Senin, 01 Oktober 2012

Oktoberku yang malang, karena nila setitik!



Tepatnya oeltah ku yang kelabu :’)

Malam menjelang pukul 00:00 AM 1 Oktober, aku menamakan nya malam  muhasabah. Aku memikirkan apa yang terjadi di hidupku yang beberapa detik lagi mencapai 19 tahun. Angka yang membuat aku sedih. Ini terakhir kalinya aku berusia belasan. Sebentar lagi aku akan beranjak puluhan. Terdengar dewasa sekali ya. Padahal… otak balita! Heum..

Tapi senangnya, aku telah beranjak dewasa. Mau tidak mau aku akan memikul tanggung jawab besar. Menjadi pribadi yang mandiri, mulai memikirkan banyak hal layaknya orang dewasa lain. Menyelesaikan kuliah, berorganisasi, sarjana, kerja, dan… ehem, belum, aku masih ingin mewujudkan banyak cita-cita (teraneh) ku, salah satunya…..  naik pesawat. Kemana saja lah, yang penting naik pesawat. Belum pernah soalnya. Kamseupay bangetz! Hahaha (-_-)a

Cita-cita (teraneh) ku lainnya adalah punya buku bestseller dan punya perpustakaan umum, punya fans bejibun, punya suami kayak Donnie (ngaco!), punya perkebunan coklat (supaya bisa  bikin coklat sendiri, akhirnya punya usaha ekspor coklat, bikin Indonesia terkenal akan coklatnya, dan aku jadi orang kaya dan terkenal sampai internasional). Bisakah aku?? Bisa! Pasti bisa! Asal kita rajin bekerja, asal rajin menggapai cita. Hahaha dasar aneh nih akuu…

Oops, aku sebenarnya lagi nggak mood. Oeltah ku di awal Oktober ini rasanya aneh. Nggak ada chemistry. Mungkinkah disebabkan karena ‘nila setitik’?! sepertinya begitu. Nila setitik itu sepertinya menghancurkan asa ku membuat sesuatu yang istimewa  di hari special ku ini. Tega sekali kau!

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena dia, hari special ku seakan tidak berarti. Helloow, ada apa dengan mu?? Jangan hanya karena dia, senyum mu hilang di hari bahagia mu ini. Semua orang menunggu senyum mu hari ini. Hari ulang tahun mu. Untung nya bisa ku atasi. Senyum ku tidak pudar sedikit pun hanya karena nila setitik itu.

Oeltah ku yang malang. Malam-malam ku yang tiada lagi ceria. Karena nila setitik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar