Kenapa dia senang sekali membuat ku menunggu?
Menunggu dia lewat di depan kelas ku. Menunggu dia datang pagi-pagi
dengan motornya. Menunggu dia pulang sekolah dengan jaket hitamnya. Menunggu
dia datang ke kelas ku saat istirahat. Menunggu suaranya mengumandangkan adzan
di mushalla ketika dhuhur tiba. Menunggu dia angkat bicara waktu rapat
organisasi. Menunggu dia memberi kabar tentang kelulusannya. Menunggu dia memberi
kabar ketika sampai di negeri rantau
untuk pertama kali. Menunggu kepulangannya saat liburan tiba. menunggu
saat-saat bertemu dengan dia. Menunggu dia berbicara dan bercanda saat bertemu
dengan ku. Menunggu kabar darinya setelah kembali ke negeri orang. Menunggu
kabar darinya yang tak kunjung datang selama berbulan-bulan disana.
Menunggu dia…. Menunggu dia…. Menunggu
dia mengatakan sesuatu. Sesuatu yang apa ya?! Hhe… hanya aku dan mereka yang
ngerti.
Apa dia pernah menunggu ku? Pertanyaan yang aneh -_-a
Ya, terlalu bodoh aku untuk menunggu. Tapi, kenapa aku masih ingin
menunggu?
Aku tau, kalian telah berpikiran aku bodoh lah, oon lah, sejak pertama
membaca tulisan ini. Terkesan bodoh memang. Pekerjaan yang membuat orang sebel
ya menunggu. Tapi, kenapa aku mauuu saja menunggu nya?! Menunggu sesuatu yang
tidak pasti tepatnya.