Tepatnya oeltah ku yang kelabu :’)
Malam menjelang pukul 00:00 AM 1 Oktober, aku menamakan nya malam muhasabah. Aku memikirkan apa yang terjadi di
hidupku yang beberapa detik lagi mencapai 19 tahun. Angka yang membuat aku sedih.
Ini terakhir kalinya aku berusia belasan. Sebentar lagi aku akan beranjak
puluhan. Terdengar dewasa sekali ya. Padahal… otak balita! Heum..
Tapi senangnya, aku telah beranjak dewasa. Mau tidak mau aku akan
memikul tanggung jawab besar. Menjadi pribadi yang mandiri, mulai memikirkan
banyak hal layaknya orang dewasa lain. Menyelesaikan kuliah, berorganisasi,
sarjana, kerja, dan… ehem, belum, aku masih ingin mewujudkan
banyak cita-cita (teraneh) ku, salah satunya…..
naik pesawat. Kemana saja lah, yang penting naik pesawat. Belum pernah
soalnya. Kamseupay bangetz! Hahaha (-_-)a
Cita-cita (teraneh) ku lainnya adalah punya buku bestseller dan punya
perpustakaan umum, punya fans bejibun, punya suami kayak Donnie (ngaco!), punya
perkebunan coklat (supaya bisa bikin
coklat sendiri, akhirnya punya usaha ekspor coklat, bikin Indonesia terkenal
akan coklatnya, dan aku jadi orang kaya dan terkenal sampai internasional).
Bisakah aku?? Bisa! Pasti bisa! Asal kita rajin bekerja, asal rajin menggapai
cita. Hahaha dasar aneh nih akuu…
Oops, aku sebenarnya lagi nggak mood. Oeltah ku di awal Oktober ini
rasanya aneh. Nggak ada chemistry. Mungkinkah disebabkan karena ‘nila
setitik’?! sepertinya begitu. Nila setitik itu sepertinya menghancurkan asa ku
membuat sesuatu yang istimewa di hari
special ku ini. Tega sekali kau!
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena dia, hari
special ku seakan tidak berarti. Helloow, ada apa dengan mu?? Jangan hanya
karena dia, senyum mu hilang di hari bahagia mu ini. Semua orang menunggu
senyum mu hari ini. Hari ulang tahun mu. Untung nya bisa ku atasi. Senyum ku
tidak pudar sedikit pun hanya karena nila setitik itu.
Oeltah ku yang malang. Malam-malam ku yang tiada lagi ceria. Karena nila
setitik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar