Aku ingin cerita tentang boneka panda yang menggemaskan
namun malang nasibnya...
Pernah suatu ketika, seorang anak membeli boneka panda yang
saaaangat lucu. Putih bulunya bersih, juga sangat halus. Sambil menatap boneka
yang sedang tersenyum itu, si anak bisa
merasakan betapa bahagianya boneka panda
itu jika ia jadi miliknya. Dan akhirnya...
Sold!
Terjual!
Kini, boneka itu jadi miliknya. Selama perjalanan pulang,
senyum manis tidak pernah pudar dari bibir merahnya. Seperti boneka panda yang
tadi dia beli. Mereka bagai sahabat sejati yang tak terpisahkan. Seakan-akan
mereka akan bersama setiap detik, setiap menit, setiap waktu.
Hari-hari anak itu terasa sangat menyenangkan. Dia dan
boneka panda selalu bermain bersama, bahkan bercerita kepada si boneka panda. Dan boneka panda
sangat setia mendengar dan tersenyum saja kerjanya. Kadang-kadang si anak malah
gemas dibuatnya, sehingga dia tak segan mencubit pipinya. Tapi, si boneka panda
hanya tersenyum saja.
Hari... terus berganti dari senin... selasa... rabu...
Begitu juga tanggal... Bulan... Tahun... terus berganti dari
1... 2.. dan 3..
Anak itu kini telah menjadi anak yang manis. Dan seorang
adik yang tak kalah manisnya. Suatu hari, mereka berkunjung ke sebuah
pameran. Mereka berjalan... berjalan...
berjalan... dan Step! Mereka berhenti di sebuah stan boneka. Sang kakak
menatap boneka panda yang sangat mirip dengan yang ia beli tempo hari. Namun,
boneka ini memegang setangkai bambu kecil di tangan kanannya. Terlihat manis
sekali. agaknya ia tertarik untuk membelinya. Boneka panda yang dulu ia beli
diserahkan kepada si adik untuk sementara. Hmm, boneka itu terus tersenyum.
Kini, pasangan adik-kakak itu memegang boneka panda
masing-masing. Ternyata si kakak membeli boneka tadi. Si adik berkali-kali
merengek meminta boneka itu. tapi, si kakak berkata telah memberikan bonekanya
yang lama. Si adik setuju. Mereka bergembira. begitu juga boneka panda yang
lama. Lagi-lagi dia tetap tersenyum.
Sampai di rumah, kakak itu bermain dengan boneka barunya.
Sekian lama bermain, adiknya sadar kalau boneka kakaknya lebih bagus. Dia lalu
melempar boneka panda yang telah diberikan oleh kakaknya. Tidak ingin mencari
gara-gara, kakak nya berjanji akan membelikan yang baru lagi kepadanya. Sang
adik tersenyum puas.
Keesokan hari sepulang sekolah. Sang adik senang nya bukan
main, karena kakaknya membelikan boneka barbie yang sangat cantik. Adik tak
menolak sekalipun. Kakak terlihat senang melihat adiknya bahagia. Mereka pun
kembali berbahagia dengan boneka baru masing-masing.
Ternyata, bukan hanya mereka yang bahagia. Tapi juga boneka
panda yang pertama kali dibeli si kakak, boneka yang bertahun-tahun menjadi
teman sejatinya, boneka yang sempat dimiliki oleh si adik. Boneka panda itu tak
hentinya tersenyum. Tersenyum melihat kakak-beradik bahagia tanpanya. Namun,
dimanakah boneka panda itu berada ketika melihat mereka berdua bahagia?
Sebuah jendela besar cukup memperlihatkan kebahagiaan kedua
saudara kandung itu dari luar rumah. Tampak, sebuah boneka yang sepertinya
sudah tak terurus lagi masih betah duduk di atas penutup tong sampah. Kapuk
yang mengisinya seakan terlihat karena telah sobek. Warnanya juga kusam. Yang
jelas terlihat hanyalah benang-benang hitam yang menandakan boneka itu sedang
tersenyum. Meong! Seekor kucing lalu menggigit telinga boneka itu dan
membawanya pergi entah kemana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar