Dia meleleh lagi. Tanpa izin, tanpa permisi. Dia meleleh sangat deras.
Entahlah...
Banyak hal yang sedang memenuhi otaknya. Banyak
sekali. keping-keping masalah itu tak henti mengisi sudut-sudut sel otaknya,
lalu keping-keping itu menggumpal menjadi sebatang rasa sakit di dada. Sakit
sekali.
Pernahkah kulit mu tersayat pisau yang baru saja diasah? Sakit? Tentu
saja. Tapi sakit ini lebih sakit lagi rasanya. Sakit yang disertai rasa sesak.
Sembuhnya pun membutuhkan waktu yang tak terbatas waktunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar