Sabtu, 24 Agustus 2013

Corat-coret dan Voldemort



Hai blog, hai coklat!

Merindukan ku? tentu saja J. Aku tau, kaulah, blog, yang akan selalu merindukan ku, merindukan kepingan cerita untuk kubagi bersamamu di saat ‘mereka’ berada di dunia nya masing-masing. Kau, blog, yang selalu merindukan rintih-rintih kisah ku yang memuakkan itu. Ya, itu kau, blog, yang selalu menanti tanda titik dua tutup kurung di akhir syair-syair hidup yang ku ceritakan padamu.

Akhir-akhir ini, aku akui kalau aku sangat malas menulis. Tidak ada inspirasi. Rasanya bosan sekali. Mungkin inilah yang biasa disebut titik jenuh seorang penulis. Tsaaaah penulis mananya -_- ehm, maksud ku hanya penulis battu-battuan kata orang sini hehehe.

Sekarang aku sudah ‘pulih’ dari kejenuhan itu. aku sudah punya mood buat nulis lagi. inspirasi?? Yaa.. kadang ada kadang tidak. Seperti saat ini, sebenarnya aku tidak punya inspirasi sama sekali. Tapi aku hanya melatih otak ku untuk mengalirkan inspirasi. Kadang sementara menulis abal-abal begini, ide nulis langsung muncul satu-satu. Cling! Cling! Cling! Haha :D kadang Cuma lewat aja. Lupa dicatat dan aku akan lupa apa yang ingin aku tulis tadi. Aku akan mulai menulis lagi. tapi aku ingin berganti genre. Kalau di flash back, tulisan ku ini hanya berisi kisah klasik yang ingin ku lupakan saja :’) super duper syahdu dan mellow banget kan! Pft -,- nggak lagi deh. Tapi nggak janji :D

Hmm, aku ingin bercerita tentang… hehehe… tentang ‘you know who’. Tentang Lord Voldemort. Someone who we can’t say his name. Kita sebut saja dia Voldemort. Aku bertemu dengan voldemort beberapa hari yang lalu. Itu pertemuan pertama kami di tahun ini. Jangan tanyakan sejak tahun berapa kami bertemu karena itu rahasia. Bertemu voldemort bagi Harry Potter adalah hal yang yang membuat nya jeger-jeger! Sama dengan ku. tiap membaca voldemort, berhentilah memikirkan lord voldemort yang asli dalam film Harry Potter itu, karena ‘voldemort’ ku lebih lebih lebih baik dari nya. Lebih manis juga.

The words I can say to imagine our meeting is. . . AMAZING! And really lovely :3 eventhough voldemort was so different, calm, and cool like an ice or polar bear haha just kidding. There’s something different from him. What about me? Do I feel different too? Will my feeling change? I think not. But, I’ll never know the present, right?

Rabu, 14 Agustus 2013

Katanya...



Katanya air mata itu mengandung 1% air dan 99% perasaan…

Iya kaah?

Masa sih?

Yang bener?

Bisanya itu -,-

Selasa, 13 Agustus 2013

Sehari untuk Setahun Kemarin



Ini pertama kalinya aku melihat dia setelah setahun :)
Diaa… hehehe kenapa dia? Biasa aja tuh -,- nda ada yang berubah. Cuek. Jutek. Sok cool. Kalem nda jelas. Bikin sebel -,- walaupun begitu, aku sangat senang bisa melihatnya lagi :) sangat sangat senang :)

Tiap apa yang dia lakukan pasti serius. Jika melihatnya, lucu aja :3 dia kayak acting.
Apa kau salah tingkah? Hhihihi

Ketika dia duduk tepat di hadapan ku, dia tidak pernah sama sekali melihat ku. dia hanya menunduk, menggeledah tas nya, seperti mencari-cari sesuatu (atau pura-pura mencari sesuatu), atau melihat-lihat hape. Senyum pun dia tidak. Kondisi saat itu seakan-akan menggambarkan hanya ada dia sendiri disana, seakan-akan aku tidak berada di hadapannya. Sebuah Tanya? Dia tidak pernah melontarkannya. Justru aku lah yang kepo sama dia. Ah, kenapa aku se-kepo itu? tapi, itu wajar kan. Kami dua orang teman akrab yang telah lama tak bersua, wajar kan ?

Aku selalu menunggu cerita-ceritanya pada saat-saat seperti ini. Saat dimana kami baru saja bertemu setelah sekian lama. Tapi dia hanya bisa diam dan bungkam. Dia tidak pernah mau cerita dan bicara. Aku sudah berusaha mencairkan suasana, pun itu dengan pertanyaan konyol. Pun dengan pertanyaan yang akhirnya aku sesali, “kenapa aku bertanya itu?” untunglah dia tidak terlalu menanggapi. Pertanyaan konyol pun tidak dia tanggapi, apalagi pertanyaan yang tidak konyol -_-

Kami hanya sering terdiam membisu. Ketika aku kehabisan kata-kata. Aku kehabisan bahan obrolan. Aku kehabisan pertanyaan yang musti diajukan. Aku jadinya diam. Terlebih lagi dia. Tidak ada kata yang terucap, kecuali memang sangat diperlukan. Itulah dia yang sekarang.

Setelah pertemuan “langka” itu, kami kembali “lost contact”. Sepertinya “lost contact” itu akan berlangsung setahunan lagi T_T itu dia yang sekarang. Cueeeeek se cuek-cueknya. Capedeh X_X aku tidak mengerti kenapa perbedaan sebelum dan sesudah kami bertemu sangat jelas terasa. Bahkan ketika dia pergi (lagi) ke sana, dia tidak pamit sedikitpun. Aku tau hari H nya pas aku yang nanya. Aku suruh kabari, dia tidak datang. Aku BINGUNG! BINGUNG PEMIRSA! Dia itu sulit sekali ditebak! Dia sulit dimengerti jalan pikirannya!

Dan sekarang… aku lah yang jadi pihak yang serba salah.

Chapheeekkk *Fyuhhhhhhh

Ingin sekali aku bertanya, “ sebenarnya kau anggap apa aku? Jika kau anggap aku teman biasa, maka perlakukan lah aku seperti teman biasa. Yang bisa kau ajak bercanda, yang bisa kau temani bercerita. Perlakukanlah aku seperti teman-teman mu yang lain. Jika kau anggap aku sahabat, maka curahkanlah isi hatimu kepada ku, aku akan siap mendengarnya. Apa kau anggap aku musuh? Jika demikian, kenapa kita bertemu saat itu, hah? Tidak, tidak, aku tidak ingin punya musuh. Setidaknya jika kau anggap aku orang yang kau benci, saat itu kau menjelaskan apa yang mengganjal di hati mu terhadap ku, kan?!

Tapi apa?

Sepertinya kau anggap aku patung, boneka, benda mati. Tidak kau ajak bercanda, tidak kau ajak cerita. Kenapa kalau sama teman-teman mu, kau beda? Kau diskriminasi! Aku kan juga teman mu :’( kalau kau anggap aku teman. Pasti kau anggap aku teman, jika tidak, saat itu kita pasti tidak bertemu.

Kau membingungkan! Aku heran… aku pusing…

Aku jadinya tidak yakin dengan perasaan ku -___-“

Minggu, 11 Agustus 2013

Sekian Detik yang Lalu



“Hei Conan. Benarkah manusia bisa berubah? Perasaan manusia yg terpisah jauh. Pedih sekali ya kalau cuma menunggu?” -Ran Mouri

Benar kata Ran. Pedih sekali ya kalau Cuma menunggu. Menunggu seseorang yang entah datang entah tidak. Tapi dalam hal ini, seperti yang kita tau, kalau Conan sebenarnya adalah Sinichi yang dari dulu dinantikan Ran. Tapi Ran tidak tau sebenarnya orang yang dia tunggu selalu ada di dekatnya :’) bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi Ran yang selalu menunggu Sinichi? Apakah dalam perkataan itu Ran sedang membicarakan perasaannya kepada Sinichi yang akan berubah? Bukan, ran sedang menanyakan kepada Conan tentang perasaannya. Katanya perasaan orang yang terpisah jauh akan berubah, benar? Tapi kenapa ran masih selalu menunggunya? Kenapa perasaan Ran tidak sedikitpun berubah, padahal Sinichi sudah tidak pernah Nampak di pandangannya.

Bagaimana dengan ku?

Aku? Memangnya aku kenapa, aku tidak sedang menunggu -_- memang nya aku menunggu siapa kalo aku sedang menunggu. Tidak. Aku tidak menunggu siapa-siapa. Aku tidak  punya perasaan yang sedang terpisah jauh -_- siapa? Perasaan apa? Tidak ada kok. Aku BAIK-BAIK SAJA. Aku yakin.

Kalaupun ada, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Kalaupun aku menunggu seseorang, mungkin itu dulu. Sekian detik yang lalu.
Itu dulu. Dulu. Sekian detik yang lalu.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Eid Mubarak, It was Lovely



Ini masih suasana idul fitri, ku ucapkan selamat idul fitri, taqabbalallahu minna wa minkum. Maaf lahir batin :3

Di hari idul fitri ini merupakan moment sedih dan momen senang. Sedih berpisah dengan bulan Ramadhan, dan senang karena momen ini digunakan untuk berkumpul sekeluarga besar, sekeluarga kecil, saling bermaafan, saling berbagi. Walaupun kesehatan agak terganggu, tapi aku bersyukur masih bisa merasakan indahnya idul fitri itu. aaaah, see you next year ya Ramadhan dan Eid Mubarak :3