Selasa, 21 Agustus 2012

Solid –vs- Solkar!



Menurut Kamus Ilmiah Populer:

Solid: berisi; padat; mempat; kukuh; teguh;erat; tidak cair.
Solidarisme: ajaran yang menekankan sikap solider.
Solidaritas: kesetiakawanan; perasaan sepenanggungan.
Solider: setia kawan.
Soliditas: kesolidanan; kepadatan; kekukuhan; keteguhan.

Jelas sekali kalau ikatan solid itu kuat! Tapi.. apa benar ada kata ‘solid’ itu di dunia inii? Tentu saja ada! Ingat pelajaran kimia di SMA?  Solid menandakan suatu padatan dari sebuah unsur. Hmm.. tapi bukan itu maksud ku. Aku membicarakan ‘solid’ dalam artian lain. Solid seperti yang dibicarakan si kamus ilmiah tadi. Berasa ingin mencibir saja mendengar kata itu.

Memang,  dalam suatu komunitas akan tercipta kata solid dengan sendirinya. Mungkin karena adanya kesamaan antar mereka di komunitas itu. adanya suatu pemikiran yang sebenarnya berbeda-beda tapi memiliki tujuan yang sama. Apakah mungkin dalam solidaritas itu ada yang menjadi ‘solo’ atau solo carreer atau kerennya solkar?

Aku sedikit heran saja. Ironis, ketika melihat kata-kata berikutnya di kamus setelah kata solid.

                Solipsisme: anggapan bahwa aku sendirilah yang ada.
                Solis: pembawa solo; penyanyi tunggal.
                Solisit: pembawa solo; penyanyi tunggal.

Begitulah. Kata-kata itu mungkin bisa mengartikan tentang sendiri atau seorang diri. Kata yang bisa saja muncul karena banyak hal dalam suatu komunitas. Keterpaksaan, ketidaksukaan, ketidaksatuanpemikiran #ini apaan ya?!, dan ketidaksolidan itu  sendiri. Biasanya si solkar adalah seorang yang.... apa ya.... mungkin kau tau sendiri. Atau mungkin aku bisa menyebutnya EG**S! Apapun itu lah. Aku tidak peduli. Yang aku peduli, mengapa solid adalah hal yang sangat langka aku temui? Dimana saja... aku jadi berpikir itu hanya OM*NG K*S*NG! Aaah, tidak ada itu kata begitu-begituan...

Yaaaah, semoga suatu saat aku menemukan keadaan yang dinamakan SOLID SEJATI. #emang ada?! Aku tidak yakin sih sebenarnya. hmm..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar