“Hei Conan.
Benarkah manusia bisa berubah? Perasaan manusia yg terpisah jauh. Pedih sekali
ya kalau cuma menunggu?” -Ran Mouri
Benar kata
Ran. Pedih sekali ya kalau Cuma menunggu. Menunggu seseorang yang entah datang
entah tidak. Tapi dalam hal ini, seperti yang kita tau, kalau Conan sebenarnya
adalah Sinichi yang dari dulu dinantikan Ran. Tapi Ran tidak tau sebenarnya
orang yang dia tunggu selalu ada di dekatnya :’) bisa bayangkan bagaimana
rasanya menjadi Ran yang selalu menunggu Sinichi? Apakah dalam perkataan itu
Ran sedang membicarakan perasaannya kepada Sinichi yang akan berubah? Bukan,
ran sedang menanyakan kepada Conan tentang perasaannya. Katanya perasaan orang
yang terpisah jauh akan berubah, benar? Tapi kenapa ran masih selalu
menunggunya? Kenapa perasaan Ran tidak sedikitpun berubah, padahal Sinichi
sudah tidak pernah Nampak di pandangannya.
Bagaimana
dengan ku?
Aku?
Memangnya aku kenapa, aku tidak sedang menunggu -_- memang nya aku menunggu
siapa kalo aku sedang menunggu. Tidak. Aku tidak menunggu siapa-siapa. Aku
tidak punya perasaan yang sedang
terpisah jauh -_- siapa? Perasaan apa? Tidak ada kok. Aku BAIK-BAIK SAJA. Aku
yakin.
Kalaupun
ada, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Kalaupun aku
menunggu seseorang, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Itu dulu.
Dulu. Sekian detik yang lalu.