Iyya, kapan?? Kapan?? Aku tidak berharap
jawabannya kapan-kapan. Aku ingin jawabannya segera. Se-ge-ra! Aku penasaran
kapan datang nya ‘sehari’ itu?
Dua bulan. Itu enam puluh hari. Itu seratus
empat puluh empat jam. Waktu yang sangat memungkinkan bertemu, karena kami telah
menginjak kota yang sama. Tidak terpisah laut lagi. Sangat memungkinkan
kan untuk melihatnya, walaupun hanya sepintas. Kenapa malah mereka yang mungkin
tidak menginginkan pertemuan dengannya memiliki kesempatan itu. apa mungkin aku
tidak boleh memiliki keinginan bertemu?
Tolong lah Rabb.. T_____________________T
Aku tau, ini hanya keinginan ku sendiri. Di
pihaknya? Mungkin tidak seperti yang ku inginkan.
Sekali saja, beri kesempatan Rabb.. walaupun
sehari itu mewakili 6 bulan atau satu semester kemarin.
Walaupun sekali itu
mewakili berjuta kali harapan untuk ketemu. Sekaliiii saja.. sebelum aku kembali
menanti pertemuan selanjutnya selama berbulan-bulan. Entah kenapa mendengar
‘berbulan-bulan’ membuat ku menelan
ludah. Glek!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar