Sabtu, 02 Maret 2013

Tentang Sebuah ‘Sugesti’!



Ketika aku kelas 6 SD, aku diberitahu kalau aku sudah besar. Pada saat itu,  aku meminta kue tart untuk ulang tahun ku. tapi karena aku sudah duduk di kelas 6 SD, artinya tidak usah lagi dapat begituaan, tidak usah lagi dibuatkan kue ultah, memanggil teman-teman untuk makan kue bersama. Itu tidak lagi untuk anak kelas 6 SD, sudah besar katanya. Ya, aku mengerti.

Sugesti itu masih melekat di otak ku, sampai saat ini. Makanya itu, aku tidak pernah berharap mendapatkan tart, atau semacam nya di hari ulang tahun. Yang aku harapkan hanya orang-orang yang ku sayangi mengingatnya. Menurut ku, hal itu berarti mereka sangat menyayangi ku. seuntai kata ucapan, bagi ku itu sudah cukup. Diberi hadiah, yaa Alhamdulillah :3

Tapi… seiring waktu mengiringi ku, aku melihat orang-orang di sekitar ku. saat ulang tahun, mereka mendapat kan surprise, hadiah, serta orang-orang yang ‘tidak diundang’ datang bergerombol untuk mengucapkan selamat, dengan sebuah tart yang ada lilinnya. Bernyanyilah mereka “happy birthday to you..!” dan seterusnya... dan seterusnya… setelah itu, yang berulang tahun mentraktir kerabat mereka makan di sebuah restoran kah, atau pun hanya di kantin sekolah. Mereka sangat bahagia..

Yang ku pikirkan saat itu, mengapa mereka masih mendapatkan hal itu? mereka kan sudah besar, sudah dewasa… tapi mereka mendapatkan kue ulang tahun, kejutan, dan yang lainnya dan yang lainnya, bahkan tanpa mereka minta…

Yang ku pikirkan saat itu, mengapa sugesti yang diberikan kepada ku tidak berlaku kepada mereka? Apakah mungkin mereka juga disugesti seperti itu tapi mereka lupa? Tidak mungkin. Aku saja yang seumuran sama mereka masih ingat sugesti itu…

Aku mulai menyadari, itu adalah sebuah tanda bahwa mereka adalah orang yang disayangi. Aku mulai menyadari, itu adalah tanda cinta mereka kepada seseorang. Memberikan sesuatu yang berharga, memberikan momen special, mengadakan kejutan, untuk hari berbahagia seseorang. Hari kelahirannya.
Saat itu, aku merasa… hmm, apa ya… tentang sugesti itu… tentang mereka… kejutan, tart, dan lainnya dan sebagainya…

Saat itu, aku mulai merasa… ingin merasakan apa yang mereka rasakan ketika mendapatkan itu semua…
Yang aku pahami, sebuah ucapan, itu sudah cukup, hmm, bukan, itu lebih dari cukup. Tapi… aku merasa diberi kejutan adalah sesuatu yang sangat lebih dari cukup. Betapa bahagia, betapa senang.
Rasanya ingin jadi kecil saja X’D

Bagaimana rasanya saat dewasa mendapatkan kejutan dari orang-orang?

Bagaimana rasanya saat dewasa mendapatkan sebuah tart?

:’)

Kejutan dan macam-macamnya adalah sebuah tanda bahwa seseorang itu sangat lah berharga… mereka adalah orang yang sangat penting di hidup nya…

Sangat tidak pantas jika aku bilang disini, “bagaimana ya rasanya dapat kejutan?” seakan-akan ingin dikasihani sekali. Kasihan memang ckckck merasa tidak berharga, dan tidak istimewa…
Tapi harusnya kita bersyukur \(*o*)/ iyya, harusnya kita bersyukur atas semua yang telah diberikan, tidak boleh merasa tidak istimewa, dan lainnya dan sebagainya…

Because, every children is special ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar