Selasa, 16 Oktober 2012

Lalala… Aku menunggu…!



Kenapa dia senang sekali membuat ku menunggu?

Menunggu dia lewat di depan kelas ku. Menunggu dia datang pagi-pagi dengan motornya. Menunggu dia pulang sekolah dengan jaket hitamnya. Menunggu dia datang ke kelas ku saat istirahat. Menunggu suaranya mengumandangkan adzan di mushalla ketika dhuhur tiba. Menunggu dia angkat bicara waktu rapat organisasi. Menunggu dia memberi kabar tentang kelulusannya. Menunggu dia memberi  kabar ketika sampai di negeri rantau untuk pertama kali. Menunggu kepulangannya saat liburan tiba. menunggu saat-saat bertemu dengan dia. Menunggu dia berbicara dan bercanda saat bertemu dengan ku. Menunggu kabar darinya setelah kembali ke negeri orang. Menunggu kabar darinya yang tak kunjung datang selama berbulan-bulan disana. Menunggu  dia…. Menunggu dia…. Menunggu dia mengatakan sesuatu. Sesuatu yang apa ya?! Hhe… hanya aku dan mereka yang ngerti.

Apa dia pernah menunggu ku? Pertanyaan yang aneh  -_-a

Ya, terlalu bodoh aku untuk menunggu. Tapi, kenapa aku masih ingin menunggu?

Aku tau, kalian telah berpikiran aku bodoh lah, oon lah, sejak pertama membaca tulisan ini. Terkesan bodoh memang. Pekerjaan yang membuat orang sebel ya menunggu. Tapi, kenapa aku mauuu saja menunggu nya?! Menunggu sesuatu yang tidak pasti tepatnya.

Senin, 15 Oktober 2012

Dialog dengan Bulan Oktober!



Aku, selanjutnya disingkat ‘A’ : (ngambek)

Oktober, selanjutnya disingkat ‘O’ : hey kamu

A: apaan? (sambil mengais-ngais tanah)

O: ngapain ngais-ngais tanah disitu?

A: udah nggak papa, tangan ku baek2 aja kok, nggak bakal lecet

O: bukaan.. bukaan.. maksud ku nanti tanahnya jelek kelihatan. Lubang-lubang gitu. Halamannya kan nanti 
nggak enak diliad.

A: #jleb! *nelen ludah *pasang tampang cemberut (kirain)

O: kok cemberut aja, aku baru datang nih..

A: nah trusss.. guweh mustii.. bilang weew getoh?

O: galak amat, biasanya kalo aku datang seneng minta ampun, gila malah

A: masa sih? Biasa aja deh.. emang lo special gituh??

O: ya iyalah, secara gitu loh.. kamu kenapa sih?

A: tau deh, mikir aja sendiri

O: hmm, gitu yah sekarang. Padahal aku udah datang special buat kamu lho

A: oh ya, tapi…

O: tapi???

A: yaa ituu, tadinya kamu special, bulan ku yang special. Tapi kok ada yang beda yah

O: beda maksudnya?

A: yaa, nggak kayak dulu. Suasananya kali ya. Kayak ada yang aneh, terlupakan, dan sepi gitu.

O: lu sibuk kali.. jadi gak nikmatin. Teman2 mu juga mungkin sibuk. Tugas kuliah kan numpuk beud coy.

A: ho’oh sih. Tapi, tetep aja ga ada feelnya.

O: jadi sejak aku datang, ngapain aja?

A: baca buku dan nonton

O: Hey, tugas kuliah mu?

A: Aah, sudah jangan dicemaskan. Soal itu, BERES!

O: (garuk2 kepala, rada2 ga yakin) Tidak berkutat dengan hape?

A: Jarang.  Hanya sekali dua kali ngecek, ada  sms teman-teman ku, tanya tugas, balas, ditinggal di kamar, ke ruang TV atau ke atap rumah baca buku.

O: gokil ya, segitunya. Ckckck. Nggak OL kayak orang-orang?

A: Jarang juga. Paling ngecek beranda, ada pemberitahuan, cek per cek, log out.

O: Widiih, sok sibuk amat sih lu. Jadi Cuma baca buku dan nonton.

A: Yaa, nggak juga sih. Soalnya bosan sih.. aah, nyebelin lah pokoknya.

O: Ya udah, semoga aku tetap menjadi Oktober mu yang istimewa di hati mu.

A: jiaaah, dia nyanyii. Iyye iyye deuh. Oktober ku claloe di hatie.

O: Alay banget kamu :P

A: kamu juga, yeee -______________-
 
Intinya, oktober ku kali ini, amat sangat menyedihkan. Bagai bertemu dementor, kebahagiaan ku seakan dihisapnya dengan mudah seperti lebah menghisap madu. Aku hanya bisa merasakan sedikit kesenangan dari puing-puing yang tersisa itu.

Moral value nya setidaknya kau masih sehat, sedikit bahagia, dan dapat beraktivitas dengan baik. Maka, bersyukurlah! Soal masalah mu itu, bisa kesampingkan dulu dan mulai dipikirkan bagaimana baiknya dengan kepala dingin. Step by step lah!

Minggu, 14 Oktober 2012

Kau dan keajaiban kecil mu!



Aku selalu menyukai tulisan-tulisan mu, karangan-karangan mu. Aku telah memerhatikannya sejak aku mengenal mu. Tak jarang aku memeriksa profil mu di social network hanya untuk menunggu tulisan mu selanjutnya. Mungkin setiap hari! Mungkin aku akan menjadi ranking pertama jika kau menggunakan aplikasi ‘mau tau siapa saja yang sering membuka profil FB mu?’, saking sering nya aku membuka profil mu. Aku tidak tau seberapa sering aku membuka akun mu, pun hanya berniat mengintip sebentar. Yang aku tau aku sangat jarang membuka profil ku sendiri.

Ternyata kau suka nulis. Dan aku suka baca. Yang ku tau, kau juga suka baca. Kadang aku juga senang nulis. Mungkin kita bisa cocok?! J hihihi kita bisa saling melengkapi kan. #ngarep:D aku serius. Betapa hebatnya jika kita menjadi pasangan, ehh, maksud ku pasangan partner.  Partner untuk saat ini.
Aku suka tulisan mu. Jangan mengelak kau tidak senang menulis!

Puisi untuk teman semasa SMA mu. Doa yang kau baca di upacara terakhir waktu SMA. Tugas bahasa Inggris yang kau titip kan pada ku untuk ditranslate. Status-status mu di social network. Itu semua kau yang buat kan?! Aku tau itu karangan mu. Bagus! Aku sangat suka! Aku pernah berharap kau membuat kan satu puisi untuk ku J hehehe #ngarep lagi.

Suatu saat aku ingin berbincang dengan mu, tentang tulisan mu. Mengapa  kau tak kirim ke media saja. Tulisan mu bagus. Kalau boleh aku bisa bantu. Atau kau buat blog saja. Kalau tidak sempat aku bersedia membuat kan. Kau punya bakat, sayang! Dan itu membuat ku iri padamu.

Aku mendukung mu, sangat sangat mendukung. Kau harus tau itu!

Jadi, tetap lah menulis ‘pena’ku sayang! Kau memang sebuah keajaiban kecil untuk ku. Tetap bersinar dan terus bersinar  di relung hati ituu. Jadilah lentera yang menerangi setiap gelapku. Di setiap sepi ku. Lewat tulisan yang kau buat dengan cintamu. Karena kau dan keajaiban kecil mu itu lah, hingga saat ini aku masih bertahan untuk terus menyimpan rasa dan asa di dalam sudut kecil suatu organ yang biasa orang-orang sebut dengan ‘hati’.

Selasa, 02 Oktober 2012

Tak cukup dengan sebuah tart, coklat dan buku!



Untuk mereka berdua, ayah ibu, aku  memberi  sebuah kue tart. Kado ulang tahun dari ku. Mungkin juga tanda terima kasih, tanda sayang, tanda cinta, karena sejuta cinta ku selalu untuk mereka :*

Di hari special itu, aku ingin mereka merasakan betapa berharganya mereka di dalam hidup ku. Namun, mungkin sebuah tart moccachino dan blackforest itu hanya melambangkan atau hanya sebagai tanda aku sayang mereka, aku cinta mereka, aku berterima kasih kepada mereka. Sesungguhnya, sebuah tart moccachino dan blackforest itu tidak bisa menandingi bahkan membalas semua cinta dan kasih sayang mereka kepada ku, kepada anak mereka. Semahal-mahalnya tart itu, sebanyak-banyak rupiah yang ku kumpulkan untuk membeli tart itu, tidak akan sebanding dengan cintanya, kasihnya, dan sayang nya. Sekalipun  jika tart itu berlapis berlian dan Kristal termahal di dunia.

Lain lagi untuk anak kedua mereka. Dia ku berikan sekotak coklat. Walau terkesan biasa saja, tapi kau harus  tahu, aku membelinya dengan rupiah dan rasa cinta. Ya ya ya, aku lebay. Oke. Tapi aku serius. Aaah, kau itu manis tau, seperti coklat itu. Semua orang suka coklat. Begitupun kau. Semua orang suka padamu. Termasuk aku. Nyebelin iya, tapi aku tau kau hanya ingin membuat ku tertawa walau itu hanya membuat mu tampak bodoh ketika melakukannya.

Buku yang ingin aku berikan untuk kalian, sahabat ku daan… seseorang yang aku sukai, ehm, sayangi mungkin. Hadiah untuk ulang tahun kalian, buku! Buku itu bisa kalian gunakan untuk menulis kata, angka, kalimat, motion yang kalian sukai. Aku ingin di dalam buku itu tertulis nama ku sebagai pewarna hari-hari kalian, kehidupan kalian. Rangkailah cerita kalian di buku itu. Dengan orang-orang yang kalian sayangi. Khususnya buat kau! Melihat mu, membuat ku merasa kau tidak pernah serius. Tapi merasakan dan menyayangi mu, membuat ku yakin kalau aku benar-benar membutuhkan mu di hari-hari ku. Kedengarannya lucu. Aah, sudahlah. Isi saja lembaran-lembaran buku itu dengan tulisan tangan mu sendiri. Ku harap di setiap lembaran mu, bahkan kalau bisa di setiap baris buku itu ada nama ku :’)

Cinta dan kasih sayang kalian, orang-orang yang aku sayangi, tidak lah bisa ditandingi dengan sebuah tart, blackforest, sekotak coklat, dan buku. Begitu bodohnya aku yang tidak berani mengatakan aku sayang kalian, biarlah aku menyatakannya dengan tart, blackforest, coklat, dan buku. Walau itu belum cukup sebenarnya…

Senin, 01 Oktober 2012

Oktoberku yang malang, karena nila setitik!



Tepatnya oeltah ku yang kelabu :’)

Malam menjelang pukul 00:00 AM 1 Oktober, aku menamakan nya malam  muhasabah. Aku memikirkan apa yang terjadi di hidupku yang beberapa detik lagi mencapai 19 tahun. Angka yang membuat aku sedih. Ini terakhir kalinya aku berusia belasan. Sebentar lagi aku akan beranjak puluhan. Terdengar dewasa sekali ya. Padahal… otak balita! Heum..

Tapi senangnya, aku telah beranjak dewasa. Mau tidak mau aku akan memikul tanggung jawab besar. Menjadi pribadi yang mandiri, mulai memikirkan banyak hal layaknya orang dewasa lain. Menyelesaikan kuliah, berorganisasi, sarjana, kerja, dan… ehem, belum, aku masih ingin mewujudkan banyak cita-cita (teraneh) ku, salah satunya…..  naik pesawat. Kemana saja lah, yang penting naik pesawat. Belum pernah soalnya. Kamseupay bangetz! Hahaha (-_-)a

Cita-cita (teraneh) ku lainnya adalah punya buku bestseller dan punya perpustakaan umum, punya fans bejibun, punya suami kayak Donnie (ngaco!), punya perkebunan coklat (supaya bisa  bikin coklat sendiri, akhirnya punya usaha ekspor coklat, bikin Indonesia terkenal akan coklatnya, dan aku jadi orang kaya dan terkenal sampai internasional). Bisakah aku?? Bisa! Pasti bisa! Asal kita rajin bekerja, asal rajin menggapai cita. Hahaha dasar aneh nih akuu…

Oops, aku sebenarnya lagi nggak mood. Oeltah ku di awal Oktober ini rasanya aneh. Nggak ada chemistry. Mungkinkah disebabkan karena ‘nila setitik’?! sepertinya begitu. Nila setitik itu sepertinya menghancurkan asa ku membuat sesuatu yang istimewa  di hari special ku ini. Tega sekali kau!

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Hanya karena dia, hari special ku seakan tidak berarti. Helloow, ada apa dengan mu?? Jangan hanya karena dia, senyum mu hilang di hari bahagia mu ini. Semua orang menunggu senyum mu hari ini. Hari ulang tahun mu. Untung nya bisa ku atasi. Senyum ku tidak pudar sedikit pun hanya karena nila setitik itu.

Oeltah ku yang malang. Malam-malam ku yang tiada lagi ceria. Karena nila setitik.