“ Sendiri aku berbisik tanpa berkawan, tak akan ada
yang ku usik, ku terus berjalan, terbelenggu di dalam ruang dan waktu, telusuri
jalan yang penuh rintangan, tidakkah kau lihat diriku slalu bertahan, air mata
ku yang mengalir mengukir jejak, terbelenggu di dalam ruang dan waktu, telusuri
jalan yang penuh rintangan. ”
1000 bayang
“ Karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut
dan laku agung, karena wanita ingin dimengerti, manjakan dia dengan kasih
sayang, bintang terang itulah dirimu, jangan lah redup dan mati. “
Karena wanita (ingin
dimengerti)
“ Saat ku coba tegar, hadirmu kembali, ada gerah di
sekujur tubuh, lelah tuk berpikir, sakit ku melihatnya, bahwa sejuta maaf,
entah dari hati, letakkan janji sekali lagi, di atas sgalanya, adakah ini hanya
pelarian tanpa ujung? ”
Akal Sehat
“ Dengar lah oh Tuhan, suara kecewa ku :’( “
Suara Kecewa
“Hadirkan kata dengan perasaan yang tulus dari
hatimu.. dirimulah keajaiban...”
Cinta sempurna
“Tiara dirimu... pancaran cahaya mu... payungi
galaunya jiwa... penyejuk murka angkara, tak kan pernah pudar, pesona abadi...”
Tiara
“Lirih gemercik hujan, seiring hembusan angin yang
membelaiku, menyapa sepi ku, dan hanyutkan rasa ini...”
Segudang Cinta
“Memang tak kan kan semudah dirimu, balikkan talapak
tangan, kadang kau pun harus merasakan pahit manisnya dunia..”
Nadia
“Mengapa kau membisu, duhai jelita, kilau bola
matamu, tak lagi berpendar paras cantiknya, meredup hilangkan cahaya..”
Bukan Cinta Sempurna
“Angin malam berhembus, lirih dingin menyapa,
mencoba merasakan semilir kehadiranmu...”
Nyawa Hidupku
“Sang surya enggan menyapa dunia, bagai hati yang
tiada cinta, rentan waktu yang pisahkan kita, membuat hidup ku tak bercahaya,
jangan biarakan rasa pergi menghilang..”
Belahan Jiwa
“Bila malam tiba, biaskan kegalauan, tak ingin mata
ini, kejapkan barang sejenak, terhanyut imajinasi, menyeret angan ku jauh,
kegelisahan yang nampak, hancurkan semua asa... Saat sepi datang, ingin ku
hempaskan... tapi, mengapa insan dunia, terasa dingin menyapa, apakah ini
jawaban yang menyertaiku?.. bebaskan aku dari jeritan panjang, menata kembali
kehidupan... untaian cinta segarkan hati yang beku, serasa tubuh ini terbang di
taman surga, yang indah damai...”
Penjara Jiwa
“Mungkin hidup ini hanya pesakitan, meronta
mencari-cari sebuah kebenaran... meregang keluar dari raga... melayang pesat
bagai elang, menembus mata dunia...”
Lari dari Kenyataan
“Inilah aku dengan nafasku, sedang berdiri, menatap
langit malam yang kelu, tak seperti biasa...”
Hati Tunggal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar