Sabtu, 10 Agustus 2013

Eid Mubarak, It was Lovely



Ini masih suasana idul fitri, ku ucapkan selamat idul fitri, taqabbalallahu minna wa minkum. Maaf lahir batin :3

Di hari idul fitri ini merupakan moment sedih dan momen senang. Sedih berpisah dengan bulan Ramadhan, dan senang karena momen ini digunakan untuk berkumpul sekeluarga besar, sekeluarga kecil, saling bermaafan, saling berbagi. Walaupun kesehatan agak terganggu, tapi aku bersyukur masih bisa merasakan indahnya idul fitri itu. aaaah, see you next year ya Ramadhan dan Eid Mubarak :3

Kota Itu



Kenapa kota itu selalu terdengar di telinga ku? -___-
Mentang-mentang dia nya pergi kesitu! Menyebalkan!

Kota ituuuuu terus. Jakarta kek. Surabaya kek. Kenapa mesti kota itu? agak sensitive sama “kota itu” ;’( ya soalnya dia pergi kesana, dan dia tinggali aku untuk pergi ke kota itu X’(

Aku nggak suka kota itu. mendengar nya saja udah bikin nyesek!

Aah, iya. Dia udah pergi (lagi). dia disini nggak cukup sebulan. Padahal dia liburnya 2 bulan yang lalu, katanya. Dia juga pulang nggak pamit :’) sedihnyaaa… aku nunggu lho dia kasi kabar, soalnya aku udah bilang sebelumnya, akunya dikabari. Tapi dia nggak kunjung datang :’) sediiiiih sekali rasanya ;’( mungkin dia lupa.

Mungkin dia nggak butuh aku, jadi dia nggak kabarin aku :’(

Serius sedih banget T_T dia emang hobi nya bikin aku sedih… selalu bikin sedih… selalu!

Jumat, 02 Agustus 2013

Lagu Sedih



Baru-baru aku download lagu ost. Secret garden  judulnya Here I am (lagi-lagi lagu korea -_-). Sebenarnya lagu ini bukan lagu yang ku cari. Tapi, setelah mendengarnya sampai habis, aku rasanya nyesek sampai berkaca-kaca :’( *lebay -_- iyaa, lagunya sediiiih sekaliiii. Pertama aku dengar nyesek nya udah terasa. Itu aku nggak tau artinya lho. Tapi kok nyeseeeeek rasanya. Bahaya ini buat orang galau -_-

Sama waktu dengar lagunya Cinta Sejati dari kakak BCL. Pertama kan intronya pake sentuhan piano. Waah, bagus ini! Batin ku pertama kali mendengar lagu ini. Aku langsung lompat dari tempat tidur ke depan radio. Menghayati. Lama-lama. . . . Deg! Nyeseeeek nyaaa minta ampuuun >.< aaah, sedih sekali lagu iniiii…


Aaaah, kenapa playlist ku akhir-akhir ini lagu mellow semuaaaaaa >.<

Oh iya, dia udah pulang tuh -_-

Yaaa, pengen bilang dia pulang aja. Nggak berharap apa-apa :’)

Kamis, 01 Agustus 2013

Dia LUCU sekali



Sangat.. sangat.. lucu. Dan pengertian. Aah, dia mengerti sekali kalau aku ingin sekali bertemu. Tapi kenapa seakan-akan hanya aku yang ingin bertemu, dia tidak? Sedihnya :’( ini sudah setahun kami tidak bertemu. Dua bulanan juga dia tidak ada, tidak kasi kabar, atau pun hanya MC. Aku kira dia menghilang. Hilang! Tidak akan pernah datang lagi. Walaupun kadang masih berharap dia datang, tapi aku mencoba untuk selalu menepis segala macam penyakit hati, nyesek lah, sakit hati lah, kecewa lah, dan lain sebagainya. Aku mencoba menepis. Dua bulanan itu, waktu yang tidak cukup ternyata. Tapi aku berpikir, selama dia tidak pernah muncul, sepertinya akan baik-baik saja.

