Sodara-sodara sekalian. Tahukah anda jikalau saat ini, saya sedang mengalami masa peralihan? Ya, peralihan. Dari tingkat klimaks ke tingkat resolusi. Dari 'bad mood' ke 'good mood'. Dari hati galau ke hati biasa saja. Coba pikirkan baik-baik, kira-kira apa sebabnya?
A: Patah hati?
SALAH!
B: Lagi kere?
SALAAH!
C: Abis digigit nyamuk?
WAAH, APA HUBUNGANNYA!
D: Hmm, kamu udah dikecewain yah?
SAAAA... Eh, kok tau sih! HEY, KOK NGEGOMBAAAL!!!
Tapi benar sih.
Ehm, aku udah dikecewain. Dikecewain amaaa... DIRIKU SENDIRI!!!
_ _
HOOAAAH 0 itu mah berita basii.
Iya, aku kecewa sekali dengan sikap yang aku lakukan sendiri. Belum bisa fleksibel dalam menetapkan sesuatu. Tiap melakukan sesuatu salah.
Hey hey, GA-JE-BO banget seeeh!!!
Ok deh, gini nih...
Kemaren kan ada audisi buat calon crew radio kampus tuh. COBA BAYANGKAN SODARA-SODARAKU SEKALIAN! ITU ADALAH IMPIAN KU SELAMA 5 TAHUN TERAKHIR INI. Awalnya sih udah ngincar-ngincar cara buat ikutan. Suatu hari semangat ku memuncak! Eh, besoknya kendor lagi. Besoknya lagi, semangat 45. Turun lagi jadi semangat 00. Naik lagi, turun lagi. Dasar ababil. Amat banget labil! Nah, tibalah H-1 hari terakhir pengumpulan formulir. Semangat ku menggebu-gebu. Aku camkan dalam hati, pokoknya tidak ada yang bisa menghalangi impian ku kali ini. Aku tahu diri, tapi aku bermodal tekad, kemauan, dan keberanian yang tinggi. Berencanalah aku untuk mengambil formulir itu esko hari yang merupakan hari terakhir pendaftaran. Apapun yang terjadi, aku tidak peduli lagi. Pun harus menghadapi senior-senior yang sedang bergerombol menggerogoti ku dengan miliaran pertanyaan. AKU TAK PEDULI!
Esok hari. Aku ada jeda waktu kuliah 4 jam. Aku bertekad dengan sepenuh jiwa dan raga menjalankan misi ku hari itu. Sebelumnya, aku pergi ke Mall dulu untuk membelikan adik ku hadiah. Hari itu pas ultahnya. Selesai itu, barulah aku berniat (sebenarnya memberanikan diri) ke studio radio kampus itu. (Tak disebut radio kampus apa, mencegah traumatik dan sakit hati yang teramat dalam). Setelah dari Mall, dikisahkan lah aku sedang berjalan menuruni anak tangga. Tak! Tak! Tak! Bunyi itu terdengar perlahan. Bunyi itu suara sepatu ku. Dan sampailah aku di depan studio radio kampus tersebut. Pemandangan yang nampak: beberapa orang (sepertinya crew) di dalam studi sedang ngobrol, seseorang di depan pintu sedang duduk di kursi, sibuk dengan hape di tangannya, dan sekumpulan mahasiswa yang hanya duduk saja sambil ngobrol di anak-anak tangga.
Lama sekali aku berdiri menatap brosur yang tertulis di depan pintu studio 'Mau jadi penyiar? Gabunglah bersma kami *** fm' Dalam hati aku berkata: mau bangeeeet! aku akan jadi bagian dari kalian.
Tapi. . .
Namun. . .
Entah ada angin yang 'super jahat' apa yang menghilangkan kepercayaan diri ku, keberanian ku untuk masuk dan sejenak hanya mengambil formulir di dalam ruangan itu??????
Angin jahat apa yang bertiup sehingga membuat ku hanya bolak-balik saja di depan studio tanpa masuk ke dalam???????
Angin kejam apa yang tega menumbuhkan sifat pemalu ku yang telah ku kubur dalam-dalam??????
Apa?????? Apa??????? APA!!!!!!
Jam menunjukkan waktu kuliah. Aku kembali dengan tangan hampa. Tanpa formuli yang seharusnya telah ada di genggaman ku. Dengan muka lesu, aku kembali ke kelas. Di kelas, aku kuliah tidak konsen. Merenungi kebodohan ku. Memikirkan penyebab kenapa aku begitu.... Ah, sudahlah! Ternyata beginilah rasanya ketika dikhianati diri sendiri, sakit! Hanya gara-gara otak dan hati yang memang selalu pro-kotra, tidak bisa bekerja sama. Dan kita lah yang akhirnya menyesal. Otak dan hati cuma bisa bilang... Itu mah De-eL! Derita Loo
Sejak hari itu, sampai sekarang, aku selalu berteriak dalam hati: coklaat... mana coklaaat!!! Coklat pembentuk semangat! Coklat yang mampu menghilangkan traumatik. Coklat yang selalu menghibur ku. Mungkin 1 minggu ke depan berat badan ku akan naik karena tiap hari makan coklat. Ya, mau bagaimana lagi. Aku harus mengembalikan semangat ku yang dulu hilang.. kini diaa tlah kembali pulang... Yaelah malah nyanyi (--,)a. Pokoknya gitu lah, makan coklaaaat biar mood tambah asoy! (^^)b
Moral value from the story:
Jadi sodara-sodara sekalian! Jika anda semua memiliki impian, dan kesempatan meraih impian itu telah ada di depan mata, maka ambillah kesempatan itu! Jangan pernah kau dikalahkan oleh rasa tidak PD, malu-malu (alasan yang tidak logis bagi seorang mahasiswa), dan faktor-faktor lain yang menurunkan kadar semangat yang telah kau tanamkan sejak jauh hari. Sungguh! Jika kau membiarkan kesempatan itu hanya menari-nari di depan mata mu seakan mengejek mu, yakin dan percaya, kau akan mengidap penyesalan yang semakin lama semakin sakit jika kau mengingatnya. Traumatik yang sakaw tatkala mendengar kata-kata yang berhubungan dengan impian mu itu. Please girls! Be yourself! Don't ever give up to achieve your dream! Please do whatever (asalkan halal) to make your dream come true! Second chance is (sometimes) not like the result of first chance! OK ;)
*Pelajaran buat ku. Juga buat kalian yang selalu mempunyai cita-cita! Doa, usaha, dan raihlah mimpi mu wahai sodara!!! Jangan lupa, jika terlanjur menyesal dan timbul gejala bad mood, segeralah rogoh kantong dan pergilah ke warung terdekat untuk membeli coklaat!!!