!

LAZY mode : ON

Sebenarnya ini waktu yang tepat untuk mengerjakan seonggok tugas yang menumpuk sejak minggu lalu. Sore yang dingin karena abis hujan. Tapi, entah kenapa jari-jari ku malah tergerak untuk mengetik entri baru di blog ini. hoooooaahh -_-Zzz ngantuk pula. ada banyak sekali yang harus dikerjakan. Laporan, TP, tugas rumah, sudah.. sudah.. semakin aku memikirkannya, semakin mengantuk diriku. Baiklah, aku ingin sedikit bercerita tentang tugas ku yang satu ini. Aku disuruh mengetik dengan mesin ketik! Coba bayangkan! Dan sampai saat ini, aku belum juga mendapatkannya. Keadaan ini pun membuat aku ingin bernyanyi. "Kemanaa... Kemana... Kemana... Ku harus dapat meesin keetik", ckckck dasar aneh! Ehm... sekian entri ku kali ini. Semoga pembaca bisa mengerti dan membantu ku mencari mesin ketik. *sungguh entri yang amat sangat tidak penting sekali >.<
Oh iyya, aku jadi teringat sesuatu. Waktu ingin mengerjakan tugas kimia, aku mendapati syair yang sebenarnya tidak indah dan puitis, malah jauh dari itu. Isinya seperti ini. . .

 “Cuma sebegitukah usahamu?”

Yang suruh usaha siapa? Kamu!
Yang suruh tenang siapa? Kamu!
Yang suruh bertahan siapa? ......?

Tidak ADA!

Kamu kira saya mundur?

Saya bertahan!

Tapi saya usaha. Kamu tidak!
Saya mau bilang kamu ‘traitor’
Tapi kamu bukan ‘traitor’

Baru sebulan begini
Sikapmu sudah begitu!

Apalagi bertahun-tahun

Kamu kenapa orang?

Ngobrol biar jelas!


Aduuh aduuh -,- aku juga tidak tau ini apa. Puisi, bukan. Syair, bukan. Pantun, apalagi. Cerpen, lebih-lebih. Novel, ah berlebihan. Ehm, tapi sepertinya ini termasuk  ke golongan ‘curcol’ wokwokwok - o – dasar Amel! Kuliah malah sempat-sempat curcol! *Plak!!! Itu hukuman bagi yang tidak fokus. Lain kali fokus ya Mel. Ckckck mahasiswa jaman sekarang. ADA-ADA saja -_-“

Kamis, 17 November 2011

My first writing!!

Ini tulisan pertama di blog baruku (haha kayak orang katro aja). Harusnya di tulisan pertama di blog ceritanya tentang yang menyenangkan. Ah.. itu tidak berlaku bagiku karena saat ini lagi galau and dilemaa begete! sumpah! Makanya saat ini aku speechless :-x lanjut lain waktu yah!