Yang benar saja. Dia tiba-tiba muncul dan menanyakan kabar. Ya Allah, ada apa dengan dia? Kenapa dia muncul lagi? baiklah, aku menganggap itu formalitas pertemanan. Ya, aku yakin itu. aaaah, kenapa kau datang setelah berbulan-bulan tidak ada kabar? Ingin sekali aku bertanya, kemana saja kau? Kenapa kau muncul lagi? bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi selama 2 bulan ini kau menghilang? Kau kemana? Tapi entah kenapa di balik kecewa ku itu, terselip rasa senang dan batin yang berucap “dia masih mengingat ku ternyata”. Tampak jelas ketidakkonsistenan ku. aku juga kecewa dia datang begitu saja tanpa berucap kata maaf. Maaf, karena baru kasi kabar. Maaf, selama ini tidak mengabari. Maaf…… maaf…….. maaaaf……..

Dia tidak peduli aku peduli padanya. Setelah menghilang kabarnya dua bulanan, kemudian dia datang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, apakah dia menganggap ini hanya sebuah lelucon?

Apakah aku senang dia datang lagi? Ya. Aku amat sangat senang. Ternyata dia masih mengingat ku. Tapi, apakah aku sedih? Ya. Aku juga amat sangat sedih. Dia datang begitu saja, pergi begitu saja, sesuka hatinya, tanpa memikirkan akan bagaimana aku. Entahlah. Aku bingung bersikap.

Lihat, dia lucu kan? Saking lucunya, aku sampai ingin menangis. LOL sekali. Sampai-sampai aku tertawa sendiri jika memikirkannya. Menertawakan kebodohan ku yang masih saja mengharapkan dia datang. Datang untuk apa? Untuk memberikan kesakitan? Untuk memberikan kebahagiaan?

Yaa.. nda papa sih, udah biasa :’D jadi udah kebal X’’’(

Sabtu, 20 Juli 2013

Surat ini… buang saja ke tong sampah!



Hai, apa kabar mu yang disana? Ku harap kau baik-baik saja. Apakah kau sedang tersenyum? Tidak? Ayolah, biarkan huruf-huruf ini melihat senyum mu itu agar mereka juga bahagia, seperti ku. aaah iya, lama tidak berjumpa. Apa saja yang telah kau lakukan disana? Aku selalu menunggu cerita mu, yang walaupun ku paksa bercerita kau tak kan mau. Kali ini aku tidak akan bercerita apa-apa. Aku akan menunggu mu untuk bercerita. Apa saja. Ayo, cerita lah. Aku akan mendengarkan mu.

.

.

.

.

.

Kenapa? Kau tidak mau cerita? Atau kau tak punya cerita? Aku yakin selama setahun kita tidak bertemu kau punya segudang cerita yang mungkin akan kau bagikan kepada teman-teman mu, tapi tidak kepada ku. tapi sekarang, aku ingin kau ceritakan semua kepada ku sampai-sampai teman-teman mu tidak akan kebagian ceritamu. Ayo, ceritalah!

.

.

.

.

.

Masih tidak mau cerita? Kenapa? L kau tidak percaya pada ku? kau tidak suka bercerita dengan ku? aku akan mendengarkan mu secara seksama. Aku tidak akan berkomentar apapun sampai ceritamu selesai. Jadi, ceritalah. Aku menunggu mu berkutik.

.

.

.

.

.

Kau tidak berubah. Masih terdiam jika ku suruh cerita L aku sedih kau seperti ini. Kau memang selalu membuat ku sedih, padahal aku selalu menunggu mu membuat ku tertawa dengan cerita-ceritamu, seperti yang kau lakukan kepada teman-teman mu. Baiklah. Aku akan menunggu cerita-cerita yang kau bungkus dengan kebisuan mu.

Kalau begitu, buang saja surat yang tak berguna ini ke tong sampah. Jika kau tidak senang, kau bisa meremuk-remuknya, membuangnya ke lantai, menginjak-injaknya, mengambilnya kembali, meremuk-remuknya lagi, dan membuangnya ke tong sampah yang dipenuhi lalat. Lalu kau pergi menjauh dengan hati lega, tak sedikitpun kata dari surat ini yang tersimpan di benak mu. Karena kau…. Memang tidak pernah suka surat-surat dari ku :’)